Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 3:6 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 3:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka jikalau persembahannya dari pada binatang yang kecil akan korban syukur kepada Tuhan, baik jantan baik betina, janganlah bercela barang yang dipersembahkan olehnya.
Imamat 3:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 3:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 1:10 (IDN) »
Maka jikalau persembahannya dari pada binatang yang kecil, seperti domba atau kambing akan korban bakaran, maka hendaklah dipersembahkannya seekor jantan yang tiada celanya.

Imamat 3:1 (IDN) »
Arakian, maka jikalau persembahannya suatu korban syukur dan jikalau dipersembahkannya dari pada segala lembu, maka hendaklah ia itu seekor jantan atau seekor betina; maka janganlah ia itu ada celanya apabila dipersembahkannya itu di hadapan hadirat Tuhan.

Imamat 1:2 (IDN) »
Sampaikanlah kepada bani Israel perkataan ini: Jikalau barang seorang dari pada kamu hendak mempersembahkan kepada Tuhan suatu persembahan dari pada segala binatangnya, maka patutlah dipersembahkannya dari pada lembu atau kambingnya.
Imamat 3:6 — Korban Syukur dari Binatang Kecil tanpa Cela
Poin interpretatif utama: Perempuan ketataan damai Allah mengarahkan persembahan syukur untuk menunjukkan ucapan syukur, bukan pencapaian ritual yang sempurna secara manusia, dan Allah menerima persembahan itu asalkan sumbernya adalah binatang yang sehat tanpa cacat.
Konteks literatur
Imamat 3 membahas persembahan damai ( korban syukur) dari hewan ternak. Ayat 6 menegaskan bahwa jika persembahan berasal dari binatang kecil, syukur kepada Tuhan tetap diterima, asalkan tidak ada cela pada hewan tersebut. Perintah ini menekankan kegairahan ibadah yang tulus daripada kemewahan ritual; inti ibadah adalah pengakuan akan kebaikan Tuhan dan sukacita yang dinyatakan melalui persembahan yang sah.
Makna teologis
Persembahan damai merayakan hubungan terpelihara antara Allah dan umat-Nya. Tidak ada syarat kemewahan; kualitas utama adalah kejujuran hati dan ketaatan terhadap aturan persembahan. Ayat ini juga menegaskan bahwa Allah menghargai syukur yang lahir dari keadaan sederhana, asalkan persembahannya tidak bercela secara fisik—mencerminkan bahwa kasih Allah tidak tergantung pada status material semata, melainkan kepada ketaatan dan niat hati.
Penempatan teologis di seluruh Alkitab
- Cross-ref: Mazmur yang menekankan syukur sebagai pintu berkat. Khususnya hubungan antara icari syukur penuh pengakuan atas kemurahan Tuhan.
- Cross-ref: Musa menekankan integritas persembahan sebagai bagian dari ketaatan umat. Persembahan yang tak teratur menimbulkan konsekuensi, sementara yang adil mencerminkan iman yang hidup.
- Cross-ref: Perjanjian baru menunjukkan bahwa syukur dan kasih persaudaraan dalam jemaat menuntun ke dalam sikap yang menyenangkan hati Allah, tanpa menjadi beban budaya ritual belaka.
Kontinuitas dengan ajaran Alkitab lainnya
Pertanyaan reflektif
Kesimpulan singkat
Ayat ini mengingatkan kita bahwa Allah menerima persembahan syukur dari sumber yang sederhana asalkan tidak bercela secara fisik, dengan syarat adanya niat hati yang benar. Inti ibadah adalah hubungan yang hidup dengan Allah: syukur yang lahir dari iman yang bersifat nyata lebih berharga daripada kemegahan ritual tanpa hati.
Referensi singkat dari komentar terdahulu
Beberapa pandangan tradisional menekankan bahwa hukum persembahan membentuk pola hubungan umat dengan Allah, di mana kejujuran dan integritas persembahan memperlihatkan kasih Allah yang setia terhadap umat-Nya. Catatan ini sejalan dengan bagaimana karya-karya para komentator publik domain melihat perlunya motive ibadah yang tulus.
Catatan kutipan: Tidak ada kutipan langka dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke yang relevan untuk ayat ini yang disertakan secara langsung dalam bentuk kutipan pendek.