Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 1:15 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 1:15 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka imam akan membawa dia kepada mezbah dan memulaskan kepalanya, lalu membakar dia di atas mezbah dan darahnya hendak diperah kepada dinding mezbah.
Imamat 1:15 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 1:15 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 5:8 (IDN) »
Maka hendaklah dibawanya akan dia kepada imam, yang akan mengorbankan dahulu yang telah ditentukan bagi korban karena dosa, dipulaskannya kepalanya dekat dengan lehernya, tetapi jangan diceraikannya dari padanya.

Mazmur 69:1 (IDN) »
Mazmur Daud bagi biduan besar, pada Sosyanim. (69-2) Lepaskanlah kiranya aku, ya Allah! karena air telah naik sampai kepada jiwaku.

Mazmur 22:1 (IDN) »
Mazmur Daud bagi biduan besar, pada Ayalet Hasyakhar. (22-2) Ya Allahku! ya Allahku! mengapa Engkau telah meninggalkan aku? dan jauh Engkau dari pada menolong aku dan dari pada bunyi peraungku.
Imamat 1:15 – Menyembuhkan Niat Kurban melalui Pengolahan Hewan Korban
Inti interpretatif ayat ini adalah gambaran praktik ritual yang menjelaskan bagaimana persembahan korban oleh imam dilakukan secara teliti hingga tuntas. Imam membawa korban ke mezbah, memulaskan kepalanya, membakar dagingnya di atas mezbah, dan memerah darahnya ke dinding mezbah. Jelas bahwa setiap langkah memiliki makna sakral: tindakan imam menunjukkan ketaatan umat kepada Allah, pemusatan ibadah pada korban yang dipersembahkan, dan konsekuensi penebusan melalui kebersihan ritual yang tercatit dalam tata ibadah bangsa Israel.
Konteks Sastra dan Tata Ibadah
Ayat ini berada dalam bagian hukum korban bakaran, yang menekankan disiplin ritual untuk mengungkapkan pengakuan dosa, syukur, dan ketaatan kepada Allah. Imam sebagai wakil umat bertugas melaksanakan langkah-langkah konkret yang memperlihatkan bahwa ibadah tidak hanya niat batin, tetapi juga tindakan nyata yang melibatkan pengorbanan dan kurban yang diserahterimakan kepada Allah.
Makna Teologis
Beberapa poin teologis muncul di sini:
Rujukan Penafsiran dari Tokoh-Tokoh PD lama
Sejalan dengan pola tradisional tafsiran, para penafsir seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa tindakan imam menunjukkan ketertiban ibadah dan kepatuhan umat kepada hukum Allah. Mereka menekankan bahwa setiap langkah memiliki tujuan simbolik—pengakuan dosa, penyerahan hidup, dan penerimaan oleh Allah. Catatan singkat mengenai kutipan langsung: Henry, Barnes, dan Clarke secara umum menggambarkan bahwa tata ibadah korban menuntut kepatuhan penuh dalam persembahan sesuai peraturan hukum Musa.
Hubungan dengan Kitab Lain
Rujukan silang yang relevan:
Penjelasan singkat: kaitan ini menegaskan kesinambungan tema penebusan melalui masa lalu (perjanjian lama) dengan pemenuhan makna penebusan dalam konteks iman berbahasa Perjanjian Baru.
Pertanyaan untuk Renungan
Kesimpulan Singkat
Ayat ini menekankan bahwa persembahan yang benar melibatkan tindakan imam sebagai wakil umat: lewat langkah-langkah yang teratur—pemulasan kepala, pembakaran, dan keluarnya darah ke dinding mezbah—Allah menerima korban sebagai bagian dari hubungan-Nya dengan umat. Praktik ini menegaskan keduanya: ketaatan pada tata ibadah dan makna penebusan yang menuntun umat kepada kedekatan dengan Allah melalui darah korban yang dipersembahkan.