Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Imamat 4:1 Imamat 4:2 Imamat 4:3 Imamat 4:4 Imamat 4:5 Imamat 4:6 Imamat 4:7 Imamat 4:8 Imamat 4:9 Imamat 4:10 Imamat 4:11 Imamat 4:12 Imamat 4:13 Imamat 4:14 Imamat 4:15 Imamat 4:16 Imamat 4:17 Imamat 4:18 Imamat 4:19 Imamat 4:20 Imamat 4:21 Imamat 4:22 Imamat 4:23 Imamat 4:24 Imamat 4:25 Imamat 4:26 Imamat 4:27 Imamat 4:28 Imamat 4:29 Imamat 4:30 Imamat 4:31 Imamat 4:32 Imamat 4:33 Imamat 4:34 Imamat 4:35



Makna singkat Imamat 4:28
Ayat ini menjelaskan ketentuan bagi orang yang mengetahui dosa yang telah dibuatnya: jika dia menyadarinya, ia wajib membawa persembahan pendamaian berupa seekor kambing yang tiada cela, seekor kambing betina yang muda, sebagai korban karena dosa.
Latar belakang konteks
Imamat 4 memulai bagian hukum pendamaian untuk berbagai pelanggaran tidak disengaja oleh umat Israel. Ketika seseorang menyadari dosa yang dilakukan, ia tidak bisa menanggung konsekuensinya sendiri; ia perlu mengakui pelanggaran itu melalui persembahan hewan yang khusus. Peraturan ini menekankan kepedulian terhadap bersih-sucinya komunitas dan perlunya pendekatan yang jelas terhadap dosa, meski pelanggarannya tidak disengaja.
Observasi penafsiran
Kait-kaitan tema dan rujukan silang
Beberapa bagian lain memberi gambaran serupa tentang pendamaian karena dosa tidak disengaja serta prinsip pendamaian melalui korban:
Intinya, pendamaian tidak dilepaskan dari unsur kesadaran dan pertobatan hati; Allah menuntut integritas pribadi dalam langkah pemulihan.
Inti tematik dalam satu rangkuman
Pandangan rujukan para penafsir terdahulu
Para penafsir klasik menekankan bahwa ayat ini menegaskan bahwa pendamaian dihadirkan melalui korban yang layak dan kumpulan tindakan pertobatan. Mereka menyoroti bahwa dosa yang diketahui memikul tanggung jawab pribadi, dan tindakan persembahan adalah cara praktis untuk mengakui dosa tersebut di hadapan Allah yang kudus.
Catatan singkat: beberapa frasa dalam komentar klasik menyoroti perlunya kemurnian hewan kurban dan ketepatan tata cara sebagai simbol ketulusan pertobatan.
Konteks praktis yang relevan
Bagi pembaca masa kini, inti ajaran tetap: penyadaran dosa membutuhkan respons yang konkret menuju pemulihan hubungan dengan Tuhan. Ketulusan dalam pertobatan dinyatakan lewat langkah nyata—mengakui pelanggaran, menimbang dampaknya terhadap komunitas, dan kembali pada cara hidup yang menghormati Allah.
Penutup
Imamat 4:28 menegaskan bahwa pelanggaran yang diketahui menuntut tindakan konkret demi pendamaian. Persembahan kambing tanpa cela menandai pemulihan hubungan dengan Allah yang kudus melalui pertobatan yang nyata dan langkah-langkah yang sesuai dalam kehidupan komunitas iman.