Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 1:6 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 1:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Lalu hendaklah dikulitinya korban bakaran itu dan dipotongnya berpenggal-penggal.
Imamat 1:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 1:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 7:8 (IDN) »
Maka imam yang mempersembahkan korban bakaran barang seorang, ia itu akan mempunyai kulit korban bakaran yang telah dipersembahkannya.

Kejadian 3:21 (IDN) »
Maka diperbuat Tuhan Allah akan Adam dan Hawa itu sarung dari pada kulit, lalu dikenakan-Nya pada mereka itu.
Imamat 1:6 (IDN) — Potong-potong korban bakaran
Gambaran pertama mengenai korban bakaran dalam Imamat menuntun pembaca kepada pemahaman tentang kemurnian ibadah dan ketaatan yang lahir dari hubungan dengan Allah. Ayat ini menunjukkan tahap persiapan korban oleh imam atau pendeta yang menuntun umat Israel untuk menghampiri hadirat-Nya dengan tugas yang teliti dan penuh hormat.
Ayat dalam konteks pasal
Pada pasal ini, Allah memberikan instruksi rinci mengenai bagaimana korban bakaran harus dipersembahkan. Setelah penyembelihan, korban dipersiapkan dengan teliti agar keseluruhan korban menjadi persembahan yang menyenangkan di hadapan-Nya. Pengulitan, pemotongan, dan persiapan potongan-potongan daging menunjukkan bahwa ibadah tidak sekadar niat hati, tetapi melibatkan tindakan yang teratur dan patuh pada perintah-Nya.
Pemain utama dalam ayat
Pelajaran rohani utama
Inti dari ayat ini adalah disiplin ibadah. Allah memerintah dengan rapi agar umat melihat bahwa penyembahan tidak boleh sembarangan; itu menuntut ketaatan yang berkeutuhan. Pengulitan dan pemotongan menunjukkan bahwa korban itu milik Tuhan sepenuhnya, bukan bagian yang ditambal-tambal atau dipakai sesuk hati. Ibadah yang benar menempatkan Tuhan di pusat, menuntut kemurnian, dan mengingatkan manusia akan harga penebusan yang ditawarkan-Nya.
Narasi komparatif dengan bagian kitab lain
Dalam Perjanjian Lama, pola penyembahan yang teliti muncul berulang, seperti pada Korban di Bilangan 29:39 dan Imamat 6–7, yang menekankan ketepatan kata-kata, urutan, dan pengakuan manusia terhadap kesalahan. Di Perjanjian Baru, pemikiran tentang korban beralih dari hewan ke bentuk pengorbanan hidup dalam Kristus; makna inti tetap bahwa penyembahan sejati melibatkan disiplin, ketaatan, dan pengorbanan diri (Roma 12:1-2; Ibrani 10:5-10). Ayat ini menyiapkan pola teologi bahwa ibadah layak ketika dikerjakan dengan hati yang tunduk kepada kehendak Tuhan, bukan sekadar ritual kosong.
Refleksi praktis untuk hidup sehari-hari
Belajar dari ayat ini, kita diajak untuk melihat bagaimana kita mempersiapkan penyembahan kita sendiri. Pertimbangkan: apakah doa, pujian, dan pelayanan kita mencerminkan komitmen total kepada Tuhan? Apakah bagian-bagian hidup kita—kata-kata, waktu, harta—diserahkan kepada kehendak-Nya dengan disiplin yang sama seperti pengulitan dan pemotongan korban? Ibadah sejati menuntun kita kepada hidup yang patuh kepada firman-Nya.
Cross-reference singkat
- Mazmur 51:16-17 menekankan bahwa Tuhan tidak menyukai korban yang hanya sekadar ritual tanpa hati yang bertobat. - Ibrani 10:5-10 merangkum gagasan bahwa kebaktian yang benar datang melalui pengorbanan diri dalam Kristus. - Roma 12:1-2 mengajak pembaca untuk mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada Allah.
Penjelasan singkat: Mazmur menyoroti motivasi hati, Ibrani menegaskan makna pengorbanan yang dinubuatkan dalam Kristus, dan Roma mengembangkan konsekuensi praktis bagi hidup iman kita sekarang.
Penutup dan ringkasan
Imamat 1:6 menegaskan bahwa ibadah yang benar memerlukan tindakan yang teratur dan hati yang tunduk kepada Tuhan. Pengulitan dan pemotongan korban bakaran melambangkan kemurnian komitmen—segala milik kita dipersembahkan kepada Allah. Dari pewahyuan ini, kita belajar bahwa kedalaman ibadah berseiring dengan ketaatan yang disiplin, persiapan yang teliti, dan pengakuan bahwa hidup kita adalah persembahan bagi-Nya.
Quotations from classic commentators (ringkas):
Matthew Henry menekankan bahwa bagian tubuh korban yang diserahkan menggambarkan ketaatan yang menyeluruh kepada hukum Allah. Albert Barnes menyoroti kebijakan ritual sebagai bagian dari pengajaran iman Israel yang hidup. Adam Clarke menambahkan bahwa persiapan yang rapi mencerminkan kemurnian hati yang diinginkan Allah pada ibadah. (Catatan umum: kutipan lengkap tidak diulang di bawah, namun nuansa pendapat mereka terintegrasi dalam analisis di atas.)