Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 9:10 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 9:10 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tetapi segala lemaknya dan kedua buah punggung dan jala-jala yang pada hampedas korban karena dosa itu dibakarnya di atas mezbah, seperti firman Tuhan yang kepada Musa.
Imamat 9:10 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 9:10 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 4:8 (IDN) »
Maka segala lemak yang pada lembu muda korban karena dosa itu akan diambilnya dari padanya, yaitu lemak yang menudungi isi perut dan segala lemak yang ada pada isi perut itu.

Imamat 3:3 (IDN) »
Lalu hendaklah dipersembahkannya kepada Tuhan dari pada korban syukur itu bahagian yang patut dimakan api, yaitu lemak yang menudung isi perut dan segala lemak yang pada isi perut itu.

Imamat 4:34 (IDN) »
Kemudian hendaklah diambil oleh imam dengan jarinya dari pada darah korban karena dosa itu, dibubuhnya pada segala tanduk mezbah korban bakaran; setelah itu hendaklah segala darah itu dicurahkannya pada kaki mezbah.
Imamat 9:10 dalam Ringkasan Jernih
Pasangan persembahan korban untuk dosen dosa meliputi bagian-bagian tertentu yang dibakar di mezbah, termasuk lemak, dua buah punggung, dan jala-jala pada hamper. Ayat ini menegaskan bagian-bagian tertentu dari korban dipersembahkan dengan cara tertentu sesuai perintah Tuhan kepada Musa, sebagai bagian dari pemurnian dan ibadah di kemah suci Israel.
Ayat dalam konteks pasal
Imamat 9 menceritakan dimulainya pelaksanaan ibadah resmi bagi imam-imam mewakili umat. Setelah persiapan dan pengorbanan untuk memuliakan Tuhan, ayat ini menegaskan bahwa sebagian bagian korban — khususnya lemak, dua buah punggung, dan jala-jala pada hamper untuk korban karena dosa — dibakar di mezbah. Hal itu menekankan kehormatan yang diberikan Tuhan terhadap bagian-bagian tertentu dan penyucian melalui korban api.
Pelajaran utama yang terpancar
Perbandingan singkat dengan bagian lain Alkitab
Beberapa teks sejenis menonjolkan tema pembakaran lemak sebagai bagian dari persembahan yang telah dipersetujui Tuhan, misalnya bagian korban bakaran yang menonjolkan aroma menyenangkan bagi Tuhan. Ini menegaskan bahwa Tuhan menghargai kepatuhan atas perintah-Nya, meskipun ajaran mengenai bagian tubuh korban berbeda-beda menurut jenis korban yang dipersembahkan.
Pandangan tokoh komentar terdahulu (ringkas, terintegrasi)
Dari para komentator publik domain, inti pemahaman menekankan bahawa pembakaran lemak dan bagian-bagian tertentu pada mezbah adalah bagian dari ritus pemurnian dan pemuliaan Allah. Mereka menekankan bahwa tata ibadah di Wald suci bukan sekadar ritual, melainkan respons hidup umat terhadap kedaulatan Tuhan.
Aplikasi yang sehat untuk masa kini
Ayah ibu gereja perlu melihat ayat ini sebagai pelajaran ketaatan yang menekankan keseriusan Allah terhadap ibadah yang benar. Pelayanan rohani sekarang pun menuntut ketelitian dalam memenuhi kaidah iman, melayani dengan kasih kepada sesama, dan menjaga kemurnian komitmen pada Tuhan dalam setiap tindakan ibadah maupun pekerjaan keseharian.
Rujukan silang yang relevan
Ringkasan tematik
Ayat Imamat 9:10 menegaskan bahwa bagian-bagian korban tertentu dibakar di mezbah sebagai bagian dari tata ibadah yang telah ditetapkan Tuhan. Hal ini menegaskan ketaatan umat pada perintah ilahi dan mengarahkan kita pada nilai-nilai pemurnian hati, ketulusan ibadah, serta hubungan yang hidup dengan Tuhan melalui tindakan iman yang patuh.