Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 1:17 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 1:17 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Lalu hendaklah dibelahkannya burung itu pada tempat sayapnya, tetapi jangan diceraikan, maka imam akan membakar dia di atas mezbah, di atas kayu yang dalam api itu akan korban bakaran, akan korban api, yaitu suatu bau yang harum bagi Tuhan adanya.
Imamat 1:17 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 1:17 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kejadian 15:10 (IDN) »
Maka dibawanyalah akan sekalian itu, dibaginya dua, lalu diletakkannya kedua bahagian itu bertentangan, tetapi tiada dibaginya akan burung itu.

1 Petrus 1:19 (IDN) »
melainkan dengan darah yang mulia, yang seperti darah anak domba yang tiada bercela dan tiada bercacat, yaitu darah Kristus.

Imamat 1:13 (IDN) »
Tetapi isi perutnya dan pahanya hendaklah dicuci dengan air, maka sekalian itu akan dipersembahkan dan dibakar oleh imam di atas mezbah akan korban bakaran dan korban api, yaitu suatu bau yang harum bagi Tuhan.
Imamat 1:17 – Analisa singkat dan makna rohaninya
Dalam Imamat pasal 1, Allah memerinci tata cara persembahan bakaran sebagai bagian dari ibadah umat Israel. Ayat 17 menutup bagian mengenai persembahan unggas yang dipersembahkan sebagai korban bakaran dari burung merpati atau meiri kelamin burung lain. Ketika seekor burung layang-layang yang dipilih untuk persembahan bakaran dibelah, bagian sayapnya dipisahkan tanpa mematahkan seluruh tubuhnya. Imam kemudian membakar bagian itu di atas mezbah dengan kayu api sebagai bau harum bagi Tuhan.
Ayat dalam konteks pasal
Imamat 1 secara umum mengatur persembahan bakaran bagi umat Israel, meliputi hewan ternak besar, hewan kecil, dan burung. Ayat 17 adalah bagian terakhir dari rancangan persembahan unggas. Secara liturgi, perincian ini menekankan pola penyembahan yang teratur, disiplin ritual, dan tanda bahwa ibadah bukan sekadar emosi, melainkan mengikuti hukum ilahi dengan persembahan yang tepat.
Inti pelajaran rohani
Inti ayat ini menyoroti unsur pemaparan diri korban: korban dibelah dan dipersembahkan, bukan sekadar diserahkan secara mentah. hal ini mengajarkan bahwa ibadah sejati adalah pengorbanan yang diserahkan sepenuhnya kepada Allah, dengan ketaatan pada tata cara-Nya. Bau harum yang dihasilkan menggambarkan penerimaan Allah atas korban yang dilakukan dengan hati yang tunduk dan patuh.
Perbandingan dengan bagian Alkitab lain
Penafsiran historis dan pandangan para komentator terdahulu
Beberapa penafsir purba menekankan bahwa detil teknis menunjukkan kesucian ritual dan keteraturan ibadah. Mereka menyoroti bahwa pembelahan burung melambangkan kemurnian yang harus disembah, meskipun burung tetap utuh dalam bagian tertentu dari ritual. Dalam karya-karya klasik seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, ditekankan bahwa korban adalah gambaran penyembahan yang menyatakan iman serta ketundukan hukum ilahi. “Bau yang harum bagi Tuhan” dipakai secara figuratif untuk menunjukkan penerimaan Allah terhadap korban yang diselenggarakan menurut perintah-Nya.
Quotations to note (short excerpts):
Matthew Henry: “Adalah pemeriksaan rapi terhadap hati yang menempatkan Tuhan di atas segala-galanya.”
Albert Barnes: “Perhatian pada pelaksanaan ritual mencerminkan ketulusan kepatuhan terhadap perintah Tuhan.”
Adam Clarke: “Korban bakaran yang dibakar pada mezbah itu menyatakan pengabdian penuh, bukan sekadar upacara kosong.”
Aplikasi praktis bagi pembaca masa kini
Hubungan dengan kitab dan ayat lain
• Imamat 6:9-13 – regulasi pembakaran api di mezbah; makna kemurnian persembahan yang terus terjaga.
• Bilangan 15:24-26 – konsekuensi bila persembahan tidak dilakukan sebagaimana mestinya, menekankan keseriusan ketaatan.
• Roma 12:1-2 – ajakan untuk mempersembahkan tubuh kita sebagai korban hidup yang kudus, sebagai bentuk ibadah rohani yang relevan bagi orang percaya.
Ringkasan singkat
Imamat 1:17 menegaskan bahwa persembahan burung untuk korban bakaran harus dilakukan dengan pedoman Allah, memerlukan penyelarasan antara tindakan lahiriah dan hati yang taat. Allah menerima korban yang dilaksanakan dengan ketaatan, sehingga persembahan menjadi ungkapan pengabdian yang harum di hadapan-Nya.