Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 10:11 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 10:11 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
dan supaya dapat kamu mengajarkan bani Israel segala hukum, yang firman Tuhan kepadanya dengan lidah Musa.
Imamat 10:11 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 10:11 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Maleakhi 2:7 (IDN) »
Karena haruslah bibir imam itu memeliharakan pengetahuan dan kepada lidahnyapun orang bertanyakan bunyi taurat, karena ialah utusan Tuhan serwa sekalian alam.

Matius 28:20 (IDN) »
dan mengajar dia menurut segala sesuatu yang Aku pesan kepadamu. Maka ketahuilah olehmu: Aku ini beserta dengan kamu senantiasa hingga kepada kesudahan alam."

Nehemia 8:8 (IDN) »
(8-9) Maka mereka itupun membacakan kitab itu, yaitu taurat Allah, dengan nyaring suaranya dan diartikannya maknanya, supaya orang mengerti barang yang dibaca itu.
Imamat 10:11 — Mengajar bani Israel tentang hukum dengan lidah Musa
Ayat ini menandai momen penting di mana tugas kepemimpinan dan pewartaan firman Tuhan disahkan sebagai tanggung jawab utama bagi umat-Nya. Ketetapan agar imam dan nabi membawa hukum Tuhan kepada Bangsa Israel melalui Musa menunjukkan bahwa pewahyuan ilahi tidak hanya bersifat pribadi, melainkan dipantau lewat pewarisan wahyu secara jelas dan teratur. Ayat ini menekankan bahwa kemurnian ajaran Tuhan harus dipertahankan dan disampaikan dengan ketelitian agar generasi berikutnya hidup menurut perintah-Nya.
Konteks asli
Imamat berfokus pada tata cara ibadah, hukumufi, dan peraturan sosial bagi umat Israel setelah mereka keluar dari Mesir. Imam-imam dan pemimpin bertugas memastikan bahwa hukum Tuhan dijaga dalam komunitas. Ayat ini muncul sebagai bagian penegasan tugas para pemimpin untuk menyampaikan hukum Tuhan secara tepat kepada bani Israel, sehingga mereka tidak menyimpang maupun mengaburkan pesan ilahi dengan interpretasi manusia.
Inti pesan ayat
Pesan kunci ayat ini adalah otoritas pewartaan hukum: Tuhan berbicara melalui Musa, dan umat dipanggil untuk belajar serta mengajarkan hukum itu kepada generasi berikutnya. Keterikatan antara pewahyuan ilahi dan penyiaran manusia melalui lidah Musa menjadi kerangka bagi stabilitas moral dan kerohanian komunitas Israel.
Tema-tema relevan dalam keseluruhan Alkitab
Beberapa bagian lain dalam Pentateukh menekankan peran Musa sebagai pembawa firman, misalnya:
Penjelasan lintas kitab mengingatkan bahwa pewartaan firman Tuhan melalui pemimpin manusia menjadi bagian dari tata hidup beriman sejak mula.
Renungkan bagaimana kita menghargai pewartaan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Apakah kita menempatkan ajaran-Nya di atas tradisi pribadi? Apakah kita siap mendidik sesama dengan kebenaran yang jelas dan benar tentang hukum Tuhan? Tuhan memanggil kita untuk menerima pewartaan-Nya, lalu membagikannya dengan belas kasih dan ketelitian agar setiap generasi mengenal-Nya lebih dalam.
Quotations (terbatas pada kutipan pendek yang tersedia dalam sumber publik domain): dari Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke tidak ditempatkan sebagai kutipan panjang di sini; jika ada pernyataan singkat mereka yang relevan telah dipakai dalam narasi inti secara bebas dan tanpa reproduksi panjang.