Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Ibrani 11:1 Ibrani 11:2 Ibrani 11:3 Ibrani 11:4 Ibrani 11:5 Ibrani 11:6 Ibrani 11:7 Ibrani 11:8 Ibrani 11:9 Ibrani 11:10 Ibrani 11:11 Ibrani 11:12 Ibrani 11:13 Ibrani 11:14 Ibrani 11:15 Ibrani 11:16 Ibrani 11:17 Ibrani 11:18 Ibrani 11:19 Ibrani 11:20 Ibrani 11:21 Ibrani 11:22 Ibrani 11:23 Ibrani 11:24 Ibrani 11:25 Ibrani 11:26 Ibrani 11:27 Ibrani 11:28 Ibrani 11:29 Ibrani 11:30 Ibrani 11:31 Ibrani 11:32 Ibrani 11:33 Ibrani 11:34 Ibrani 11:35 Ibrani 11:36 Ibrani 11:37 Ibrani 11:38 Ibrani 11:39 Ibrani 11:40



Ibrani 11:19 (IDN)
Rangkaian kisah iman dalam Ibrani 11 menyoroti mereka yang percaya kepada janji Allah meskipun menghadapi ketidakpastian dunia. Ayat ini berada dalam konteks Abraham, yang dalam uji iman berpegang pada keyakinan kepada kebangkitan, sebagai puncak dari keyakinan bahwa kasih dan kuasa Allah melampaui kematian.
Pemahaman verse dalam konteks pasal
Ayat ini menyatakan bahwa Abraham memikirkan bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang, meskipun dari antara orang mati. Dalam tradisi Ibrani, iman bukan sekadar percaya pada janji yang terlihat, tetapi percaya pada kuasa Allah yang melampaui batas hidup dan mati. Abraham memainkan peran penting sebagai contoh iman yang menimbang kemungkinan kebangkitan sebagai bagian dari rencana keselamatan Allah.
Pokok utama iman dalam ayat ini
Pemikiran dari tokoh-tokoh komentar berbahasa Inggris klasik (referensi singkat)
Beberapa komentator publik domun menekankan bahwa kisah Abraham menampilkan iman yang berani melakukan langkah-langkah yang tampak mustahil jika dilihat secara manusia. Mereka melihat kebangkitan sebagai tujuan Allah yang menegaskan kuasa-Nya atas hidup dan mati, serta kehendak-Nya untuk membenarkan iman yang taat.
Rujukan silang yang relevan
Beberapa bagian lain dalam Kitab Ibrani dan Perjanjian Baru menegaskan tema kebangkitan dan iman yang teguh:
Penerapan praktis bagi kehidupan iman
Ayat ini mengundang kita untuk menilai bagaimana kita menatap masa depan. Ketika menghadapi situasi yang tampaknya mustahil, kita diajak untuk mempercayai kuasa Allah yang mampu membangkitkan hidup-hidup, memulihkan harapan, dan memenuhi janji-Nya. Iman bukan hanya menunggu kejadian luar biasa, tetapi percaya bahwa Allah bekerja melalui jalan-Nya, meski manusia tidak sepenuhnya mengerti jalannya.
Ringkasan
Ayat ini menegaskan bahwa iman Abraham berpusat pada keyakinan akan kuasa Allah membangkitkan orang-orang. Dalam konteks iman Perjanjian Baru, kebangkitan menjadi pusat pengharapan, membimbing kita untuk hidup dengan keteguhan hati kepada janji Allah, meskipun situasi tampak tidak mendukung. Iman yang demikian adalah dasar dari hidup yang mengarahkan pandangan ke hadapan, bukan hanya pada apa yang dapat dilihat sekarang.