Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Matius 17:1 Matius 17:2 Matius 17:3 Matius 17:4 Matius 17:5 Matius 17:6 Matius 17:7 Matius 17:8 Matius 17:9 Matius 17:10 Matius 17:11 Matius 17:12 Matius 17:13 Matius 17:14 Matius 17:15 Matius 17:16 Matius 17:17 Matius 17:18 Matius 17:19 Matius 17:20 Matius 17:21 Matius 17:22 Matius 17:23 Matius 17:24 Matius 17:25 Matius 17:26 Matius 17:27



Interpretasi utama
Matius 17:1 menandai peristiwa transfigurasi, ketika Yesus membawa Petrus, Yakub, dan Yohanes ke sebuah gunung tinggi untuk menemui kehadiran ilahi-Nya secara khusus. Titik fokusnya adalah penyingkapan kemuliaan-Nya serta persiapan para murid untuk memahami misi-Nya yang salibkan dan bangkit. Peristiwa ini menguatkan iman murid bahwa Mesias adalah Anak Allah yang berkuasa, meskipun jalan-Nya tidak biasa dan melibatkan penderitaan.
Konteks sastra
Dalam karya Injil Matius, transfigurasi terjadi setelah pengakuan Petrus bahwa Yesus adalah Mesias, dan setelah percakapan tentang penderitaan-Nya (pasal 16). Peristiwa ini menegaskan identitas-Nya sebelum arah pelayanan-Nya yang menuntun pada salib. Tiga murid terpilih dipilih untuk menyaksikan kemuliaan-Nya, sedangkan yang lain tetap berada dalam latar belakang, menunjukkan parsialitas pengalaman spiritual dalam tubuh pengikut-Nya.
Kedalaman teologis
Transfigurasi menonjolkan dua hal utama: kemuliaan ilahi yang bersinar di dalam kemanusiaan Yesus, dan keberadaan hukum baru yang berlandaskan Injil. Yesus tidak kehilangan identitas-Nya sebagai manusia, namun kemuliaan-Nya diperlihatkan untuk mendorong iman para murid menghadapi tekanan, pengkhianatan, dan kematian-Nya. Kehadiran Musa dan Elia, mewakili hukum dan nabi, menegaskan kesinambungan janji Perjanjian Lama dengan karya Kristus. Suara dari awan menyatakan bahwa Yesus adalah Anak yang dipilih Allah, yang patut didengar.
Rujukan lintas Alkitab
Pertanyaan refleksi
Kesimpulan singkat
Yesus membawa para murid ke tempat yang istimewa untuk menegaskan identitas-Nya sebagai Mesias yang mulia, persatuannya dengan hukum dan nabi, serta penuntun iman mereka ke arah sengsara, kematian, dan kebangkitan-Nya. Peristiwa ini menguatkan keyakinan bahwa Allah bekerja secara nyata dalam sejarah umat-Nya melalui sosok Kristus, yang layak didengar dan diikuti.
Cuplikan reflektif dari para penafsir klasik
Adam Clarke menekankan bahwa transfigurasi merupakan manifesto kemuliaan-Nya yang tidak menggugurkan manusia-Nya, melainkan memperlihatkan kedalaman ketuhanan yang berkenan masuk dalam realitas manusia. Matthew Henry menyoroti pentingnya wahyu ilahi yang membimbing murid untuk melihat tujuan utama-Nya. Albert Barnes menekankan bahwa peristiwa ini memperkuat kepercayaan murid pada misi-Nya sebelum pusat penderitaan dan penguatan iman secara praktis.