Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 9:7 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 9:7 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka kata Musa kepada Harun: Datanglah hampir engkau kepada mezbah dan sediakanlah korbanmu karena dosa dan korbanmu bakaran dan adakanlah gafirat karena dirimu dan karena orang banyak itu, lalu sediakanlah korban orang banyak itu dan adakanlah gafirat karena mereka itu seperti firman Tuhan.
Imamat 9:7 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 9:7 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ibrani 5:3 (IDN) »
maka dari sebab itu wajiblah ia mempersembahkan korban karena dosa, bukan sahaja karena kaum itu, melainkan juga karena dirinya sendiri.

Ibrani 5:1 (IDN) »
Karena tiap-tiap imam besar yang dipilih dari antara manusia, ialah ditetapkan karena manusia di dalam hal beribadat kepada Allah, supaya ia mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa-dosa orang;

Imamat 4:3 (IDN) »
jikalau imam yang telah disirami dengan minyak itu sudah berdosa, sehingga didatangkannya salah atas segala umat itu, maka hendaklah dipersembahkannya karena dosanya, yang telah dibuatnya itu, seekor lembu muda, seekor anak lembu yang tiada celanya, akan korban karena dosa kepada Tuhan.
Imamat 9:7 (IDN) — Pembertokohan Imam Harun dan Permohonan Pengampunan untuk Bangsa
Pokus utama ayat ini adalah ungkapan tugas dan penyerahan diri Harun serta bangsa Israel untuk memulai ibadah resmi di tabernakel, melalui korban dosa dan korban bakaran, sebagai langkah gafirat (pendamaian) demi diri sendiri maupun segenap umat. Musa menuntun Harun agar mendekat kepada mezbah, mempersembahkan korban sebagai pendamaian demi dosa-dosa pribadi serta sebagai pendamaian bagi bangsa yang berfungsi sebagai gambaran keselamatan Allah yang akan disempurnakan dalam Kristus.
konteks sastra dan arti kata
Ayat ini berada dalam rangka seremonial pembukaan pelayanan imam di hadapan umat setelah upacara dedikasi tabernakel. Frasa “datanglah hampir engkau kepada mezbah” menekankan kedekatan yang hakiki antara imam dan pusat penyembahan. Perkataan “gafirat” (pendamaian) merujuk pada langkah penebusan yang diperlukan karena dosa, sehingga korban dosa dan korban bakaran menjadi dua unsur utama dalam pengampunan bagi imam dan umat (keluarga Israel).
Interpretasi menurut tokoh tafsir terdahulu
Beberapa tafsiran publik domain menyoroti bahwa Imamat 9:7 menegaskan praduga penting: imam tidak boleh melayani tanpa pengampunan diri terlebih dahulu; pelayanan di hadapan Allah mengingatkan perlunya kebersihan rohani pribadi sebagai dasar pelayanan publik. Dalam gambaran yang lebih luas, tindakan ini juga menunjukkan bagaimana Allah membuka jalan pendamaian melalui ibadah yang berkenan—pendahuluan bagi penebusan yang lebih besar di kemudian hari.
Amanat ringkas dari para penafsir terdahulu:
Kaitan teologis dan makna teologis
Ayat ini menegaskan dua hal utama: (1) perlunya pengampunan pribadi untuk pemimpin rohani sebelum memimpin umat; (2) pengampunan yang menyentuh komunitas melalui korban-korban yang mengarah pada pendamaian. Secara tipikal, Ibrani kemudian mengaitkan ini dengan kebutuhan akan Pendamai yang lebih besar, yaitu Kristus, yang menjadi korban pendamaian yang kekal bagi banyak orang.
Hubungan lintas tulisan
Beberapa referensi terkait: - Mazmur 51:1-2 menunjukkan doa pengampunan pribadi yang relevan bagi imam dalam konteks pelepasan dosa. - Ibrani 9:22 menegaskan bahwa tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan. Hal ini menguatkan arah Imamat 9:7 terhadap urgensi korban sebagai pendamaian.
Pertanyaan refleksi
Kesimpulan singkat
Imamat 9:7 menegaskan bahwa ibadah yang sah bermula dari pengampunan pribadi imam, lalu memimpin pada pendamaian bagi bangsa. Suara Musa kepada Harun menggariskan bahwa kemurnian rohani diperlukan agar penyembahan diterima di hadirat Allah. Dalam terang Kristus, pendamaian Allah yang sempurna telah dipenuhi melalui korban-Nya, sehingga umat dapat mendekat dalam iman yang dipercayakan.