Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 2:14 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 2:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka jikalau kamu mempersembahkan kepada Tuhan suatu persembahan makanan dari pada buah bungaran, maka hendaklah ia itu mayang gandum yang baharu dan terpanggang di api, bijinya ditumbuk halus-halus; demikian hendaklah kamu mempersembahkan persembahan makanan dari pada buah bungaranmu.
Imamat 2:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 2:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 23:10 (IDN) »
Katakanlah kepada segala bani Israel ini: Apabila kamu sudah masuk ke dalam negeri yang hendak Kuanugerahkan kepadamu, serta kamu menuai hasilnya, maka hendaklah dari pada hulu penuaianmu seikat kamu bawa kepada imam.

Wahyu 14:4 (IDN) »
Inilah orang yang belum menajiskan dirinya dengan perempuan, karena mereka itu teruna; dan inilah orang yang mengikut Anak domba itu barang ke mana Ia pergi. Maka orang ini sudah ditebus dari antara manusia menjadi buah sulung bagi Allah dan bagi Anak domba itu,

Amsal 3:9 (IDN) »
Hormatilah akan Tuhan dengan mempersembahkan kepada-Nya dari pada segala hartamu dan dari pada hulu segala hasilmu.
Makna Ayat
Imamat 2:14 menjelaskan syarat persembahan makanan yang berasal dari buah bungaran. Persembahan itu harus berupa mayang gandum yang baharu, dipanggang di api, bijinya ditumbuk halus-halus. Intinya, Allah menekankan kesucian bentuk persembahan yang berasal dari hasil tanah dan kerja manusia, dengan unsur kemurnian, kemenyan, dan proses persiapan yang teliti.
Latar Belakang Kontekstual
Kitab Imamat berfokus pada tata cara ibadah bagi umat Israel. Persembahan makanan dari buah bungaran dipakai dalam upacara khusus sebagai tanda syukur kepada Tuhan atas hasil panen. Proses panggang api dan penggilingan halus menandakan kemurnian persembahan—yang tidak hanya berupa materi, namun juga komitmen hati yang siap dipersembahkan kepada Tuhan di hadapan umat-Nya.
Pemerhatian Interpretatif
Petunjuk Teologis Ringkas
Lintasan Ayat Terkait
Kel. 29:40 (persembahan hewan bakaran sebagai bagian ritus ibadah yang teratur) — konteks kesetiaan umat dalam menghadirkan korban kepada Allah.
Bil. 15:20-21 (persembahan roti ros) — menekankan bagian persembahan makanan dari panen sebagai bagian ibadah umum.
Mazmur 81:17 (pemeliharaan Tuhan atas umat yang setia) — mengaitkan ketaatan dalam persembahan dengan pemeliharaan ilahi.
Aplikasi Praktis
Belajar dari ayat ini untuk menjaga kualitas ibadah pribadi: lakukan pekerjaan yang diperlukan dengan tekun dan rapi, hadapkan hasil kerja kita kepada Tuhan sebagai ungkapan syukur yang nyata. Intinya, kemurnian niat dan kesungguhan kinerja menjadi bagian integral dari pengabdian kita kepada-Nya.
Pengamatan dari Sumber Tafsir Terkait
Beberapa tokoh tafsir kuno menekankan bahwa unsur kebaruan gandum menunjukkan pembaruan hubungan dengan Tuhan setiap kali kita mempersembahkan bagian kita kepada-Nya. Mereka juga menekankan kerapihan tata cara seperti halnya disiplin hidup rohani yang teratur.
Penutup Ringkas
Ayat ini mengajak kita melihat bahwa persembahan yang layak lahir dari gandum yang baru, dipanggang dalam ketaatan kepada Tuhan, dan ditumbuk halus sebagai lambang penyertaan penuh dalam rencana-Nya. Proses persiapan mencerminkan ketulusan hati yang mau dipakai Tuhan untuk kemuliaan-Nya.