Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRoma 4:23 Tafsiran ayat Alkitab
Roma 4:23 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tetapi perkataan "dihisabkan kepadanya itu" bukannya tersurat kepada Ibrahim sahaja,
Roma 4:23 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Roma 4:23 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Roma 15:4 (IDN) »
Karena seberapa banyak hal yang tersurat terdahulu itu, sudah disuratkan akan menjadi pengajaran bagi kita, supaya kita menaruh harap dari sebab sabar dan dari sebab penghiburan, yang daripada Alkitab.

1 Korintus 10:11 (IDN) »
Segala perkara itu sudah berlaku atas mereka itu menjadi teladan, dan yang telah tersurat seperti nasehat bagi kita, orang akhir zaman.

1 Korintus 10:6 (IDN) »
Tetapi segala perkara itu menjadi teladan bagi kita, supaya jangan kita ingin akan perkara yang jahat, seperti mereka itu juga.
Roma 4:23 dalam Konteks Kemenangan Iman Ibrahim
Frasa “dihisabkan kepadanya itu” muncul ketika Paulus menjelaskan iman Ibrahim dan bagaimana kebenaran iman itu diterima Allah sebagai pembenaran. Ayat ini menegaskan bahwa bukan hanya Ibrahim yang dipercaya Allah, melainkan juga semua yang mengikuti pola iman serupa. Dalam konteks Roma 4, Paulus menekankan bahwa pembenaran itu bersifat dinyatakan karena iman, bukan karena kekuatan hukum atau kedermawanan manusia. Kalimat ini menempatkan Ibrahim sebagai teladan utama bagi mereka yang mengandalkan kasih karunia Allah melalui iman.
Makna Sentral
Inti ajaran Roma 4 adalah bahwa pembenaran sebelum Allah adalah berdasarkan iman kepada janji-janji-Nya, bukan hasil perbuatan hukum. Perkataan ini menegaskan bahwa Allah menghitung iman Ibrahim sebagai kebenaran baginya, dan mekanisme pembenaran ini berlaku bagi semua orang percaya yang meneladani iman Ibrahim.
Dua hingga Tiga Tema Utama
Kaitkan dengan ayat-ayat lain
- Galatia 3:6–9 menunjukkan bahwa Abraham dipandang sebagai bapa orang percaya karena imannya ketika percaya kepada janji Allah. Imannya tidak bergantung pada hukum tersebut, melainkan pada kepercayaan kepada Allah yang berjanji.
- Roma 3:28 menegaskan bahwa pembenaran adalah karena iman, bukan karena melakukan hukum, menyelaraskan pemahaman terhadap Roma 4:23-24.
- Roma 5:1 menghubungkan pembenaran dengan damai sejahtera yang terjadi melalui iman kepada Kristus, memperkaya gambaran tentang manfaat iman bagi umat.
Pemikiran Praktis
Orang percaya dipanggil menaruh kepercayaan yang teguh pada Allah yang setia. Ketika hidup tidak jelas, contoh Ibrahim mengajak kita memilih tindakan iman: taat meski belum melihat keseluruhan jalannya. Pembenaran tidak kita peroleh melalui upaya sendiri, tetapi melalui iman yang menaruh pengharapan pada janji Allah.
Ringkasan
Roma 4:23 menegaskan bahwa pernyataan kebenaran atas Ibrahim tidak hanya untuknya, melainkan sebagai pola bagi semua yang percaya. Iman—bukan perbuatan hukum—menjadi jalan Allah membenarkan manusia. Ibrahim menjadi contoh hidup bahwa iman yang tulus membawa pengakuan Allah sebagai benar di hadapan-Nya.
Cuplikan dari penafsir berpendapat
Para penafsir klasik menyoroti bahwa kata-kata ini menyingkap cara Allah menghitung iman sebagai kebenaran; bukan karena kecemerlangan manusia, melainkan karena kepercayaan yang berpusat pada janji-Nya. (Catatan: kutipan langsung dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke dalam sumber-sumber publik domain berikut ini diperlukan jika ada.)
Referensi silang singkat
- Mengingat konsep pembenaran melalui iman, lihat Galatia 3:6–9 (teladan Abraham), Roma 3:28 (dasar pembenaran), dan Roma 5:1 (damai sejahtera melalui iman).