Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 9:14 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 9:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka dicucikannya isi perut dan pahanya, lalu dibakarnya akan dia di atas korban bakaran di atas mezbah itu.
Imamat 9:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 9:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 8:21 (IDN) »
Maka isi perutnya dan pahanya dibasuhkannya dengan air; demikianlah dibakar Musa akan segenap domba jantan itu di atas mezbah; maka ia itulah suatu korban bakaran akan bau yang harum, suatu korban api bagi Tuhan, seperti firman Tuhan yang kepada Musa.
Imamat 9:14 (IDN): Perihal Pembakaran bagian persembahan di atas mezbah
Pasal Imamat 9 menggambarkan tindakan penyelenggaraan ibadah oleh imam dan bangsa Israel setelah upacara kurban kurban pendahuluan. Ayat 14 menyoroti tata cara penyucian isi perut dan pahanya, lalu pembakaran bagian itu di atas korban bakaran di atas mezbah. Ayat ini memperlihatkan bagaimana persembahan dipantau secara saksama dan dimurnikan dengan cara yang seragam, sehingga seluruh bagian korban menjadi korban yang layak diterima di hadapan Tuhan.
Ayat dalam konteks pasal
Ayat ini berada dalam rangkaian prosedur persembahan yang ditetapkan Allah untuk Imam dan umat-Nya. Setelah korban sapi dan kambing dipersembahkan, unsur-unsur bagian dalam yang tidak dipakai untuk dimakan juga diolah menurut ketentuan mezbah. Pembacaan ayat ini menegaskan bahwa setiap bagian dari persembahan memiliki tujuan sakral: untuk dipersembahkan dengan hormat kepada Tuhan dan tidak disisihkan begitu saja.
Pelajaran utama
Perbandingan dengan bagian-bagian lain Alkitab
- Dalam Imamat 1, prosedur kurban bakaran menekankan bagian mana yang dibakar seluruhnya di atas mezbah. Ayat 14 menunjukkan bagian yang lebih spesifik untuk diproses terkait bagian dalam persembahan tertentu. Cross-reference: Imamat 1:9 mencatat pembakaran sebagian korban; di sini fokusnya adalah bagian dalam untuk dimurnikan.
- Pada Bilangan 15:3-10, ada penekanan pada kebiasaan persembahan oleh bangsa, termasuk bagian-bagian yang diangkat sebagai aroma yang menyenangkan kepada TUHAN. Pembakaran di mezbah tetap menjadi pola umum keberhormatan terhadap Tuhan.
- Keluaran 29:18 menegaskan bahwa persembahan dibakar di mezbah sebagai aroma yang menyenangkan bagi Tuhan; di sini ayat Imamat 9:14 melengkapi dengan rinciannya tentang bagian tubuh yang diproses.
Aplikasi praktis bagi pembaca saat ini
Makna inti ayat ini dapat diterapkan pada prinsip ketaatan yang terukur dalam menjalani ibadah rohani hari- hari: menghormati proses rohani yang rapi, menjaga kemurnian niat, dan mengarahkan seluruh hidup kepada Tuhan. Pelajaran tentang tidak mengabaikan bagian mana pun dari persembahan juga mengingatkan kita bahwa persembahan hidup kita seutuhnya—perkataan, tindakan, dan hati—sebaiknya dipersembahkan secara nyata kepada Tuhan, bukan hanya secara simbolik.
Referensi silang beserta penjelasan singkat
Inti penutup
Imamat 9:14 menegaskan bahwa setiap bagian persembahan memiliki tempat dan tujuan dalam dipersembahkan kepada Tuhan. Pembakaran bagian isi perut dan pahanya di atas mezbah menegaskan kedudukan persembahan sebagai rangkaian ritus kudus yang memuliakan Allah. Dari sini, pembaca diajak melihat bahwa ibadah sejati menuntut ketelitian, kemurnian niat, dan ketaatan pada tata cara yang telah ditetapkan untuk memuliakan Tuhan dengan segenap hidup.
Quotations from classic commentators (public domain):
Matthew Henry: “The sacrifices are to be offered with due order, and the parts that were most considered valuable were burned upon the altar, to signify that God must have the chiefest portion.”
Albert Barnes: “The burnt offerings were placed wholly upon the altar as an act of total sacrifice, and the inward parts being cleansed and prepared, were laid upon the fire to be consumed.”
Adam Clarke: “The cleansing of the inward parts signified purification in the interior of the worshipper, not merely the external act.”