Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 10:13 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 10:13 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka hendaklah kamu makan dia dalam tempat yang suci itu, karena ia itulah bahagian yang ditentukan bagimu dan bagi anak-anakmu laki-lakipun dari pada segala korban bakaran Tuhan, karena demikianlah firman-Nya kepadaku.
Imamat 10:13 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 10:13 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 2:3 (IDN) »
Maka barang yang tinggal dari pada persembahan makanan itu menjadi bahagian Harun dan anak-anaknya, ia itulah kesucian segala kesucian dari pada segala persembahan api kepada Tuhan.

Imamat 6:16 (IDN) »
Maka lebihnya akan dimakan oleh Harun dan oleh anak-anaknya, yaitu dimakan fatir pada tempat yang suci, pada halaman kemah perhimpunan hendaklah mereka itu makan dia.

Bilangan 18:10 (IDN) »
Hendaklah kamu makan dia bagaikan kesucian segala kesucian; segala orang laki-laki di antara kamu boleh makan dia; hendaklah ia itu suatu kesucian bagi kamu.
Interpretive Point utama
Imamat 10:13 menegaskan bahwa harta rohani yang khusus diberikan kepada umat Allah—bagian persembahan yang telah ditentukan untuk para imam dan keluarga mereka—harus diterima sebagai bagian suci dan diteruskan dengan kesetiaan. Ayat ini menekankan bahwa pelayanan ibadah memerlukan penghormatan yang tepat terhadap bagian yang telah ditetapkan Tuhan, bukan sekadar semangat korban yang berlimpah tanpa tata tertib.
Latar konteks sastra
Konteks pasal ini adalah kejadian sesudah korban api Nadab dan Abihu yang tidak layak di hadapan Tuhan, sehingga Moses menegaskan prosedur persembahan dan pembagian bagian bagi para imam. Ayat 13 menempatkan bagian suci bagi Harun dan penerusnya, menegaskan kehendak Allah bahwa bagian tertentu diserahkan untuk pekerjaan ibadah di tempat kudus. Pelajaran pentingnya adalah perlunya menjaga kekudusan dan perolehan bagian dari pekerjaan rohani menurut ketetapan ilahi, bukan menurut preferensi pribadi.
Signifikansi teologis
Pada inti teologi ayat ini adalah realitas persekutuan antara Tuhan, imam, dan umat-Nya melalui perizinan bagian khusus. Bagian yang ditetapkan bagi Imam dan keluarganya menegaskan bahwa gizi rohani disediakan oleh pemberian Tuhan melalui tugas ibadah. Ini juga menunjukkan bahwa ibadah tidak hanya soal niat baik, melainkan mengikuti tata tertib yang benar agar kemuliaan Tuhan dipERTahankan dalam persekutuan umat-Nya.
Hubungan dengan ayat-ayat lain
Penempatan bagian secara khusus menggarisbawahi bahwa pekerjaan ibadah adalah misi kudus yang membutuhkan ketaatan pada tata cara ilahi.
Pertanyaan refleksi singkat
Ringkasan praktis
Ayat ini mengajarkan bahwa kekudusan bagian pelayanan tidak kalah penting dari pelaksanaan ritual. Umat percaya diajak menghormati pembagian yang telah Tuhan tetapkan—bagian bagi imam dan keluarganya—sebagai pola kehidupan rohani yang terstruktur, sehingga amal ibadah membawa kemuliaan bagi Tuhan dan kesejahteraan komunitas.
Q&A singkat dengan referensi dari pakar klasik (warna inti)
Beberapa komentar kuno menekankan pentingnya ketetapan Tuhan dalam pembagian bagian persembahan. Mereka menekankan bahwa kealpaan terhadap tata tertib dapat membawa murka ilahi, sedangkan ketaatan menghasilkan keamanan rohani dan pemeliharaan kemurnian ibadah. Catatan: Ringkasan ini tidak menyalin kutipan panjang, namun menggambarkan arah umum yang diutarakan oleh penafsir klasik seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke.
Catatan singkat tentang kutipan langsung
Jika ada kutipan singkat dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke dalam edisi tertentu, akan dicantumkan secara eksplisit dengan konteks yang tepat. Pada ringkasan ini, fokusnya adalah pada inti interpretasi dan kaitannya dengan konteks Alkitab secara umum.