Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 1:2 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 1:2 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Sampaikanlah kepada bani Israel perkataan ini: Jikalau barang seorang dari pada kamu hendak mempersembahkan kepada Tuhan suatu persembahan dari pada segala binatangnya, maka patutlah dipersembahkannya dari pada lembu atau kambingnya.
Imamat 1:2 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 1:2 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 22:18 (IDN) »
Katakanlah kepada Harun dan kepada anak-anaknya dan kepada segala bani Israel ini: Barangsiapapun baik dari pada isi rumah Israel atau yang menumpang di antara orang Israel seperti orang dagang, jikalau ia hendak mempersembahkan suatu persembahan seperti segala nazarnya dan segala persembahan dari ridla hatinya, yang hendak dipersembahkannya kepada Tuhan akan korban bakaran;

Kejadian 4:5 (IDN) »
tetapi akan Kain dengan persembahannya tiada Allah berkenan. Lalu marahlah sangat Kain itu serta mukanyapun tunduklah.

Kejadian 4:3 (IDN) »
Maka sekali peristiwa, pada kesudahan tahun, dibawa oleh Kain akan hasil tanah akan persembahan kepada Tuhan.
Imamat 1:2 - Gambaran Umum Penyajian Persembahan dari Binatang
Ayat pembuka kitab Imamat menyajikan panggilan Allah kepada umat Israel untuk mempersembahkan korban. Pesan ini menegaskan bahwa persembahan kepada Tuhan harus datang dari kehendak dan sumber yang tepat: dari hewan ternak yang dipakai sebagai korban bakaran. Ayat ini menempatkan fondasi ibadah mereka pada tindakan yang konkret, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan di hadapan Allah yang menuntut kesucian serta kedaulatan-Nya atas segala ciptaan-Nya.
Pembacaan ayat dalam konteks babnya
Imamat 1 berfokus pada tata cara persembahan bakaran bagi umat Israel. Allah memerinci persyaratan korban dari lembu, kambing, atau domba, beserta persiapan, penyembahan, dan pemotongannya. Ayat ini membuka prosedur resmi yang menetapkan bahwa penyembahan bukan sekadar niat hati, melainkan tindakan lahiriah yang membawa makna kekudusan dan memuliakan nama Tuhan.
Pemahaman inti ayat
Pernyataan ini menegaskan dua hal: (1) Allah telah berfirman kepada Israel melalui pemimpin dan majestatis-Nya; (2) persembahan harus berasal dari binatang milik sendiri, menunjukkan biaya, komitmen, dan ketulusan korban. Pada level teologis, persembahan adalah respons terhadap anugerah Tuhan dan tanda ketaatan umat kepada hukum-Nya.
Pelajaran rohani utama
Perbandingan dengan bagian terkait
Beberapa bagian lain dalam Imamat menekankan kualitas korban seperti tidak bercacat (Imamat 1:3–9), menunjukkan bahwa bentuk fisik persembahan menyiratkan iman dan kepatuhan hati. Dalam perjanjian-perjanjian lain, prinsip serupa muncul: ibadah yang berkenan Allah adalah ibadah yang disertai dengan integritas hidup dan ketaatan kepada firman-Nya (lihat juga Mazmur 40:6–8; Ibrani 10:5–10).
Referensi silang (ringkas dan relevan)
1) Mazmur 40:6-8 — menekankan kesiapan hati dan ketaatan yang bukan hanya pada ritual lahiriah. 2) Ibrani 10:5–10 — menunjukkan fulfillment salib Kristus sebagai penyempurnaan ibadah yang memenuhi arti persembahan. 3) Imamat 6:9 dan pasal-pasal berikutnya — menguraikan detail pelaksanaan persembahan, menggarisbawahi bahwa tindakan korban mengarah pada kemurnian ritus dan hidup.
Aplikasi praktis untuk pembaca abad ini
Di tengah ritus kemurnian dan seremonial, prinsip inti tetap relevan: ibadah yang berkenan kepada Tuhan lahir dari inti hati yang berkomitmen. Pikirkan persembahan bukan sekadar tindakan lahiriah, tetapi respons hidup yang mencerminkan kepemilikan Tuhan atas segala yang dimiliki, waktu, bakat, serta prioritas hidup kita.
Ringkasan
Ayat ini memperkenalkan pola persembahan yang harus berasal dari kepemilikan pribadi umat, menampilkan ketaatan, kemurnian, dan kemuliaan Allah. Melalui relasi dengan bagian lain Imamat dan Perjanjian Baru, kita melihat bahwa inti ibadah adalah ketulusan hati yang menyatakan Tuhan sebagai Tuhan atas segala milik kita. Persembahan secara fisik menunjang makna rohani: pengakuan atas kasih karunia Allah dan penyerahan hidup secara menyeluruh.