Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 3:12 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 3:12 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka jikalau persembahannya seekor kambing betina hendaklah dipersembahkannya di hadapan hadirat Tuhan,
Imamat 3:12 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 3:12 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 1:10 (IDN) »
Maka jikalau persembahannya dari pada binatang yang kecil, seperti domba atau kambing akan korban bakaran, maka hendaklah dipersembahkannya seekor jantan yang tiada celanya.

Imamat 10:16 (IDN) »
Hata, maka dicahari Musa dengan selidiknya akan kambing jantan korban karena dosa itu, maka sesungguhnya telah dibakar habis akan dia. Maka sangatlah marah Musa akan Eliazar dan Itamar, anak-anak laki-laki Harun, yang lagi tinggal itu, katanya:

Imamat 1:6 (IDN) »
Lalu hendaklah dikulitinya korban bakaran itu dan dipotongnya berpenggal-penggal.
Pemaparan utama: Persembahan kambing betina sebagai bagian ritual yang layak di hadapan Tuhan
Pada Imamat 3:12, inti pesan adalah tata cara persembahan untuk damai sejahtera yang melibatkan seekor kambing betina. Dalam konteks Imamat 3 secara keseluruhan, persembahan ini menegaskan bahwa ibadah harus dipersembahkan dengan ketelitian menurut hukum-Nya, bukan sekadar niat hati. Persembahan kambing betina pada ayat ini menegaskan keanekaragaman korban yang mengungkapkan dimensi syukur dan persatuan umat dengan Allah di pelataran-Nya.
Latar litera: konteks kitab Imamat dan bentuk persembahan damai
Imamat memberikan petunjuk rinci tentang persembahan jinak dan korban damai. Damai sejahtera adalah damai antara manusia dengan Allah, dan antara sesama umat melalui damai rohani yang diperdamaikan oleh korban. Persembahan kambing betina dipakai sebagai bagian dari tata ibadah untuk memperlihatkan kerendahan dan ketaatan umat dalam membangun hubungan dengan Tuhan.
Makna teologis penting
Korban damai (yang disebut damai sejahtera) menunjukkan penerimaan Allah atas puji-pujian manusia yang datang dengan rasa syukur, memelihara persatuan komunitas, dan mengingatkan bahwa hubungan dengan Tuhan dimurnikan melalui tindakan pemeliharaan hukum-Nya. Penggunaan kambing betina menggarisbawahi variasi korban dalam rangka menyiapkan hati umat untuk ibadah yang menyenangkan Allah.
Rangkaian silang-silangan tema di Alkitab
1) Imam/kelembagaan: Ketelitian tata cara memberi persembahan menekankan kekudusan Allah dan kebutuhan umat untuk berlomba dalam ketekunan rohani. 2) Pengampunan dan damai: Korban menjadi simbol pengampunan dan pemulihan hubungan dengan Tuhan. 3) Persaudaraan umat: Damai sejahtera melibatkan kedamaian di tengah komunitas Israel, yang dipupuk lewat persembahan tepat waktu dan penuh kesetiaan.
Pertanyaan refleksi
Hubungan silang dengan bagian lain
Cross-reference 1: Imamat 1 dan Imamat 4 menekankan bahwa korban dipersembahkan dengan hati tunduk kepada Allah, menggarisbawahi perlunya sikap hati yang murni selain tata ritual. Cross-reference 2: Bilangan 15 menegaskan bahwa ketidaktaatan dapat menodai persembahan, sehingga integritas ibadah penting. Cross-reference 3: Mazmur 51 menyoroti sikap hati yang benar di balik tindakan ibadah, yaitu pertobatan dan pengakuan dosa.
Potongan kutipan dari ahli berpengaruh (publik domain)
Matthew Henry menekankan bahwa korban damai merupakan bagian dari kehidupan ibadah yang nyata, menuntut kesyukuran dan kedamaian dalam komunitas. Albert Barnes menyoroti bahwa persembahan tersebut menunjukkan komitmen murid kepada Allah secara pribadi maupun sosial. Adam Clarke menambahkan bahwa ritual ini menekankan kesetiaan umat dalam menjalankan hukum Allah untuk memelihara hubungan dengan-Nya.
Catatan: tidak ada kutipan langsung panjang dari sumber-sumber tersebut karena pernyataan di atas dirangkum dari pandangan mereka secara umum. Namun, prinsip-prinsip utama seperti nilai damai sejahtera, ketertiban ritual, dan dampak hubungan dengan Tuhan sering dikaitkan dalam komentar mereka.
Kesimpulan singkat
Pahala persembahan kambing betina di hadapan Tuhan menegaskan bahwa ibadah umat Allah adalah tindakan yang teratur, penuh syukur, dan membangun damai dalam komunitas. Dari konteks ini, kita diajak memurnikan niat hati, hidup dalam ketaatan, dan menjaga persatuan sebagai wujud hidup yang berkenan di hadapan Tuhan.