Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRoma 4:21 Tafsiran ayat Alkitab
Roma 4:21 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
dan sangat yakin, bahwa Allah berkuasa menyampaikan barang yang dijanjikan-Nya.
Roma 4:21 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Roma 4:21 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yeremia 32:17 (IDN) »
Ya Tuhan Hua! bahwasanya Engkau juga sudah menjadikan langit dan bumi oleh mahakuasa-Mu dan oleh lengan-Mu yang terkedang, sesuatupun tiada yang mustahil kepada-Mu.

Kejadian 18:14 (IDN) »
Adakah barang sesuatu yang mustahil kepada Tuhan? Maka pada masa yang tertentu Aku akan kembali kepadamu, tahun yang datang ini, maka Sarah telah beranak laki-laki.

Menggugah Keyakinan: Allah Berkuasa Menunaikan Janji-Nya (Roma 4:21)
Ayat ini menegaskan inti iman: keyakinan penuh bahwa Allah tidak hanya berjanji, tetapi juga berkuasa untuk menunaikan segala yang telah Dia janjikan. Bagi pembaca Kristen, pernyataan ini menjadi sumber keberanian dalam menjalani hidup iman, terutama ketika menghadapi kelaparan atau ketidakpastian masa depan. Firman ini menuntun kita untuk melihat bagaimana iman yang berakar pada kemampuan Allah menyediakan sandaran yang kokoh di tengah dunia yang berubah-ubah.
konteks asli
Roma 4 secara khusus membahas iman Abraham sebagai contoh utama bagaimana Allah membenarkan orang karena iman, bukan karena usaha manusia. Dalam konteks surat kepada jemaat di Roma, Rasul Paulus menekankan bahwa janji Allah diberikan kepada mereka yang percaya, sama seperti Abraham yang percaya kepada Dia yang berjanji. Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidak sekadar membuat janji, tetapi memiliki kuasa untuk menyelesaikannya.
Inti pesan
Prinsip utama ayat ini adalah kepercayaan yang tidak ragu-ragu kepada kemampuan Allah untuk menepati janji-Nya. Ketika kualitas iman Abraham diuji—bahkan ketika tampak mustahil secara manusiawi—eksistensi kepercayaan itu bukan pada kekuatan manusia, melainkan pada kemampuan Tuhan. Dalam bahasa singkat: iman adalah bergantung pada kuasa Allah, bukan pada kemampuan kita membuktikan Janji-Nya lebih dulu.
tema Alkitabiah terkait
Cross-references (singkat, dengan penjelasan)
Ibrani 11:11-12—Iman sebagai kekuatan utama yang menerima janji meski tidak terlihat; contoh Sara dan Abraham mengandung ketetapan bahwa Allah berkuasa menghasilkan keturunan dari yang “telah tertunda.” Penekanan pada firman Allah yang memampukan kelahiran iman yang berkelimpahan.
Kejadian 15:6—Abram percaya kepada TUHAN, dan hal itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran. Ayat ini menunjukkan bahwa kunci penetapan pembenaran adalah iman kepada janji ilahi, yang dikuatkan oleh kuasa-Nya.
Roma 3:28—Pembenaran oleh iman, bukan oleh perbuatan hukum; relevan karena Roma 4 mengembangkan bagaimana iman kepada janji Allah membenarkan tanpa mengandalkan karya manusia.
Refleksi devosional
Pikirkan keadaan di mana janji Tuhan terasa tertunda atau tampak mustahil. Ayat ini mengajak kita untuk mengubah fokus dari “bagaimana” kita akan membuat sesuatu terjadi, menuju “siapa” yang mampu melaksanakan janji-Nya. Ketika iman kita berpusat pada kemampuan Allah, kita dipanggil untuk hidup tenang di hadapan rencana-Nya yang sempurna, sambil tetap berharap dan taat dalam masa tunggu.
Catatan singkat dari tiga tafsiran publikenal
Beberapa ulasan klasik menekankan bahwa iman yang dimaksud di Roma 4 bukan sekadar keyakinan teoretis, melainkan ketetapan hati untuk percaya Allah sewaktu-waktu menuaikan janji-Nya. Kutipan singkat yang relevan: “Dan Abraham percaya kepada TUHAN, dan hal itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran” (interpretasi ringkas dari orientasi ayat 3: Abraham).
Inti yang bersatu dari pandangan para komentator publik domain adalah bahwa Allah tidak terikat pada keterbatasan manusia, melainkan memiliki kuasa absolut untuk mewujudkan apa yang telah Dia janjikan. Dengan demikian, iman kepada Allah menjadi landasan yang kokoh untuk hidup dalam ketaatan dan pengharapan.