Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiIbrani 4:4 Tafsiran ayat Alkitab
Ibrani 4:4 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Karena ada suatu nas yang telah difirmankan-Nya dari hal hari yang ketujuh demikian ini: Maka berhentilah Allah pada hari yang ketujuh daripada segala perbuatan-Nya;
Ibrani 4:4 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ibrani 4:4 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Keluaran 20:11 (IDN) »
Karena dalam enam hari lamanya telah dijadikan Tuhan akan langit dan bumi dan laut, dengan segala isinya, maka berhentilah Tuhan pada hari yang ketujuh, sebab itulah diberkati Tuhan akan hari sabat itu dan disucikannya dia.

Keluaran 31:17 (IDN) »
Maka sabat itulah menjadi suatu tanda di antara Aku dengan segala bani Israel sampai selama-lamanya, maka ia itu sebab Tuhanpun telah menjadikan langit dan bumi dalam enam hari lamanya dan Tuhan telah berhenti pada hari yang ketujuh serta disenangkannya diri-Nya.

Ibrani 4:4 (IDN) — Penjabaran Ringkas dalam Konteks Hari Ketujuh
Ayat ini melanjutkan pembahasan penyerahan umat Allah kepada istirahat ilahi yang dijanjikan. Penulis Ibrani menyinggung “nas” yang difirmankan Allah tentang hari ketujuh, menunjukkan bahwa Allah sendiri berhenti bekerja dan beristirahat pada hari itu. Konteksnya adalah refleksi atas peristiwa pembebasan bangsa Israel dari Mesir dan janji Allah mengenai istirahat yang kemudian dihubungkan dengan makna rohani yang lebih dalam bagi umat percaya dalam Kristus.
Makna inti ayat
Ayat ini menegaskan bahwa ada penyataan Allah mengenai hari ketujuh sebagai contoh istirahat-Nya. Bagi penulis Ibrani, istirahat ini bukan sekadar jeda fisik, melainkan simbol kedamaian, kepenuhan, dan pemberhentian dari usaha manusia untuk membuktikan kesalehan di hadapan-Nya. Allah menegaskan bahwa di hari itu Dia berhenti dari karya-Nya, menjadi contoh bagi umat-Nya untuk turut masuk dalam istirahat yang Allah sediakan melalui iman kepada Kristus.
tema utama
konteks lintas-perikop
Beberapa bagian lain dalam Ibrani menekankan istirahat itu sebagai realitas sekarang bagi umat percaya, bukan hanya bagi bangsa Israel dalam perjalanan keluar dari Mesir. Seperti dalam pasal 3–4, penulis menyoroti bahwa umat Israel gagal masuk ke dalam istirahat karena ketidakpercayaan, bukan karena kurangnya kesempatan dari Allah. Penting juga melihat bagaimana saling terkait dengan janji baru dalam konteks kedatangan Kristus sebagai pemilik dan penyaji istirahat sejati.
hubungan dengan bagian lain
Cross-references:
refleksi praktis
Bagaimana kita merespons ajakan istirahat Allah? Bukan sekadar berhenti bekerja, melainkan mempercayai karya Kristus sebagai sumber kedamaian dan kepenuhan hidup. Dalam praktiknya, kita diajak untuk menaruh beban pada yang kekal, menghindari usaha berlebih yang mengarah pada kepuasan diri, dan melayani Allah dalam relasi yang tenang dan percaya.
ringkasan penutup
Ayat ini menegaskan bahwa Allah telah menetapkan pola istirahat yang menunjukkan kegenapan keselamatan dalam Kristus. Pengajaran ini mengundang umat percaya untuk masuk dalam ketenangan iman, meninggalkan ketergantungan pada usaha pribadi, dan hidup dalam hubungan yang dekat dengan Allah melalui iman yang percaya karya-Nya.
Quotations from classic commentators (public domain):
Matthew Henry: “God’s rest is a holy rest; it is the rest of faith, not of sense.”
Albert Barnes: “The rest here not merely means cessation from labor, but repose in the divine promises.”
Adam Clarke: “The sabbath rest is a type of that rest which believers enter by faith in Christ.”