Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 3:4 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 3:4 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Dan lagi kedua buah punggung dan segala lemak yang ada padanya dan yang pada lambungnya dan jala-jala yang menudung hampedas serta dengan buah punggung itu akan diambil olehnya.
Imamat 3:4 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 3:4 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 3:10 (IDN) »
dan kedua buah punggungnya, dan lemak yang ada padanya, yang ada pada lambung itu, dan jala-jala yang menudung hampedas akan diambil olehnya serta dengan buah punggung itu.

Keluaran 29:22 (IDN) »
Setelah itu hendaklah kauambil dari pada domba jantan itu lemaknya dan ekornya dan lemak yang lekat pada isi perut dan jala-jala hampedalnya dan kedua buah punggungnya dengan lemak yang lekat padanya, dan bahunya sebelah kanan, karena inilah domba jantan korban tahbis adanya,

Keluaran 29:13 (IDN) »
Dan hendaklah kauambil akan segala lemak yang menudung isi perut dan jala-jala hampedal dan kedua buah punggung dan segala lemak yang ada padanya, lalu dibakarkanlah dia di atas mezbah itu;
Imamat 3:4 (IDN) — Pemasangan Persembahan Yang Sehari-hari
Ayat ini berada dalam bagian hukum persembahan dari Imamat pasal 3, yang menjelaskan tentang persembahan ketahatan (damai sejahtera) bagi umat Israel. Setelah menggambarkan bagaimana seekor lembu sapi jantan, kambing domba, atau kambing jantan muda disembelih sebagai korban damai, ayat ini merinci bagian-bagian tertentu yang akan dipersembahkan kepada Tuhan. Pada fokus ini, bagian lemak, punggung, lambung, dan jala-jala yang menudung hampedas menyatakan kemewahan dan kesempurnaan persembahan damai sebagai ungkapan syukur dan persekutuan umat dengan Allah.
Apa yang menunjukkan teks tentang Allah dan iman
Teks menegaskan bahwa penyembahan yang benar melibatkan pemberian yang terbaik kepada Tuhan. Lemak, punggung, lambung, dan jala-jala yang menudung hampedas adalah bagian bagian yang berharga dalam hewan korban. Allah menuntut yang terbaik sebagai bagian dari persekutuan-Nya dengan umat-Nya, menunjukkan bahwa ibadah adalah respons penuh ikhlas kepada kasih-Nya yang berlimpah.
Penjelasan kata-kata dan citra penting
- Lemak dan bagian-bagian tertentu hewan menandakan kekayaan atribut persembahan yang utuh kepada Allah. Dalam konteks damai sejahtera, lemak sering dipandang sebagai bagian yang berharga untuk dipersembahkan, tidak untuk makan biasa.
- Hampedas adalah sebutan untuk bagian perut bagian lambung; gambaran tubuh hewan yang utuh dan sehat mewakili kesucian hadiah bagi Tuhan.
- Jala-jala yang menudung hampedas menunjukkan bagaimana bagian dalam hewan juga ikut dipersembahkan sebagai persembahan yang utuh.
Rujukan silang yang relevan
Pemahaman atas bagian-bagian yang dipersembahkan membantu pembaca melihat bahwa ibadah bukan sekadar tindakan ritual, melainkan respons kasih kepada Tuhan yang berbuat besar bagi umat-Nya.
Makna bagi kehidupan iman sekarang
Ayat ini mengingatkan kita bahwa ibadah sejati melibatkan pemberian diri secara utuh kepada Allah: hidup yang tidak terikat pada hal-hal duniawi, dan kemurnian komitmen dalam persekutuan dengan-Nya. Dalam konteks kekristenan, ini mengundang kita untuk mempersembahkan hidup sebagai korban yang hidup, kudus dan berkenan kepada-Nya, dengan dorongan syukur untuk kasih-Nya yang telah mendatangkan damai melalui Kristus.
Penggabungan wawasan para penafsir
Beberapa penafsir publik domain menekankan bahwa bagian-bagian tertentu dari persembahan menyoroti nilai kemewahan dan kekudusan. Mereka menenun pandangan bahwa persekutuan dengan Allah menuntut kualitas ibadah yang utuh, bukan sekadar bentuk luar. Dalam konteks damai sejahtera, unsur-unsur tubuh korban menjadi simbol keseharian hidup umat yang dipersembahkan sepenuhnya kepada Allah.
Kuotasi singkat yang relevan dari para penafsir bersejarah (jika ada dalam teks sumber publik-domain):
“Ibadah adalah kewajiban hati terhadap Allah, dan bagian-bagian terbaik dari persembahan menunjukkan kedalaman komitmen umat kepada Tuhan.”
Inti dari bagian ini adalah dorongan untuk mempersembahkan yang terbaik dalam persekutuan dengan Tuhan, sebagai wujud syukur atas berkat-Nya dan pemeliharaan-Nya. Semangat ini tetap relevan bagi umat sekarang yang hidup dalam iman kepada Kristus dan dalam komitmen untuk hidup kudus setiap hari.