Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 9:9 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 9:9 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka oleh anak-anak Harun dibawa akan darah itu kepadanya, lalu dicelupkannya jarinya dalam darah itu, disapukannya kepada tanduk mezbah dan darah yang lagi tinggal itu dicurahkannya kepada kaki mezbah.
Imamat 9:9 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 9:9 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 4:6 (IDN) »
Maka imam itu akan mencelupkan jarinya ke dalam darah itu dan memercikkan tujuh kali dari pada darah itu di hadapan hadirat Tuhan, di hadapan tirai dinding tempat suci itu.

Imamat 8:15 (IDN) »
Maka disembelihkannya lalu diambil Musa akan darah itu, disapukannya dengan jarinya kepada segala tanduk mezbah keliling, demikianlah disucikannya mezbah itu; maka segala darah itu dicurahkannya pada kaki mezbah, demikianlah disucikannya dia, supaya diadakan gafirat atasnya.

Imamat 9:9 (IDN): Makna persembahan darah dan penyapuan pada mezbah
Inti interpretatif ayat ini adalah tindakan imamat membawa darah korban ke hadapan Tuhan, mengaplikasikannya pada titik-titik penting mezbah sebagai simbol pengudusan dan pemurnian. Peristiwa ini menunjukkan bahwa agenda penyembahan tidak hanya soal persembahan hewan, tetapi juga pemahaman bahwa darah adalah sarana pernyataan iman dan penyerahan diri kepada Allah yang kudus.
Konteks sastra
Ayat ini berada dalam bagian awal puncak aforisme korban ibadah pada Imam Besar dan umat Israel. Selepas upacara persembahan untuk hari-hari tertentu, Harun dan anak-anaknya menjalankan tugas dengan teliti: darah disalurkan untuk penyucian mezbah dan meneteskan serta menyapu bagian tertentu. Tindakan ini menonjolkan struktur ritual yang teratur: darah sebagai simbol pengampunan, dan pembersihan oleh tindakan simbolik di atas mezbah.
Makna teologis
Darah korban dihadapkan kepada Tuhan sebagai tanda pertukaran hidup demi pendamaian. Darah yang disapukan kepada tanduk mezbah menegaskan bahwa pendamaian bersifat tetap bagi pusat ibadah Israel, sementara darah yang dituangkan ke bagian bawah mezbah menandai disiplin serta pemurnian bagian yang lain dari tindakan penyembahan. Pengerjaan ini menggarisbawahi tema Alkitab mengenai kudusnya Allah dan kebutuhan umat untuk mengalami pemurnian melalui kematian hewan sebagai bayangan dari korban yang lebih utama di masa depan.
Ada dalam karya para komentator klasik
Para penafsir kuno menekankan bahwa penyapuan pada tanduk mezbah menandai pergerakan ritual dari bagian atas ke bawah; darah yang tersisa menunjukkan penghadirannya kepada Tuhan secara penuh. Sejumlah pandangan merujuk pada upaya memurnikan tempat kultus secara menyeluruh melalui tindakan simbolis ini. Catatan singkat yang sering dikutip menyatakan bahwa tindakan ini adalah bagian dari tata ibadah yang menandai pemeliharaan perjanjian dan kehadiran ilahi di tengah umat.
Quotations to note (tidak menyalin keseluruhan teks):
Rujukan silang yang relevan
Pertanyaan untuk refleksi
Kesimpulan singkat
Ayah-Bapa upacara ini menegaskan bahwa penyembahan yang benar membutuhkan pemurnian yang ditandai secara nyata melalui tindakan yang berpusat pada darah korban. Melalui tindakan itu, umat Israel diajak untuk bersukacita dalam kehadiran Allah yang kudus, sementara gambaran pendamaian menantikan karya yang lebih sempurna di kemudian hari.