Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 1:10 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 1:10 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka jikalau persembahannya dari pada binatang yang kecil, seperti domba atau kambing akan korban bakaran, maka hendaklah dipersembahkannya seekor jantan yang tiada celanya.
Imamat 1:10 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 1:10 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kejadian 8:20 (IDN) »
Maka diperbuatlah oleh Nuh akan sebuah mezbah bagi Tuhan, diambilnyalah dari pada segala binatang yang halal dan dari pada segala unggas yang halal, lalu dipersembahkannya korban bakaran di atas mezbah itu.

Kejadian 4:4 (IDN) »
Maka oleh Habelpun dibawa akan kambing-kambingnya yang sulung serta dengan tambunnya. Maka berkenanlah Tuhan akan Habel dengan persembahannya,

Keluaran 12:5 (IDN) »
Maka hendaklah diambil olehmu seekor anak domba yang tiada celanya, yaitu jantan yang setahun umurnya, maka dari pada segala domba atau dari pada segala kambing hendaklah kamu ambil akan dia.
Imamat 1:10 — Korban Bakaran dari Binatang Kecil yang Sehat
Inti interpretatif dari ayat ini menegaskan bahwa persembahan bakaran dari hewan kecil, seperti domba atau kambing, haruslah seekor jantan yang tidak bercacat. Ketetapan ini menekankan kesempurnaan korban sebagai tindakan ibadah kepada Tuhan, menunjukkan ketulusan dan kemurnian hati umat Israel dalam mendekatkan diri kepada-Nya.
Latar literer dan konteks
Bagian ini berfungsi dalam susunan hukum ritual Imamat, di mana umat Israel diajarkan bagaimana persembahan harus disiapkan. Ketentuan mengenai ciri korban—jenis hewan, jenis kelamin, dan tanpa cacat—membantu menjaga kemurnian simbolik korban dan mendorong ketepatan tata ibadah. Ayat ini spesifik untuk korban bakaran (olah bakaran) yang seluruhnya dipersembahkan kepada Tuhan, berbeda dengan persembahan lain yang memiliki bagian yang dipakai untuk korban tertentu atau untuk makan bersama suku umat.
Makna teologis utama
Korban yang dipersembahkan tanpa cela mencerminkan kualitas hubungan manusia dengan Tuhan: hanya yang sempurna secara simbolis—secara hukum dan simbolik—yang layak menjadi persembahan. Ini bukan sekadar masalah standar fisik, melainkan pendalaman iman bahwa umat menyerahkan yang terbaik sebagai respons atas anugerah Tuhan. Ketelitian ini mengajar kepatuhan, kemurnian, dan penyerahan diri kepada kehendak Allah.
Kaitan dengan tokoh-tokoh teologis klasik
Para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa spesifiknya syarat korban menunjukkan nilai kesempurnaan sebagai gambaran kedudukan moral yang diminta Tuhan. Secara umum, mereka menyoroti bahwa hukum korban adalah cermin kebutuhan manusia akan penyucian dan penyerahan total kepada Allah. Quotation notes: tidak ada kutipan panjang langsung yang disertakan; jika ada bagian singkat yang relevan dari mereka, hanya kutipan pendek yang diingat adalah umum tentang “corban tanpa cacat” dan iman yang benar dalam ibadah.
Kaitkan dengan bagian lain Alkitab
Penjelasan singkat: perikop ini menegaskan prinsip bahwa ibadah yang berkenan kepada Tuhan adalah ibadah yang dilakukan dengan disiplin ritual yang akurat dan hati yang tulus dalam menyerahkan yang terbaik bagi-Nya.
Pertanyaan refleksi
Kesimpulan singkat
Ayat ini menekankan bahwa ibadah yang layak kepada Allah adalah ibadah yang menyertakan kemurnian dan kualitas terbaik dalam persembahan. Dalam konteks Perjanjian Lama, itu berarti seekor domba atau kambing jantan yang tidak cacat. Dalam pengajaran baru, ketulusannya menunjuk pada kedalaman iman dan penyucian melalui karya Kristus, yang menggenapi pola korban dengan kesempurnaan-Nya.