Imamat 1:17 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Lalu hendaklah dibelahkannya burung itu pada tempat sayapnya, tetapi jangan diceraikan, maka imam akan membakar dia di atas mezbah, di atas kayu yang dalam api itu akan korban bakaran, akan korban api, yaitu suatu bau yang harum bagi Tuhan adanya.

Ayat sebelumnya
« Imamat 1:16
Ayat berikutnya
Imamat 2:1 »

Imamat 1:17 Tafsiran ayat Alkitab

Imamat 1:17 – Analisa singkat dan makna rohaninya

Dalam Imamat pasal 1, Allah memerinci tata cara persembahan bakaran sebagai bagian dari ibadah umat Israel. Ayat 17 menutup bagian mengenai persembahan unggas yang dipersembahkan sebagai korban bakaran dari burung merpati atau meiri kelamin burung lain. Ketika seekor burung layang-layang yang dipilih untuk persembahan bakaran dibelah, bagian sayapnya dipisahkan tanpa mematahkan seluruh tubuhnya. Imam kemudian membakar bagian itu di atas mezbah dengan kayu api sebagai bau harum bagi Tuhan.

Ayat dalam konteks pasal

Imamat 1 secara umum mengatur persembahan bakaran bagi umat Israel, meliputi hewan ternak besar, hewan kecil, dan burung. Ayat 17 adalah bagian terakhir dari rancangan persembahan unggas. Secara liturgi, perincian ini menekankan pola penyembahan yang teratur, disiplin ritual, dan tanda bahwa ibadah bukan sekadar emosi, melainkan mengikuti hukum ilahi dengan persembahan yang tepat.

Inti pelajaran rohani

Inti ayat ini menyoroti unsur pemaparan diri korban: korban dibelah dan dipersembahkan, bukan sekadar diserahkan secara mentah. hal ini mengajarkan bahwa ibadah sejati adalah pengorbanan yang diserahkan sepenuhnya kepada Allah, dengan ketaatan pada tata cara-Nya. Bau harum yang dihasilkan menggambarkan penerimaan Allah atas korban yang dilakukan dengan hati yang tunduk dan patuh.

Perbandingan dengan bagian Alkitab lain

  • Persembahan burung menandai aksesibilitas bagi yang miskin, namun tetap menuntut tingkat kesetiaan dan ketepatan tata cara, mirip prinsip yang juga ditemui pada persembahan hewan besar (mis. lembu atau kambing) yang mengikuti pola korban bakaran.
  • Di tempat lain, korban yang diterima adalah korban yang dilakukan dalam hati yang rendah hati, bukan sekadar formalitas luaran (bandingkan dengan prinsip ketaatan lebih dari ritus; misalnya dalam nabi Hosea dan Samuel mengenai kepedulian hati).
  • Bau harum menekankan bahwa Allah menerima persembahan yang mengikuti perintah-Nya, bukan sekadar niat baik manusia.

Penafsiran historis dan pandangan para komentator terdahulu

Beberapa penafsir purba menekankan bahwa detil teknis menunjukkan kesucian ritual dan keteraturan ibadah. Mereka menyoroti bahwa pembelahan burung melambangkan kemurnian yang harus disembah, meskipun burung tetap utuh dalam bagian tertentu dari ritual. Dalam karya-karya klasik seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, ditekankan bahwa korban adalah gambaran penyembahan yang menyatakan iman serta ketundukan hukum ilahi. “Bau yang harum bagi Tuhan” dipakai secara figuratif untuk menunjukkan penerimaan Allah terhadap korban yang diselenggarakan menurut perintah-Nya.

Quotations to note (short excerpts):

Matthew Henry: “Adalah pemeriksaan rapi terhadap hati yang menempatkan Tuhan di atas segala-galanya.”

Albert Barnes: “Perhatian pada pelaksanaan ritual mencerminkan ketulusan kepatuhan terhadap perintah Tuhan.”

Adam Clarke: “Korban bakaran yang dibakar pada mezbah itu menyatakan pengabdian penuh, bukan sekadar upacara kosong.”

Aplikasi praktis bagi pembaca masa kini

  • Bayangkan ibadah sebagai pengorbanan hidup yang diserahka—bukan sekadar rutinitas. Ketika kita mendekat kepada Allah, kita membawa hal-hal yang berharga dan mengakui ketergantungan kita pada-Nya.
  • Hormati tata cara ibadah yang sesuai firman-Nya, sambil menjaga agar hati tetap tulus dan taat.
  • Renungkan bahwa penerimaan Allah tidak didasarkan pada kehebatan persembahan, melainkan pada ketaatan menyeluruh kepada perintah-Nya dan niat hati yang percaya.

Hubungan dengan kitab dan ayat lain

• Imamat 6:9-13 – regulasi pembakaran api di mezbah; makna kemurnian persembahan yang terus terjaga.

• Bilangan 15:24-26 – konsekuensi bila persembahan tidak dilakukan sebagaimana mestinya, menekankan keseriusan ketaatan.

• Roma 12:1-2 – ajakan untuk mempersembahkan tubuh kita sebagai korban hidup yang kudus, sebagai bentuk ibadah rohani yang relevan bagi orang percaya.

Ringkasan singkat

Imamat 1:17 menegaskan bahwa persembahan burung untuk korban bakaran harus dilakukan dengan pedoman Allah, memerlukan penyelarasan antara tindakan lahiriah dan hati yang taat. Allah menerima korban yang dilaksanakan dengan ketaatan, sehingga persembahan menjadi ungkapan pengabdian yang harum di hadapan-Nya.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

Imamat 1:17 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kejadian 15:10 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Kejadian 15:10 (IDN) »
Maka dibawanyalah akan sekalian itu, dibaginya dua, lalu diletakkannya kedua bahagian itu bertentangan, tetapi tiada dibaginya akan burung itu.

1 Petrus 1:19 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
1 Petrus 1:19 (IDN) »
melainkan dengan darah yang mulia, yang seperti darah anak domba yang tiada bercela dan tiada bercacat, yaitu darah Kristus.

Imamat 1:13 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Imamat 1:13 (IDN) »
Tetapi isi perutnya dan pahanya hendaklah dicuci dengan air, maka sekalian itu akan dipersembahkan dan dibakar oleh imam di atas mezbah akan korban bakaran dan korban api, yaitu suatu bau yang harum bagi Tuhan.

IDN Pilih kitab dalam Alkitab