Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 2:1 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 2:1 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka jikalau barang seorang mempersembahkan kepada Tuhan suatu persembahan makanan, maka persembahan itu hendaklah dari pada tepung halus, disirami olehnya dengan minyak dan disertakan kemenyan.
Imamat 2:1 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 2:1 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 6:14 (IDN) »
Maka inilah syarat persembahan makanan: Ia itu akan dipersembahkan oleh anak-anak Harun di hadapan hadirat Tuhan, di hadapan mezbah.

Wahyu 8:3 (IDN) »
Maka datanglah seorang malaekat yang lain serta berdiri di sisi tempat persembahan itu, sambil memegang perukupan emas, maka dikaruniakanlah kepadanya beberapa banyak kemenyan, supaya ia dapat mempersembahkan dia itu bersama-sama dengan doa segala orang suci di atas tempat persembahan emas yang di hadapan arasy itu.

Yesaya 66:20 (IDN) »
Maka mereka itu akan menghantar segala saudaramu dari pada segala bangsa itu akan persembahan kepada Tuhan, dengan mengendarai kuda dan rata dan unta berpelana dan bagal dan kuda semberani, sampai ke bukit kesucian-Ku, yaitu ke Yeruzalem, demikianlah firman Tuhan, selaku bani Israel membawa persembahan makanan dalam bejana yang suci ke dalam rumah Tuhan.
Imamat 2:1 (IDN) — Persembahan Makanan yang Dipersembahkan kepada Tuhan
Setting seketika itu: Pasal ini membuka bab tentang persembahan korban makanan Israel di dalam kemah suci. Ayat ini menjelaskan syarat bagi persembahan makanan yang dipersembahkan kepada Tuhan, menekankan unsur-unsur material yang dipakai sebagai persembahan: tepung halus, minyak, dan kemenyan. Persembahan seperti ini terutama terkait dengan persembahan bakaran secara menyertai, namun disediakan sebagai bagian dari ibadah rutin, tidak untuk korban yang hanya berupa hewan.
Apa yang dimaksud teks ini tentang Allah dan iman: Ayat ini menunjukkan bahwa penyembahan kepada Tuhan memiliki bentuk yang teratur, terukur, dan berangkat dari sesuatu yang paling sederhana: tepung halus yang diolah dengan minyak dan disertai kemenyan. Allah menginginkan ibadah yang tulus, terencana, dan terhormat, dengan unsur aroma yang menyatakan pemujaan yang harum di hadirat-Nya. Pemberian ini juga mengajarkan bahwa segala sesuatu yang dipersembahkan milik Tuhan, dan manusia dipanggil untuk menyerahkan bagian terbaik dari pekerjaan tangannya sebagai bagian dari ibadah sehari-hari.
Kata kunci dan gambaran simbolik:
Hubungan dengan bagian lain Kitab Suci: Perikop ini sejalan dengan prinsip umum negara persembahan di Imamat yang menekankan ketelitian, kemurnian, dan tujuan ibadah kepada Tuhan. Penjelasan mengenai unsur persembahan menyiratkan bahwa bukan hanya ukuran, tetapi juga niat hati dan kepatuhan terhadap perintah Allah yang dihargai. Beberapa ayat terkait yang relevan antara lain:
Cuplikan pandangan tokoh-tokoh berkemasyhuran (komentar berbahasa lama): Ringkasan pandangan umum para komentator klasik menekankan bahwa persembahan berupa tepung halus dengan minyak dan kemenyan menunjukkan aspek kesederhanaan yang disalurkan melalui penyembahan, serta pentingnya kehormatan Allah melalui perincian ritus. Catatan: tidak mengutip panjang teks asli, namun memberi gambaran bahwa unsur-unsur ini menunjukkan keseimbangan antara kerja manusia dan kehadiran ilahi dalam ibadah.
Rujukan silang yang relevan:
Penerapan bagi hidup sehari-hari: Pelajari bahwa ibadah sejati melibatkan persiapan hati dan tindakan yang teratur. Seperti tepung halus yang disiapkan dengan minyak, iman kita perlu diproses—diperindah oleh kasih, disertai doa yang sungguh-sungguh, dan disertai puji-pujian yang dihargai Tuhan. Dalam konteks moden, persembahan bukan sekadar ritual luar, melainkan bentuk pelayanan yang dimulai dari pekerjaan yang kita lakukan dengan integritas, dijadikan persembahan bagi Tuhan melalui sikap hati yang rendah hati dan taat pada perintah-Nya.
Quotable notes: Beberapa komentator berpendapat bahwa unsur-unsur ritual ini menekankan kehormatan Allah melalui setiap elemen persembahan, sebagai bagian dari hidup beribadah yang semestinya terarah kepada Tuhan.