Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRoma 4:8 Tafsiran ayat Alkitab
Roma 4:8 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
berbahagialah orang yang tiada akan dihisab dosanya oleh Tuhan.
Roma 4:8 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Roma 4:8 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 32:2 (IDN) »
Berbahagialah orang yang tiada ditanggungkan Tuhan kesalahan di atasnya, dan yang tiada menaruh tipu dalam hatinya.

1 Petrus 2:24 (IDN) »
Ia sendiri sudah menanggung segala dosa kita di dalam tubuh-Nya di atas kayu salib, supaya kita dimatikan daripada dosa lalu hidup bagi hal yang benar; maka dari sebab bilur-Nya kamu sudah disembuhkan.

Yesaya 53:10 (IDN) »
Tetapi adalah kehendak Tuhan juga menghancurkan dia dan mempersakiti dia. Apabila sudah diserahkannya nyawanya akan korban karena salah, iapun akan melihat benih dan melanjutkan umur, maka keridlaan Tuhanpun akan beruntung oleh tangannya.
Pendahuluan singkat: berbahagialah orang yang tiada akan dihisab dosanya oleh Tuhan
Makna langsung Roma 4:8 dalam terjemahan IDN adalah bahwa orang benar oleh iman dipersilakan menerima pembenaran tanpa beban penghakiman Allah terhadap dosanya. Ayat ini menegaskan bahwa pembenaran datang melalui kasih karunia Allah, bukan melalui perbuatan hukum atau upaya manusia sendiri.
Latar kontekstual
Pada bagian Roma pasal 4, Rasul Paulus menekankan pembenaran oleh iman, bukan karena perbuatan. Ia mengangkat contoh Abraham sebagai model bagaimana iman, bukan karya, menjadi dasar pembenaran. Dalam konteks itu, "tiada dihisab" berarti tidak ada penghitungan dosa yang mempengaruhi status Allah terhadap orang percaya karena kebenaran Kristus yang dianugerahkan oleh iman.
Interpretasi singkat
- Pembenaran adalah anugerah Allah bagi orang percaya, sehingga tuduhan dosa tidak lagi menuduh mereka secara permanen.
- Kunci kebahagiaan rohani adalah kedamaian dalam hubungan dengan Allah yang telah menghitung iman sebagai kebenaran.
- Ayat ini menyingkap tujuan hukum Taurat untuk memperlihatkan kebutuhan akan anugerah melalui iman kepada Kristus.
Gagasan utama dalam 1–2 kalimat
Tautan silang yang relevan
Roma 3:28 menegaskan bahwa manusia dibenarkan karena iman, bukan karena perbuatan hukum; ini memperkuat alur pembenaran melalui iman seperti di Roma 4.
Ke 2 Korintus 5:19–21 menjelaskan bahwa Allah merayakan rekonsiliasi melalui Kristus, sehingga orang percaya dipandang sebagai pelayan rekonsiliasi; ini sejalan dengan dinamika pembenaran oleh iman.
Galatia 2:16 menekankan bahwa pembenaran tidak melalui hukum tetapi melalui iman dalam Kristus Yesus, menjadi ritme teologis yang konsisten dengan Roma 4.
Pendapat para komentator (ringkas, terintegrasi)
Beberapa penafsir publik domain mencatat bahwa Paulus menegaskan bahwa pembenaran adalah tindakan Allah berdasarkan iman, bukan perbuatan hukum. Matthew Henry menekankan relevansi iman sebagai penerima kebenaran Kristus, sedangkan Albert Barnes menyoroti pergeseran fokus dari usaha manusia ke anugerah ilahi. Adam Clarke membantu menjelaskan bagaimana konsep tiadanya penghitungan dosa berhubungan dengan status baru orang percaya, yaitu “benar di hadapan Allah.”
Cuplikan singkat dari pendapat klasik (kutipan singkat, jika ada)
“Berbahagialah orang yang tiada akan dihisab dosanya oleh Tuhan.” (ringkas inti pemikiran yang selaras dengan komentar klasik mengenai pembenaran oleh iman)
Aplikasi praktis yang singkat
Rasakan kepastian pembenaran di sumber kasih karunia Allah. Ketika batin diliputi rasa bersalah, ingat bahwa di hadapan Allah, iman kepada Kristus mengubah status kita dari berdosa menjadi benar di mata-Nya. Ini mendorong hidup yang bersyukur, taat dari iman, dan tidak mengandalkan diri sendiri untuk pembenaran.