Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiDaniel 10:17 Tafsiran ayat Alkitab
Daniel 10:17 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka bagaimana boleh hamba tuan ini berkata dengan tuan hamba? adapun hamba ini tiada bergaya lagi, dan hampir-hampir tiada lagi tinggal barang nafas pada hamba.
Daniel 10:17 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Daniel 10:17 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Keluaran 24:10 (IDN) »
Maka kelihatanlah kepada mereka itu Allah Israel, maka di bawah kakinya adalah sesuatu, seakan-akan dari pada batu nilam perbuatannya, rupanya bagaikan langit apabila terang cuaca adanya.

Yesaya 6:1 (IDN) »
Sebermula, maka pada tahun mangkat raja Uzia kelihatanlah kepadaku Tuhan bersemayam di atas arasy yang amat tinggi dan mulia, maka kaabahpun dipenuhi oleh punca pakaian-Nya.

Kejadian 32:20 (IDN) »
Hendaklah kamu katakan: Sesungguhnya hambamu Yakub itupun ada di belakang. Karena kata Yakub dalam hatinya: Aku hendak memadamkan amarahnya dengan suatu hadiah, yang diantar dahulu dari pada datangku; kemudian kelak aku berjumpa dengan dia, mudah-mudahan diterimanya akan daku.
Interpretive Focus: Ketika manusia menghadapi kemuliaan ilahi
Ayat Daniel 10:17 menampilkan seorang hamba Allah yang sangat rendah diri di hadapan malaikat yang membawa wahyu. Dalam suasana yang penuh ketegangan rohani, jawabannya menegaskan batasan manusia dibandingkan kebesaran ilahi. Fungsi utama ayat ini adalah menunjukkan kerendahan hati hamba Tuhan menghadapi kilau kemuliaan surgawi dan kepastian bahwa semua kemampuan manusia adalah lemah tanpa pertolongan Tuhan.
Konteks sastra
Pada bagian ini Daniel sedang menerima visi besar dari malaikat Gabriel yang menyingkapkan rencana Tuhan atas bangsa Israel. Daniel terbaring lemas karena kehadiran wahyu ilahi; ia tak mampu berbicara berlebihan, karena kemuliaan yang memancar membuat dirinya tidak lagi sanggup mengatur kata-kata. Ayat ini menekankan bahwa respon manusia terhadap ilahi sering kali berupa kerendahan hati, pengakuan keterbatasan, dan ketergantungan penuh pada pertolongan Allah.
Makna teologis
Ajaran penting di sini adalah kesadaran akan batas diri manusia di hadapan kekuatan suprasunting. Meski Daniel adalah nabi setia, ia menyadari bahwa sisa napasnya pun bergantung pada Allah. Hal ini menyoroti tema perlunya pengakuan atas ketergantungan pada kekuatan ilahi ketika menyambut wahyu, serta kesiapan melepas keangkuhan manusia dalam tatap muka dengan kuasa surgawi.
Hubungan dengan tafsiran klasik
Para tafsir publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa respons Daniel adalah contoh kerendahan hati yang patut diteladani ketika Allah berbicara melalui media perantara surgawi. Mereka menekankan bahwa tatkala manusia menghadapi kehadiran ilahi, pernyataan seperti ini muncul untuk menegaskan keterbatasan manusia dan kebutuhan akan pertolongan Tuhan. (Catatan: kutipan langsung dari sumber klasik disertakan jika relevan dan tersedia.)
Referensi silang yang relevan
Penjelasan singkat: Ketika wahyu ilahi turun, manusia memerlukan hikmat untuk menimbang apa yang diucapkan dan bagaimana menanggapi dengan tunduk, bukan dengan keangkuhan atau usaha menguasai pesan ilahi.
Pertanyaan refleksi
Kesimpulan singkat
Ayat ini mengingatkan bahwa panggilan rohani tidak menghapus sifat kemanusiaan kita. Ketika Tuhan berbicara melalui malaikat-Nya, jawabannya adalah kerendahan hati dan pengakuan bahwa hidup kita sepenuhnya bergantung pada kasihkarunia-Nya. Melalui kerendahan hati itulah kita siap menerima pesan-Nya dan melangkah dalam rencana-Nya dengan iman.