Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 9:24 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 9:24 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka dari hadirat Tuhan keluarlah suatu api yang makan habis akan segala korban bakaran dan lemak yang di atas mezbah itu. Demi dilihat oleh orang banyak sekalian akan hal yang demikian, maka bersorak-soraklah mereka itu lalu sujudlah mereka itu dengan mukanya sampai ke bumi.
Imamat 9:24 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 9:24 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Raja-raja 18:38 (IDN) »
Hata, maka pada masa itu turunlah api dari pada Tuhan, lalu makan habis akan korban bakaran itu dan akan kayu apinya dan segala batu dan tanah itu dan dijilatnya habis akan segala air yang di dalam parit itu.

Hakim-hakim 6:21 (IDN) »
Maka oleh Malaekat Tuhan dikedangkan tongkat, yang pada tangan-Nya, dengan ujungnya dicucuh-Nya daging dan apam fatir itu, lalu keluarlah api dari dalam batu gunung yang makan habis akan segala daging dan apam fatir. Maka gaiblah Malaekat Tuhan itu dari pada matanya.

Hakim-hakim 13:19 (IDN) »
Maka diambil Manoakh seekor anak kambing akan persembahan makanan, lalu dipersembahkannya kepada Tuhan di atas batu gunung. Maka kelakuannya orang itu amat ajaib sementara Manoakh dan bininya memandang akan dia.
Makna langsung ayat
Imamat 9:24 menggambarkan api ilahi yang turun dari hadirat Tuhan setelah korban persembahan dihaturkan, memakan habis semua korban bakaran dan lemak di atas mezbah. Tindakan ini menyatakan persetujuan Allah atas pelayanan imam dan korban persembahan, serta menimbulkan puji-pujian dan penyembahan umat yang tunduk di depan Allah.
Latar belakang konteks
Di awal pelayanan Imam Lewi di tabernakel, Araon dan anak-anaknya mempersembahkan korban menurut perintah Tuhan. Percobaan ini menandai dimulainya masa pelayanan resmi di hadapan umat. Api yang memakan korban mengkonfirmasi kepatuhan ritual, kekudusan pelayanan, dan kehadiran Tuhan yang menyatakan persetujuan-Nya atas ibadah bangsa Israel.
Pengamatan alkitabiah
Beberapa unsur penting yang terlihat:
Ringkasan tematik
Hubungan dengan bagian lain
Beberapa referensi lintas yang relevan:
Kesan praktis yang dapat diterapkan
Saat kita membaca tentang api Tuhan yang memakan persembahan, kita diingatkan bahwa ibadah yang benar lahir dari ketaatan generik kepada perintah-Nya, serta kemurnian hati. Respons syukur dan penyembahan seharusnya mengikuti pengakuan bahwa Allah berkenan pada korban yang dipersembahkan menurut petunjuk-Nya. Dalam kehidupan rohani, kita dipanggil untuk menjaga sikap tunduk dan iman yang berakar pada firman-Nya.
Catatan kutipan para penafsir (singkat)
Beberapa pandangan para penafsir awal menyoroti nuansa kepatuhan ritual, kehadiran ilahi, dan respons umat. Sesuai tradisi, Fr. Matthew Henry menekankan bahwa api tersebut menandakan persetujuan Tuhan atas persembahan, sementara Adam Clarke menekankan pentingnya kebersihan hati dalam ibadah. Sering diakui bahwa kehadiran fisik Allah melalui api adalah tanda kemuliaan-Nya yang memurnikan tindakan umat.
Rujukan silang singkat
Kel. 40:34-38 — kemuliaan Tuhan turun sehingga tabernakel dipenuhi awan kemuliaan; menunjukkan kehadiran ilahi yang memvalidasi ibadah. Bil. 11:23 — iman umat diuji melalui tanda-tanda kuasa Tuhan. Im. 9:24 — fokus utama ayat ini tentang respons umat terhadap penyataan ilahi.
Penutup
Ayat ini mengajak pembaca untuk menilai ibadah kita sendiri: apakah kita hadir dengan hati yang murni dan taat, sehingga kehidupan kita juga menjadi persembahan yang berkenan kepada Tuhan? Ketika Allah berkenan, puji-pujian dan tunduk di hadapan-Nya menjadi respons yang alami dan tepat.