Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 9:15 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 9:15 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Setelah itu maka dipersembahkannya akan korban orang banyak, diambilnya kambing jantan itu akan korban karena dosa orang banyak, lalu disembelihkannya dan disediakannya akan korban karena dosa seperti yang pertama itu.
Imamat 9:15 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 9:15 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 4:27 (IDN) »
Maka jikalau barang seorang dari pada segala anak bumi itu telah berdosa sebab sesat dan telah berbuat barang sesuatu yang melawan segala firman Tuhan, yang tiada boleh dibuatnya, sehingga ia bersalah,

Imamat 9:3 (IDN) »
Lalu katakanlah kepada segala bani Israel ini: Ambillah oleh kamu seekor kambing jantan akan korban karena dosa, dan seekor anak lembu dan seekor anak domba, yang setahun umurnya dan tiada celanya, keduanya akan korban bakaran.

Ibrani 5:3 (IDN) »
maka dari sebab itu wajiblah ia mempersembahkan korban karena dosa, bukan sahaja karena kaum itu, melainkan juga karena dirinya sendiri.
Imamat 9:15 (IDN) – Korban karena Dosa bagi Orang Banyak
Pasangan ritual dan persembahan yang disiapkan Imam Israel pada awal pelayanan di Kemah Suci menampilkan hikmah bagaimana umat berhubungan secara benar dengan Allah. Ayat ini menonjolkan satu bagian penting dari upacara korban: persembahan korban karena dosa bagi orang banyak, setelah upacara pembakar korban bakaran sebagai bagian penerimaan imam terhadap tugasnya. Ayat ini menegaskan bahwa Allah menerima tindakan pemurnian melalui persembahan yang melambangkan pertobatan bersama umat.
Ayat dalam konteks pasal
Imamat 9 menceritakan pembukaan pelayanan imam dan pelaksanaan korban persembahan oleh Harun dan anak-anaknya di hadapan umat. Pada saat itu, setelah semua persiapan selesai, Harun mempersembahkan korban untuk dosa dan korban bakaran sebagai tanda pengudusan, lalu umat melihat bagaimana Allah menerima persembahan mereka. Ayat 15 menampilkan langkah selanjutnya: mempersembahkan korban karena dosa orang banyak, dengan kambing jantan sebagai bagian dari respons lahiriah umat terhadap dosa mereka, dan menyembelihnya untuk tujuan pendamaian bersama.
Inti pelajaran spiritual
Inti ayat ini adalah ketaatan umat untuk mengakui dosa secara kolektif dan menyerahkan pemulihan hubungan dengan Allah melalui korban. Persembahan karena dosa bukan sekadar ritual, melainkan simbol pertobatan, kemurnian hati, dan kepercayaan bahwa penyucian datang melalui pengorbanan yang disediakan oleh Allah. Hal ini menggarisbawahi kasih Allah yang menuntun umat menuju pendamaian, sambil menegaskan bahwa pendamaian itu dimungkinkan melalui tindakan yang disusun-Nya sendiri.
Refleksi dengan pendapat para komentator berbahasa Inggris (ringkas)
Beberapa penafsir klasik menekankan bahwa bagian ini menunjukkan urutan ibadah yang berpusat pada pendamaian: pertama pendamaian bagi imam melalui persembahan untuk dosa pribadi, lalu pendamaian bagi umat melalui korban untuk dosa orang banyak. Matthew Henry menekankan kasih Allah yang memimpin umat ke depan dalam tata ibadah. Albert Barnes menyoroti simbol keutuhan komunitas dalam pengakuan dosa bersama. Adam Clarke menempatkan fokus pada ketaatan imam sebagai perwakilan umat, yang menyatakan nilai pendamaian melalui korban.
Cuplikan pendek yang relevan: - “maka dipersembahkannya akan korban orang banyak” (Henry, Barnes, Clarke). - Secara ringkas, para komentator menekankan bahwa upacara ini menegaskan bahwa pendamaian dengan Allah melibatkan tindakan bersama umat dan otoritas ilahi dalam penyelenggaraan persembahan.
Perbandingan referensi Alkitabiah
Beberapa bagian lain dalam Imamat menekankan prinsip yang sama: ketika pendamaian dipakai melalui korban karena dosa, ada bagian yang menekankan pendamaian bagi seluruh umat, bukan hanya individu. Misalnya, bagian persembahan untuk dosa individu dan korban bakaran menampilkan pola pendamaian yang berurutan: pengakuan dosa, penyembuhan, lalu pendamaian bagi jemaat. Pendapat ini konsisten dengan gagasan bahwa gambaran pendamaian Allah datang melalui tindakan yang diprakarsai-Nya.
Aplikasi praktis bagi pembaca modern
Hubungan silang yang relevan
1) Imamat 4:27-31 – konsep pengakuan dosa dan penyembuhan melalui korban bagi yang berdosa secara pribadi; dihubungkan sebagai pola pendamaian pribadi yang berlanjut ke pendamaian umat. 2) Bilangan 15:24-26 – penekanan bahwa dosa komunitas membutuhkan pendamaian melalui korban; mencerminkan fungsi korban nasional dalam konteks perjanjian. 3) Roma 3:25-26 – penekanan teologis bahwa pendamaian datang melalui iman kepada karya pendamaian Allah dalam Kristus; menjadi pemenuhan simbol-simbol Perjanjian Lama.
Kesimpulan
Imamat 9:15 menegaskan bahwa pendamaian dengan Allah melibatkan respons korporat umat terhadap dosa. Persembahan korban karena dosa orang banyak menyatakan realitas bahwa Allah menuntun umat menuju pemurnian melalui tindakan yang dipelopori-Nya sendiri. Ayat ini membangun jembatan antara ritual kuno dengan makna pendamaian yang esensial dalam iman Israel dan, kemudian, dalam pemahaman Kristiani tentang pendamaian melalui iman kepada Kristus.