Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiIbrani 4:15 Tafsiran ayat Alkitab
Ibrani 4:15 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Karena kita tidak ada Imam Besar yang tiada menaruh belas kasihan akan segala kelemahan kita, melainkan yang sudah terkena coba di dalam segala perkara sama seperti kita, dan lagi tiada berdosa.
Ibrani 4:15 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ibrani 4:15 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ibrani 2:17 (IDN) »
Dari sebab itu haruslah Ia dirupakan sama dengan saudara-saudara-Nya itu di dalam segala perkara, supaya di dalam ibadat kepada Allah Ia menjadi Imam Besar yang berkasihan dan setiawan, akan mengadakan perdamaian karena segala dosa kaum itu.

2 Korintus 5:21 (IDN) »
Maka Ia, yang tiada mengenal dosa, telah dijadikan-Nya dosa ganti kita, supaya kita ini akan menjadi kebenaran Allah di dalam Dia.

Yesaya 53:4 (IDN) »
Sebenarnya ditanggungnya segala kelemahan kita dan diangkutnya segala penyakit kita, tetapi pada sangka kita bahwa disengsarakan dan dipalu dan direndahkan Allah akan dia.
Mengapa Ayat Ini Penting
Ibrani 4:15 menegaskan bahwa Allah mengenal kelemahan kita secara pribadi, namun menyediakan Imam Besar yang memahami karena Ia sendiri telah mengalami pencobaan dalam segala hal. Ayat ini menjadi penghiburan bagi umat yang sering merasa tidak layak atau tidak mampu mendekat kepada Tuhan. Kita tidak memiliki Imam Besar yang jauh, melainkan yang relatable, yang mempunyai kasih belas kasihan yang nyata saat kita gagal maupun tersandung.
Context asli dan Pesan utama
Dalam bagian Ibrani pasal 4, penulis membandingkan umat Allah dengan orang-orang Israel yang masuk ke tanah perjanjian melalui iman. Imam Besar yang disebutkan di sini adalah Yesus Kristus, yang tidak hanya menjadi perantara antara manusia dan Allah, tetapi juga menjalani hidup dalam keadaan manusia biasa—mereka yang merasakan godaan dan penderitaan. Ayat 15 menekankan dua poin penting: (1) tidak ada Imam Besar yang tidak memiliki belas kasihan atas kelemahan manusia, dan (2) Ia telah dicoba dalam segala hal seperti kita, tanpa berdosa. Sifat ini membuat-Nya layak menjadi pengantara yang empatik dan efektif.
Inti teologis yang disampaikan
Gagasan pendukung dalam Alkitab
Beberapa tema pendukung yang memperkaya pemahaman ayat ini:
Rujukan silang yang relevan
Renungan penutup
Pada akhirnya, ayat ini mengingatkan kita bahwa keterbukaan kepada Allah bukan berarti kita sengaja melepas tanggung jawab. Sebaliknya, kita dipanggil untuk mendekat dengan iman, mengetahui bahwa Imam Besar kita tidak menilai dari jarak jauh, melainkan datang dekat untuk memberi belas kasihan dan pertolongan pada saat tepat. Dalam kelemahan kita, kita tidak ditinggalkan; dalam kasih-Nya, kita didengar dan ditemani untuk maju dalam iman.
Quotations note: Teks klasik dalam bentuk ringkas dari para komentator publik-domain saat relevan disajikan secara ringkas dalam pembahasan ini tanpa menyalin teks panjang mereka.