Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 2:16 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 2:16 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka bahagian persembahan dari pada gandum yang ditumbuk dan dari pada minyak serta dengan segala kemenyan itu akan dibakar oleh imam bagi persembahan api kepada Tuhan.
Imamat 2:16 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 2:16 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 61:1 (IDN) »
Bahwa Roh Tuhan Hua adalah padaku, sebab telah dilantik Tuhan akan daku, supaya aku membawa kabar selamat kepada orang yang teraniaya; disuruhnya aku mengobati orang yang pecah hatinya, dan berseru-seru kelepasan bagi orang yang tertawan dan kebukaan penjara bagi orang yang terbelenggu.

Yesaya 11:2 (IDN) »
Maka di atasnya akan berhenti Roh Tuhan, yaitu Roh hikmat dan akal, Roh bicara dan kuat, Roh pengetahuan dan takut akan Tuhan.

Roma 8:26 (IDN) »
Demikian juga Roh itu pun menolong pada kelemahan kita. Karena tiada kita tahu akan barang yang hendak kita pohonkan dengan sepatutnya; melainkan Roh itu sendiri memohonkan karena kita dengan keluh kesah, yang tiada terkatakan.
Imamat 2:16 (IDN) — Makna Singkat
Makna ayat ini adalah bahwa persembahan gandum yang telah ditumbuk, bersama minyak dan segala kemenyan, tetap harus dibakar oleh imam sebagai persembahan api kepada Tuhan. Artinya, bahan persembahan yang berasal dari gandum tidak hanya dipersembahkan secara simbolis, melainkan juga mengalami proses pembakaran sebagai bagian dari ibadah yang dipersembahkan kepada Allah.
Latar Belakang Kontekstual
Imamat pasal 2 menguraikan persembahan-persembahan sukarela dari bangsa Israel yang terdiri atas persembahan gandum (mixture of flour) sebagai persembahan berupa roti/bahan bakar bagi Tuhan. Persembahan gandum dipandang sebagai persembahan dari hasil tanah, dalam arti memberi balik kepada Tuhan bagian dari hasil kerja tangan mereka. Pembakaran dilakukan di hadapan Tuhan melalui imam, sebagai tindakan pengudusan dan penerimaan oleh-Nya.
Observasi Interpretatif
Pemikiran Teofilos (Ringkasan Pendapat Para Penafsir Terdahulu)
Para penafsir terdahulu menekankan bahwa pembakaran persembahan gandum menandakan penerimaan Allah terhadap kerja keras rakyat, serta pemurnian persembahan hingga menjadi harum di hadapan-Nya. Ibn Henry, Barnes, dan Clarke menekankan bahwa unsur-unsur persembahan (gandum, minyak, kemenyan) mengaitkan kesehatian antara hasil tanah dan pujian sempurna kepada Tuhan, dengan pembakaran sebagai tindakan pemurnian dan pengudusan.
Kaitan Teguhkan (Cross-References)
- Keluaran 29:38-41: Perpaduan unsur persembahan api dan pembakarannya untuk mewujudkan hubungan antara imam dan umat dalam ibadah korban. Penekanan bahwa penyembahan yang benar melibatkan tindakan pembakaran sebagai sarana penerimaan Allah.
- Imamat 2:1-2: Ketentuan umum mengenai persembahan gandum; persembahan dengan minyak dan kemenyan menyediakan struktur ritual yang mengarah pada penyembahan yang disukai Allah.
- Mazmur 141:2: Doa penyembah untuk angkatannya; menekankan bahwa pujian dan persembahan batin juga diiringi via ritus ibadah yang sah di hadapan Tuhan.
Inti Praktis
Akan menjadi ungkapan penting bahwa persembahan gandum—dengan minyak dan kemenyan—bukan sekadar simbolik, melainkan bagian dari cara umat mendekat kepada Tuhan melalui prosedur yang telah ditetapkan, dengan imam sebagai fasilitator hubungan suci antara umat dan Allah.
Inti pesan ayat ini adalah penyerahan total umat melalui persembahan yang diolah oleh imam, menjadikan kerja keras mereka sebagai persembahan yang harum di hadapan Tuhan.