Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 9:17 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 9:17 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Dan lagi dipersembahkannya persembahan makanan, diambilnya dari padanya penuh segenggam, lalu dibakarnya di atas mezbah, lain dari pada persembahan bakaran pada pagi hari itu.
Imamat 9:17 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 9:17 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 2:1 (IDN) »
Maka jikalau barang seorang mempersembahkan kepada Tuhan suatu persembahan makanan, maka persembahan itu hendaklah dari pada tepung halus, disirami olehnya dengan minyak dan disertakan kemenyan.

Keluaran 29:38 (IDN) »
Maka inilah dia yang hendak kaupersembahkan di atas mezbah itu senantiasa pada sebilang hari, yaitu dua ekor anak domba yang umur setahun.

Imamat 9:1 (IDN) »
Hata, maka pada hari yang kedelapan dipanggil Musa akan Harun dan anak-anaknya laki-laki dan segala tua-tua Israel berhimpun.
Imamat 9:17 (IDN) — Makna Persembahan Makanan dan Pelayanan Imam
Dalam Imamat 9 kita melihat permulaan pelayanan Imam besar di hadapan umat Israel setelah semuanya dipersiapkan menurut ibadah yang ditetapkan Tuhan. Ayat 17 melanjutkan ritus persembahan makanan yang dibawa oleh Harun dan anak-anaknya. Dari persembahan itu diambil segenggam sebagai bagian khusus untuk dibakar di mezbah, berbeda dengan persembahan bakaran pagi hari. Ayat ini menegaskan bahwa ibadah melibatkan bagian tertentu yang dimaksudkan untuk dipersembahkan kepada Tuhan, sebagai tindakan syukur dan pemurnian bagi umat.
Makna sentral
Ayat ini menyoroti unsur konkret dalam ibadah: persembahan makanan yang diambil sebagian untuk dibakar di mezbah. Langkah ini menunjukkan bagaimana umat tidak sekadar memberi secara umum, melainkan memberikan bagian khusus yang melambangkan persekutian dengan Tuhan. Pembakaran segenggam persembahan makanan di mezbah menandai dedikasi penuh umat kepada Tuhan dan pemusnahan bagian tertentu untuk tujuan altar, simbol kedalaman hubungan dengan Allah.
Tema–tema kunci
Hikmah dari pandangan para komentator publik-domain
Para komentator seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa bagian yang diambil untuk dibakar melambangkan peran mezbah sebagai pusat persembahan yang mengakui pemerintahan Allah. Henry menekankan bahwa ritus ini menuntut kepatuhan hati selain tindakan lahiriah. Barnes menyoroti bahwa bagian yang dibakar adalah simbol dedikasi total umat kepada Tuhan. Clarke menambahkan bahwa perbedaan antara unsur persembahan dan bagian yang diberikan kepada imam menegaskan struktur pemeliharaan dan ibadah dalam komunitas Israel.
Cross-references (yang relevan)
Refleksi praktis
Ayat ini mengingatkan kita bahwa ibadah yang berkenan kepada Tuhan tidak sekadar tindakan lahiriah, melainkan juga memberikan bagian terbaik kita kepada Allah. Partisipasi pribadi dalam pelayanan gereja, dukungan bagi layanan rohani, maupun kehidupan yang didedikasikan bagi Tuhan—semuanya adalah bagian dari persembahan kita kepada-Nya. Dalam konteks kekinian, kita bisa mengaplikasikan prinsip serupa dengan menawarkan waktu, talenta, dan sumber daya bagi karya Tuhan, sambil tetap menjaga unsur hati yang tunduk dan bersyukur.
Ringkasan penutup
Imamat 9:17 menegaskan bahwa persembahan makanan memiliki bagian khusus yang dibakar di mezbah, menandai pemurnian dan dedikasi umat. Makna ibadah terletak pada keseimbangan antara komitmen praktis dan sikap hati yang patuh kepada Allah. Persembahan bukan sekadar ritual, melainkan ungkapan hubungan yang intim dengan Tuhan melalui tindakan nyata.