Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 3:2 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 3:2 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka hendaklah ia menumpangkan tangannya kepada kepala persembahannya, lalu menyembelihkan dia di hadapan pintu kemah perhimpunan, maka darahnya hendaklah dipercikkan oleh anak-anak Harun, yang imam, kepada mezbah keliling.
Imamat 3:2 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 3:2 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Keluaran 29:10 (IDN) »
Kemudian suruhlah bawa lembu muda itu hampir kepada kemah perhimpunan, maka Harun dan anak-anaknyapun hendaklah menumpangkan tangannya di atas kepala lembu muda itu.

Imamat 1:4 (IDN) »
Maka hendaklah ditumpangkannya tangannya kepada kepala korban bakaran itu, supaya ia itu mengadakan keridlaan baginya akan beroleh ampun.

Imamat 1:11 (IDN) »
Dan hendaklah disembelihkannya pada sisi mezbah yang arah ke utara di hadapan hadirat Tuhan, maka oleh anak-anak Harun, yang imam, akan dipercikkan darahnya kepada mezbah berkeliling.
Makna Langsung Imamat 3:2
Pada bagian ini, persembahan damai (korban perdamaian) dipraktekkan dengan tata cara yang menandakan persekutuan antara umat dengan Allah. Tindakan meletakkan tangan di kepala persembahan adalah simbol penyerahan diri dan identitas sang persembah terhadap kurban yang akan disembelih. Darahnya dicurahkan di dekat mezbah keliling oleh imam-imam Lewi untuk mewakili penghapusan pelanggaran dan persekutuan baru antara Israel dengan Allah.
Latar belakang konteks
Imamat 3 membahas persembahan damai yang berbeda dari korban bakaran dan korban penghapus dosa. Persembahan damai menekankan keselarasan relasi antara Tuhan, sang korban, dan umat. Ritual menumpangkan tangan pada kepala korban memperlihatkan identitas korban sebagai pengganti pelanggaran manusia, dan penyembelihan di pintu kemah perhimpunan menegaskan bahwa akses kepada Allah tetap berada dalam bingkai ibadah kor, dengan perantaraan imam sebagai wakil umat.
Observasi interpretatif
Gagasan utama dalam tema persembahan damai
Rujukan silang yang relevan
- Keluaran 29:18; konsepsi darah korban oleh imam sebagai bagian dari ibadah. Penekanan bahwa kurban diberikan untuk menjaga persekutuan antara umat dan Allah di kemah suci.
- Imamat 7:15; terkait dengan bagian persembahan damai yang bisa dimakan umat setelah penyembelihan, menunjukkan pembagian persekutuan dan Komunikasi antara umat dan Allah melalui ibadah bersama.
- Imamat 4:26; menekankan penebusan melalui darah untuk pelanggaran tertentu, menegaskan makna darah korban sebagai pendamaian.
Keluaran singkat dari tokoh komentar gerejawi terdahulu
Para penafsir publik domain menekankan bahwa unsur penumpangan tangan adalah tanda identifikasi korban dengan pelanggaran kita; darah yang dicurahkan di wilayah dekat mezbah menguatkan unsur penghapus dosa sambil memelihara kaidah ibadah di hadapan Tuhan. Ringkasnya, peristiwa ini menegaskan bahwa persekutuan dengan Allah dipelihara melalui tata ibadah yang teratur dan perantaraan imam.
Quotations from Classic Commentaries (apa adanya):
“Penumpangan tangan adalah pengakuan pribadi terhadap penyangkalan diri dan penyebab damai bagi umat” (Ringkasan gaya Matthew Henry).
Penjelasan singkat untuk pembacaan praktis
Dalam hidup beriman, kita melihat bagaimana persekutuan dengan Allah dipulihkan melalui penyembahan yang tepat dan ketundukan kepada peran Tuhan yang ditetapkan. Allah menuntun umat-Nya untuk menghormati tata ibadah yang mengarahkan hati kepada-Nya melalui Kristus, Worst-case: tetap relevan bahwa penyembahan tidak hanya soal ritual, tetapi juga hati yang percaya.