Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiMatius 4:2 Tafsiran ayat Alkitab
Matius 4:2 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Setelah sudah Ia puasa empat puluh hari empat puluh malam lamanya, kemudian laparlah Ia.
Matius 4:2 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Matius 4:2 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Keluaran 34:28 (IDN) »
Maka Musa adalah di sana serta dengan Tuhan empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tiada ia makan roti dan tiada ia minum air, maka disuratkannya segala firman perjanjian, sepuluh firman itu, di atas loh batu itu.

Ulangan 9:18 (IDN) »
Setelah itu maka menyembah sujudlah aku di hadapan hadirat Tuhan, seperti dahulu empat puluh hari dan empat puluh malam lamanya, rotipun tiada kumakan, airpun tiada kuminum, karena sebab segala dosamu, yang telah kamu perbuat dengan melakukan perkara yang jahat kepada pemandangan Tuhan, hendak menggalakkan murka-Nya.

1 Raja-raja 19:8 (IDN) »
Maka bangunlah ia lalu makan minumlah, maka oleh kuat yang diperolehnya dari pada makanan ini berjalanlah ia empat puluh hari empat puluh malam lamanya, sehingga sampailah ia ke bukit Allah, yaitu Horeb.
Mat 4:2 (IDN) — Setelah sudah Ia puasa empat puluh hari empat puluh malam lamanya, kemudian laparlah Ia.
Ayat ini muncul dalam konteks pencobaan di padang gurun setelah Yesus dibaptis. Matius menekankan kelelahan fisik yang dialami-Nya sebagai bagian dari identitas-Nya sebagai manusia sejati. Setelah menjalani puasa panjang, Yesus tidak sekadar menahan lapar, tetapi menunjukkan kepatuhan-Nya kepada rencana Bapa dan kesiapan-Nya menghadapi cobaan yang akan datang.
Makna pokok
Inti ayat ini adalah realitas kemanusiaan Kristus. Puasa empat puluh hari menunjukkan kondisi manusia yang rapuh dan lapar, tetapi juga kedalaman kedekatan-Nya kepada Allah. Dalam kelemahan fisik, demikianlah Tuhan memilih untuk bertindak dengan ketaatan total kepada rencana keselamatan-Nya.
Tema-tema kunci
Kaitan dengan bagian lain Alkitab
• Lanjutannya adalah percobaan di padang gurun, yang menampilkan tiga cobaan utama (Matius 4:3-11). Pembacaan ini menunjukkan bagaimana setiap godaan berusaha menyejajarkan-Nya dengan jalur duniawi, namun Yesus merespons dengan firman Allah. Cross-reference: Lukas 4:2-4 — variasi urutan cobaan, tetapi esensi yang sama: keimanan dan ketaatan sebagai jawaban terhadap godaan.
• Dalam hubungannya dengan baptisan-Nya (Matius 3), masa puasa meneguhkan identitas-Nya sebagai Anak Allah yang dipanggil untuk misi-Nya. Cross-reference: Markus 1:12-13 — fokus pada pengizinkan Roh untuk membawa-Nya ke ujian dan persiapan pelayanan.
Relevansi praktis
Puasa bukan sekadar menahan lapar, melainkan latihan ketergantungan pada Allah. Dalam kelemahan fisik, kita diajak mengandalkan firman dan janji-Nya. Ketika godaan datang, pola respons Yesus dengan sabar berpegang pada firman Allah menjadi teladan: identitas kita sebagai murid bukan dilihat dari kekuatan dunia, melainkan ketaatan kepada kehendak Bapa.
Panduan refleksi singkat
Intisari
Ayat ini menegaskan kemanusiaan Yesus yang berpuasa lama dan lapar, memilih ketaatan kepada Bapa sebagai landasan keselamatan. Dari sini kita belajar bahwa kekuatan rohani tumbuh melalui ketergantungan pada Allah bahkan dalam keadaan paling melelahkan.
Rujukan silang singkat
1) Matius 4:3-11 — cobaan yang datang sesudah puasa, menegaskan respons-Nya berfirman. 2) Lukas 4:2-4 — versi lain dari cobaan di padang gurun. 3) Markus 1:12-13 — Roh membawa-Nya ke dalam ujian sebagai bagian dari persiapan pelayanan.
Quotable notes dari komentator klasik: Tidak ada kutipan kata-per-kata lengkap yang diambil tanpa parafrase di bagian ini dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke karena permintaan tidak mengizinkan pengulangan teks panjang. Namun, intisari pandangan mereka diintegrasikan: kemanusiaan Kristus ditegaskan melalui puasa, dan ketaatan-Nya menjadi contoh utama dalam menghadapi godaan.