Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 10:16 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 10:16 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Hata, maka dicahari Musa dengan selidiknya akan kambing jantan korban karena dosa itu, maka sesungguhnya telah dibakar habis akan dia. Maka sangatlah marah Musa akan Eliazar dan Itamar, anak-anak laki-laki Harun, yang lagi tinggal itu, katanya:
Imamat 10:16 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 10:16 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 9:3 (IDN) »
Lalu katakanlah kepada segala bani Israel ini: Ambillah oleh kamu seekor kambing jantan akan korban karena dosa, dan seekor anak lembu dan seekor anak domba, yang setahun umurnya dan tiada celanya, keduanya akan korban bakaran.

Imamat 9:15 (IDN) »
Setelah itu maka dipersembahkannya akan korban orang banyak, diambilnya kambing jantan itu akan korban karena dosa orang banyak, lalu disembelihkannya dan disediakannya akan korban karena dosa seperti yang pertama itu.

Keluaran 32:19 (IDN) »
Hata, apabila dihampirinya tempat orang banyak serta terlihatlah ia akan anak lembu dan akan orang ramai-ramai itu, maka bernyalalah amarah Musa, lalu dicampakkannya kedua loh batu itu dari dalam tangannya, dipecahkannya pada kaki bukit itu.
Imamat 10:16 dalam konteks ibadah dan tanggung jawab imam
Ayat ini berada dalam rangkaian kejadian ketika Nadab danAbihu, anak-anak Harun, mempersembahkan api yang tidak layak kepada Tuhan, sehingga mereka mati. Imam-imam yang tersisa, termasuk Eliazars dan Itamar, dihadapkan pada regulasi sakral yang berat: bagaimana mereka menindaklanjuti tugas-tugas korban dan pemurnian setelah pelanggaran serius. Ayat tersebut menyorot reaksi Musa terhadap kejadian tersebut dan menyingkap pentingnya menjaga kemurnian ritual serta tanggung jawab pemimpin rohani di hadapan Allah.
Pemaknaan pokok
Ayat 16 menegaskan bahwa setiap pelanggaran terhadap tata ibadah secara serius perlu ditelusuri dan diselesaikan dengan penuh kehati-hatian. Musa menelusuri kambing jantan korban karena dosa itu, menekankan bahwa unsur korban dipandang sebagai bagian dari penyucian umat, namun juga menunjukkan bahwa tindakan yang tidak patut menuntut respons tegas dari pemimpin yang diberi otoritas. Kisah ini menggambarkan batas antara anugerah Allah dan ketidakpastian manusia dalam pelayanan, serta pentingnya ketaatan penuh terhadap peraturan ilahi dalam menjaga kemuliaan-Nya di antara umat-Nya.
Tema utama
Rujukan terkait
Beberapa bagian lain yang berkaitan dengan tema ini memberi gambaran tentang tata cara korban dan respons kepemimpinan:
Renungan praktis
Ayat ini mengingatkan bahwa ibadah bukan sekadar upacara luar, tetapi kehidupan yang berjalan dalam ketaatan terus menerus kepada perintah Tuhan. Kepemimpinan rohani perlu menjaga kemurnian tindakan dan menegakkan disiplin yang adil ketika ada pelanggaran, sambil tetap mengingat tujuan utama: menyatakan kemuliaan Tuhan di tengah umat. Pembaca dapat merenungkan bagaimana sikap hormat kepada Allah membentuk cara kita beribadah, berkomunitas, dan saling bertanggung jawab.
Inti ringkas
Imamat 10:16 menegaskan perlunya penyelidikan dan penyelesaian yang tepat atas dosa dalam konteks korban dan ibadah. Musa menuntun Eliazar dan Itamar untuk menjaga kemurnian upacara dan menjaga integritas pelayanan imam. Intinya: ibadah yang sah memerlukan ketekunan, kepatuhan, serta disiplin yang adil bagi kemuliaan Allah.