Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 10:17 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 10:17 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Mengapa maka tiada kamu makan korban karena dosa itu pada tempat yang suci? karena ia itu kesucian segala kesucian adanya dan telah dikaruniakan kepadamu, supaya ditanggung olehmu akan kesalahan orang banyak itu dan kamu mengadakan gafirat atasnya di hadapan hadirat Tuhan.
Imamat 10:17 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 10:17 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Keluaran 28:38 (IDN) »
Maka hendaklah jamang itu pada dahi Harun, supaya diangkat Harun akan kesalahan segala benda yang suci yang dipersembahkan oleh bani Israel, segala persembahan mereka itu yang suci, maka pada sediakala jamang itu hendaklah pada dahinya, supaya diperolehnya keridlaan bagi mereka itu dari hadirat Tuhan.

Bilangan 18:1 (IDN) »
Sebermula, maka firman Tuhan kepada Harun: Bahwa engkau dan anak-anakmu dan isi rumah bapamupun sertamu akan menanggung kesalahan tempat suci, dan engkau dan anak-anakmupun sertamu akan menanggung kesalahan imamatmu.

Keluaran 28:43 (IDN) »
Maka tak akan jangan ia itu dipakai oleh Harun dan oleh anak-anaknya pada masa mereka itu masuk ke dalam kemah perhimpunan atau apabila mereka itu menghampiri mezbah akan berbuat bakti dalam tempat yang suci, supaya jangan mereka itu kena barang kesalahan serta mati dibunuh. Maka inilah akan menjadi suatu hukum baginya dan bagi benihnyapun kekal selama-lamanya.
Imamat 10:17 — Mengapa maka tiada kamu makan korban karena dosa itu pada tempat yang suci?
Inti interpretatif ayat ini menekankan perlunya menjaga kekhususan dan kesucian persembahan korban dosalah dalam sistem Taurat. Hosea keadilan, yang menekankan bahwa bagian yang paling suci dipersembahkan hanya untuk pengakuan dosa yang berat, memberi gambaran bagaimana Allah menuntut pemakaian yang tepat dari penebusan-Nya. Larangan makan korban karena dosa pada tempat suci menegaskan bahwa pengorbanan merupakan tindakan yang kudus dan tidak boleh diperlakukan ringan atau disalahgunakan.
Latar konteks sastra
Dalam Imamat, standar kesucian dan tata upacara ditetapkan secara gamblang agar umat Israel menghargai makna korban. Ketentuan tentang korban dosa menggarisbawahi bahwa pelanggaran serius menuntut penyucian khusus di hadapan Tuhan. Ayat ini menekankan bahwa sebagian besar bagian korban dosa adalah kesucian dan dikaruniakan untuk menjaga keutuhan komunitas melalui pengakuan, pemulihan, dan gafirat (penebusan) atas ketidaktaatan massa.
Makna teologis utama
Kesucian korban dosa tidak sekadar ritus, melainkan simbol hubung-hubungan antara manusia dan Allah yang retak karena pelanggaran. Karena korbannya adalah “kesucian segala kesucian,” bagian itu diserahkan agar dosa orang banyak ditanggung dan gafirat didatangkan di hadapan hadirat Tuhan. Ini menunjukkan bahwa solusi dosa bersifat transformatif, memulihkan hubungan dengan Tuhan melalui tindakan penebusan yang kudus.
Cross-references singkat
Konteks teologis dalam perjanjian lama
Ayat ini menuntun pembaca memahami bagaimana Allah memandang dosa massa secara serius, sekaligus menyediakan mekanisme untuk pemulihan. Penekanan pada tempat “yang suci” mengindikasikan bahwa Allah berkenan pada penyucian yang nyata dan bukan sekadar formalitas. Perasaan beratnya konsekuensi dosa memerlukan respons yang melibatkan penempatan korban di tempat yang layak dan persiapan bagi umat untuk menerima belas kasihan-Nya.
Pertanyaan refleksi
Kesimpulan singkat
Imamat 10:17 menggarisbawahi bahwa korbankorban dosa pada tempat yang suci adalah simbol penyucian dan penebusan yang tidak bisa dioutkan sebagai bagian biasa dari ibadah. Kewajiban menjaga kekudusan menunjukkan kasih Tuhan yang menyediakan jalan pemulihan bagi umat-Nya melalui mekanisme yang telah ditetapkan, sehingga kesalahan banyak ditanggung dan gafirat didapatkan di hadirat-Nya.
Catatan kutipan eksplisit (ejekan singkat): “kesucian segala kesucian” adalah frasa kunci dalam teks asli; kutipan langsung dari penafsir terdahulu tidak disertakan secara panjang lebar dalam bagian ini demi menjaga orisinalitas bahasa Indonesia sekarang.