Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Imamat 4:1 Imamat 4:2 Imamat 4:3 Imamat 4:4 Imamat 4:5 Imamat 4:6 Imamat 4:7 Imamat 4:8 Imamat 4:9 Imamat 4:10 Imamat 4:11 Imamat 4:12 Imamat 4:13 Imamat 4:14 Imamat 4:15 Imamat 4:16 Imamat 4:17 Imamat 4:18 Imamat 4:19 Imamat 4:20 Imamat 4:21 Imamat 4:22 Imamat 4:23 Imamat 4:24 Imamat 4:25 Imamat 4:26 Imamat 4:27 Imamat 4:28 Imamat 4:29 Imamat 4:30 Imamat 4:31 Imamat 4:32 Imamat 4:33 Imamat 4:34 Imamat 4:35



Imamat 4:34 (IDN)
Pasal ini menutup bagian hukum persembahan karena dosa dengan menjelaskan tata cara pengurbanan setelah orang membawa korban dan darahnya ke mezbah. Ayat ini menegaskan bahwa imam menerima darah korban sebagai bagian pengusapan atau pembubuhan pada bagian tertentu dari mezbah, lalu mencurahkan sisanya ke kaki mezbah. Kedua tindakan itu mengilustrasikan pengakuan dosa dan penyerahan konsekuensi dosa kepada korban yang dipersembahkan.
Setting seketika perikop
Ayat ini berada dalam bagian hukum persembahan karena dosa (Levitikus 4) yang mengatur bagaimana dosa-dosa tidak sengaja ditangani. Setelah korban disembelih, darahnya diambil oleh imam, dan bagian-bagian tertentu diberi perhatian khusus sebagai tanda pengudusan dan penerimaan korban di hadapan Allah.
Apa yang diprevekan teks tentang Allah dan iman
Teks ini menegaskan bahwa pengudusan dosa terjadi melalui sarana persembahan yang telah ditetapkan Allah. Darah korban dipakai sebagai simbol penebusan dan pemurnian, menunjukkan bahwa dosa mengangkat jarak antara manusia dengan Allah, dan Allah menyediakan jalan melalui ritus yang menunjukkan pengakuan, ketundukan, serta pemulihan hubungan dengan-Nya.
Penjelasan kata dan gambar penting
Hubungan dengan bagian-bagian lain (cross-references)
Beberapa ayat terkait membantu memahami pola persembahan untuk dosa tidak sengaja: Imamat 6:24-30 menjelaskan bagaimana persembahan diproses dan peran imam; Imamat 9:22-24 menggambarkan penerimaan persembahan oleh Tuhan. Secara teologis, ayat-ayat ini menunjukkan bahwa tindakan manusia mengakui dosa memerlukan media kasih karunia melalui sistem persembahan yang Allah tetapkan.
Aplikasi bagi jemaat kini
Meski kita tidak membawa korban hewan secara literal, prinsip kunci tetap relevan: pengakuan dosa perlu disertai tindakan penghormatan kepada Allah dan partisipasi komunitas dalam pemurnian hidup. Hal ini mengundang kita untuk merenungkan bagaimana kita membawa “korban pujian” melalui hidup yang taat, serta bagaimana pembaruan batin dan kedamaian dengan sesama menjadi bagian dari pola ibadah kita.
Inti pemikiran para penafsir klasik (ringkas)
Para penafsir abad lampau menekankan makna darah sebagai jalan penebusan dan tanda pengudusan. Mereka menyoroti bahwa tata cara ini menegaskan status dosa dan kebutuhan akan penyucian melalui tindakan ibadah yang benar di hadapan Allah. Ringkasnya, persembahan menjadi simbol persatuan antara manusia yang bertobat dengan Allah yang penuh kasih karunia.
Ringkasan pendek menghindari kebingungan
Tuhan memerintahkan imam untuk mengambil darah korban karena dosa, membubuhkannya pada tanduk mezbah bakaran, dan mencurahkan sisanya ke kaki mezbah. Tindakan ini menggambarkan penebusan dan pemurnian yang merupakan pusat hubungan umat dengan Allah dalam gereja umat-Nya pada masa itu.