Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 3:11 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 3:11 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka sekalian itu hendaklah dibakar oleh imam di atas mezbah akan makanan korban api bagi Tuhan.
Imamat 3:11 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 3:11 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 21:17 (IDN) »
Katakanlah kepada Harun ini: Barangsiapa dari pada benihmu, turun-temurun, yang berkecelaan tubuhnya, ia itu tiada boleh datang hampir akan mempersembahkan santapan Allahnya.

Imamat 21:6 (IDN) »
Maka hendaklah mereka itu menjadi suci bagi Allahnya, dan jangan mereka itu menghinakan nama Allahnya, karena mereka itu mempersembahkan korban bakaran kepada Tuhan, yaitu santapan Allahnya; maka sebab itu hendaklah mereka itu suci adanya.

Imamat 21:8 (IDN) »
Maka hendaklah kamu membilangkan dia suci, sebab dipersembahkannya santapan Allahmu; maka sucilah Aku, Tuhan, yang menyucikan kamu.
Imamat 3:11 dalam Konteks Korban Sendawa
Ayat ini muncul dalam bagian hukum korban damai (mizraḥ), setelah pengaturan tentang koridor persembahan korban oleh umat Israel. Ketentuannya menekankan bahwa semua bagian makanan korban api bagi Tuhan yang disediakan dari damai harus dibakar oleh imam di atas mezbah. Peran proses pemurnian dan persembahan ini menegaskan bahwa damai itu bukan hanya tentang penerimaan Allah, tetapi juga tentang pemeliharaan kesucian rohani melalui persembahan yang tepat.
Makna sentral ayat
Ayat ini menegaskan bahwa bagian tertentu dari makanan korban damai tidak dimakan oleh pihak lain, melainkan dibakar di mezbah. Tindakan pembakaran menunjuk pada upacara persembahan yang khusus dan utuh kepada Allah, menjaga konferensi antara umat dan Sang Pemberi hukum. Imam berfungsi sebagai jalur antara umat dan Allah dalam memurnikan pemberian sehingga persembahan menjadi hidangan yang berkenan kepada Tuhan.
Tema-tema kunci
Ayat-ayat rujukan terkait
Beberapa bagian lain Hukum Musa memperluas gambaran tentang persembahan damai dan tata cara pembakarannya, misalnya:
Hubungan praktis dan refleksi rohani
Ayat ini mengingatkan bahwa ibadah kita tidak semata-mata soal kemeriahan atau kepemilikan atas bagian tertentu dari persembahan, melainkan tentang pemberian yang kudus kepada Tuhan. Ketekunan dalam mengikuti tata cara menunjukkan hormat kita kepada Allah dan menjaga kemurnian iman dalam persekutuan umat. Refleks praktisnya: dalam doa, kita menyerahkan bagian terbaik hidup kepada Tuhan dengan sikap tunduk pada otoritas-Nya, percaya bahwa Allah menerima persembahan yang disajikan dengan hati yang tulus.
Penafsiran singkat dari tokoh teologia terdahulu
Para komentator publik domain menekankan pentingnya pembakaran bagian tertentu sebagai simbol pemurnian, bukan sekadar pembagian materi. Mereka menyoroti bahwa peran imam adalah menjaga sakralitas persembahan sehingga hubungan dengan Allah tetap hidup dan suci.
Kesimpulan singkat
Imamat 3:11 menegaskan bahwa sebagian makanan korban damai dipersembahkan dengan cara dibakar di mezbah, melalui komando imam. Hal ini menekankan kesucian persembahan, peran kependetaan, dan makna persekutuan iman yang berpusat pada kehendak Tuhan.
Cross-references singkat
1) Ibrani 13:15–16 — ibadah yang dilakukan dengan ucapan syukur dan amal, bukan sekadar ritual lahiriah; 2) Imamat 7:15-18 — bagian tertentu dari korban damai dimakan, menunjukkan bagian yang boleh dinikmati umat; 3) Bilangan 15:3–10 — pola umum persembahan yang memerlukan pemurnian dan niat hati saat mendekat kepada Tuhan. Penekanan bersama adalah keseimbangan antara kemurnian ibadah dan persekutuan umat dengan Tuhan.