Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRoma 4:11 Tafsiran ayat Alkitab
Roma 4:11 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
dan tanda sunat itu diterimanya menjadi meterai kebenaran, yang daripada iman, tatkala ia belum bersunat; karena atas peri demikian ia menjadi bapa sekalian orang yang beriman walaupun mereka itu tiada bersunat, supaya kebenaran itu dihisabkan kepada mereka itu,
Roma 4:11 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Roma 4:11 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Roma 3:22 (IDN) »
yaitu kebenaran Allah oleh sebab iman kepada Yesus Kristus untuk sekalian orang yang percaya; karena tiada perbedaan,

Lukas 19:9 (IDN) »
Maka Yesus pun berkatalah kepadanya, "Pada hari ini datanglah selamat kepada seisi rumah ini, karena ia ini juga terhisab kepada anak Ibrahim.

2 Korintus 1:22 (IDN) »
Ialah juga telah memeteraikan kita sambil mengaruniakan cengkeram Roh masuk ke dalam hati kita.
Roma 4:11 (IDN) — Tetap Dalam Konteks Implikasi Iman dan Sunat
Setting segera: Paulus menulis tentang Abraham sebagai contoh utama iman yang dibenarkan, sebelum sunat diperkenalkan sebagai tanda perjanjian. Ayat ini menekankan bahwa sunat hadir sebagai meterai kebenaran yang diterima atas dasar iman, bukan karena pekerjaan hukum semata. Tujuannya adalah menunjukkan bahwa kebenaran Allah berlaku bagi mereka yang percaya, baik mereka yang bersunat maupun tidak bersunat.
Apa yang diungkap ayat ini tentang Allah dan iman
Iman Abraham menjadi pusat argumen Paulus: Allah menghitung kebenaran kepada orang yang percaya, sebelum adanya sunat sebagai bagian dari perjanjian. Sunat di sini berfungsi sebagai meterai, bukan sebab menerima kebenaran. Allah bertindak adil dengan menghitung iman sebagai dasar pembenaran, sehingga umat yang tidak bersunat pun dapat menjadi “bapa segala orang yang beriman” (termasuk mereka yang lahir dari bangsa non-Israel). Ini menegaskan kasih Allah yang mengikat secara universal melalui iman kepada Kristus yang akan datang.
Penjelasan kata dan gambar kunci
Hubungan dengan bagian-bagian Alkitab lain
Cross-reference terkait:
Penjelasan singkat tiap hubungan: ayat-ayat terkait menegaskan konsistennya jalan pembenaran berbasis iman bagi siapa saja yang percaya, sambil menjaga arti simbolis sunat sebagai tanda kepercayaan dan perjanjian Allah.
Rangkaian tafsiran singkat dari tokoh tepercaya (ringkas)
Beberapa penafsir publik-domain menekankan bahwa sunat di Roma 4:11 berfungsi sebagai meterai yang menunjukkan penerimaan Allah atas iman Abraham sebelum adanya perintah sunat. Mereka menekankan bahwa iman Abraham adalah contoh bagaimana kebenaran Allah dinilai berdasarkan iman, bukan pada ukuran ritual fisik semata. Dalam konteks ini, Abraham dilihat sebagai “bapa semua orang beriman” yang dikenalkan untuk menunjukkan inklusivitas rencana Allah.
Aplikasi bagi orang percaya saat ini
Inti ajaran ini adalah: pembenaran datang melalui iman kepada Allah, tidak berdasarkan prestasi hukum secara ritual semata. Kehidupan iman yang sejati menuntun kita kepada ketaatan yang lahir dari kasih, bukan sekadar mengikuti prosedur. Sunat sebagai tanda perjanjian bisa dipakai analoginya: tanda gereja, baptisan, atau praktik-praktik keagamaan lain tidak menggantikan iman, melainkan menguatkan identitas kita dalam Kristus. Allah mengenali iman yang hidup dan memampukan kita menjadi bagian dari garis keturunan rohani Abraham melalui Kristus.
Ringkasnya, Roma 4:11 menggarisbawahi bahwa pembenaran Allah bersumber pada iman, dan sunat berfungsi sebagai meterai tanda keabsahan iman, bukan syarat pembenaran. Hal ini membuka jalan bagi jemaat untuk merayakan inklusivitas anugerah Allah kepada semua orang percaya, tanpa terkunci pada ritual lahiriah semata.