Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 10:14 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 10:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tetapi dada korban timangan dan bahu korban tatangan itu bolehlah kamu makan pada barang tempat yang suci, yaitu engkau dan anak-anakmu laki-laki dan perempuanpun sertamu, karena ia itu telah diberikan kepadamu dan kepada anak-anakmupun akan bahagianmu yang tentu dari pada segala korban syukur bani Israel.
Imamat 10:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 10:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Bilangan 18:11 (IDN) »
Maka dari pada segala persembahannya yang menjadi persembahan tatangan bagimu inilah: segala persembahan timang-timangan bani Israel telah Kukaruniakan kepadamu dan kepada anakmu laki-laki dan perempuanpun sertamu akan hukum yang kekal; barangsiapa yang suci dalam rumahmu itu boleh makan dia.

Keluaran 29:24 (IDN) »
Taruhlah dia di atas tangan Harun dan di atas tangan anak-anaknya laki-laki, maka hendaklah kautimangkan dia bagai korban timangan di hadapan hadirat Tuhan,

Imamat 7:29 (IDN) »
Katakanlah kepada bani Israel ini: Barangsiapa yang mempersembahkan korban syukur kepada Tuhan, hendaklah dipersembahkannya sendiri persembahan korban syukur itu kepada Tuhan.
Imamat 10:14 (IDN) – Dada korban timangan dan bahu korban tatangan
Gambar umum pasal ini adalah peringatan tentang penyucian dan bagian-bagian korban yang boleh dimakan, khususnya bagi imam dan umat yang berhak menerima bagian tertentu dari korbannya. Ayat ini menegaskan bahwa dada korban timangan dan bahu korban tatangan boleh dimakan di tempat yang suci, asalkan orang-orang yang diperkenankan ( Engkau, anak-anak laki-laki dan perempuanmu ) berada di sana bersama dengan mereka. Hak remah ini menegaskan adanya bagian yang diberikan kepada kaum-imam serta keluarganya, sebagai bagian dari persembahan syukur dan pemeliharaan rohani yang berkelanjutan.
Overview singkat
Ayat ini muncul dalam konteks tata ramuan persembahan genderang dan bagian-bagian korban yang boleh dimakan. Dada korban timangan dan bahu korban tatangan bukan bagian yang dibakar untuk dipersembahkan kepada Tuhan secara total; bagian itu diserahkan untuk dimakan oleh umat yang berhak sebagai bagian dari ibadah bersama dan persekutuan keluarga. Penegasan bahwa "ia itu telah diberikan kepadamu" menegaskan bahwa hak makan itu bukan karena kepemilikan pribadi, melainkan sebagai bagian dari perjanjian dan fasilitas ibadah yang Allah sediakan bagi umat-Nya.
Main pelajaran rohani
Inti pesan ayat ini adalah anugerah persekutuan umat Allah dalam ibadah. Dada dan bahu korban menandai bagian yang cukup penting dalam persembahan. Pemberian bagian kepada umat menunjukkan bahwa ibadah bukan sekadar tindakan individu yang menyembah, melainkan sebuah persekutuan keluarga dan komunitas yang menerima manfaat bersama. Ini juga mengingatkan kita bahwa pemberian Allah kepada umat-Nya lalu dipakai untuk memelihara komunitas dan keluarga-keluarga penderita serta pekerja rohani yang melayani di rumah-Nya.
Kait-kait Perjanjian dan Otoritas Imamat
Peraturan ini terkait dengan hak-hak kaum imam dan keluarga mereka. Allah dalam hukum-Imamat mengatur bagaimana bagian korban dibagikan: ada bagian yang dipakai untuk upah bagi imam, bagian untuk persembahan tertentu, dan bagian untuk dimakan bersama umat. Hal ini menunjukkan keseimbangan antara kemurnian ibadah dan kebutuhan praktis pelayanan rohani serta persekutuan umat.
Perbandingan dengan bagian lain
Aplikasi praktis bagi pembaca saat ini
Tempat persekutuan rohani tetap menekankan dimensi komunitas—bahwa ibadah tidak hanya urusan pribadi individu dengan Allah, melainkan juga persekutuan dengan saudara seiman. Dari ayat ini, kita belajar bahwa ada nilai memberi tempat bagi orang lain dalam layanan rohani dan kenyamanan keluarga yang terlibat dalam pemeliharaan iman bersama. Dalam gereja lokal, unsur pelayanan, kebersamaan, dan pembagian “bagian” (dibaca sebagai bagian dari sumbangan, dukungan pemimpin rohani, atau bantuan komunitas) tetap relevan untuk menjaga kelangsungan tugas pastoral serta kesejahteraan jemaat.
Cross-references yang relevan
- Imamat 7:28-36: menjelaskan bagian-bagian korban bagi imam dan umat, memperluas konteks pembagian bagian pada korban syukur. Penekanan pada peranan persembahan dalam sistem ibadah suci.
- Ulangan 18:1-5: menegaskan hak dan batas bagian bagi para imam dari hasil persembahan umat, menekankan pemeliharaan pelayanan rohani melalui bagian korban.
- Bilangan 18:8-11: menyoroti bagian-bagian yang disediakan untuk imam dan alat pelayannya serta batas-batas konsumsi di tempat kudus.
Penjelasan singkat: bagian-bagian ini menggambarkan hubungan antara ibadah, pemeliharaan komunitas, dan perlindungan ritual yang menjaga kesakralan persembahan.
Rangkuman
Imamat 10:14 menegaskan bahwa dada korban timangan dan bahu korban tatangan boleh dimakan oleh imam bersama keluarganya di tempat suci, sebagai bagian dari perjanjian Allah dengan umat-Nya. Ayat ini menekankan persekutuan dalam ibadah dan pemeliharaan rohani melalui bagian korban, serta menegaskan bahwa hak tersebut adalah bagian dari anugerah Allah kepada komunitas yang beribadah kepada-Nya.