Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 9:4 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 9:4 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Dan lagi seekor lembu jantan dan seekor domba jantan akan korban syukur akan dikorbankan di hadapan hadirat Tuhan dan persembahan makanan yang disediakan dengan minyak, karena pada hari inilah Tuhan akan kelihatan kepadamu.
Imamat 9:4 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 9:4 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Keluaran 29:43 (IDN) »
Maka di sanapun Aku akan datang mendapatkan bani Israel, dan kemuliaan-Ku akan menyucikan tempat itu kelak.

Imamat 9:6 (IDN) »
Maka kata Musa: Demikianlah firman Tuhan: Perbuatlah olehmu akan dia, maka kemuliaan Tuhan akan kelihatan kepadamu kelak.

Imamat 9:23 (IDN) »
Maka Musa dan Harunpun masuklah ke dalam kemah perhimpunan, lalu keluarlah ia pula dan diberkatinya orang banyak itu; maka kemuliaan Tuhanpun kelihatanlah kepada orang banyak itu.
Imamat 9:4 — Korban Syukur di Hadirat Tuhan
Pepersetujuan utama pasal ini tertuju pada peristiwa bagi umat Israel: di hadapan hadirat Tuhan, mereka mempersembahkan korban syukur bersama persembahan makanan dengan minyak, karena pada hari itu Tuhan akan kelihatan kepada mereka. Ayat ini menegaskan bahwa pertemuan Allah dengan umat tidak hanya berupa ritual, tetapi juga dimaksudkan untuk menumbuhkan pengakuan dan syukur atas penyataan-Nya yang nyata.
Konteks sastra dan alur naratif
Imamat 9 menandai pelaksanaan upacara penahbisan dan pembukaan layanan di Bait Suci, setelah Imam dan umat menyiapkan diri. Ayat ini menjelaskan unsur korban syukur (korban ucapan syukur) sebagai bagian dari perayaan besar yang menandai Allah berkenan ber-sekutu dengan umat-Nya pada hari peresmian. Persembahan minyak pada persembahan makan menekankan kemanisan penyertaan ilahi; minyak melambangkan pengurapan dan kehadiran Ruang Kudus yang menguduskan persembahan.
Signifikansi teologis
1) Hadirat Tuhan: Frasa “di hadirat Tuhan” menegaskan tujuan liturgi sebagai perjumpaan nyata dengan Allah, bukan sekadar ritual kosong. Allah berjanji untuk menampakkan diri kepada umat dalam konteks ibadah, memperlihatkan kemesraan-Nya terhadap umat yang lemah tetapi taat. 2) Korban syukur: Korban ini mengekspresikan syukur atas pemeliharaan dan penyertaan Allah. Ketika umat menyatakan syukur, mereka mengakui anugerah-Nya dan menegaskan hubungan perjanjian. 3) Persembahan makanan yang diberi minyak: Kombinasi persembahan makanan dan minyak menunjukkan kepenuhan kasih karunia Allah yang dipersembahkan melalui makanan rohani dan simbol pengurapan ilahi.
Refleksi karya para penafsir klasik
Beberapa penafsir berpendapat bahwa peristiwa ini menegaskan bahwa ibadah Israel bukan sekadar ritual hukum, melainkan persekutuan hidup dengan Allah yang menuntut respon syukur dan penyerahan total. Kutipan singkat dari para penafsir publik domain yang relevan:
Catatan: kutipan langsung singkat dari Henry, Barnes, atau Clarke tidak disertakan dalam panjang teks ini, namun unsur inti dari pandangan mereka dipakai untuk membentuk gambaran umum bahwa perjumpaan dengan Tuhan memerlukan respon syukur yang konkret.
Kaitan silang pada Alkitab
1) Keluaran 12:6–14—Momen peringatan dan syukur pasca pembebasan, memanifestasikan bentuk syukur melalui persembahan dan peringatan Allah bekerja. 2) Mazmur 50:14–15—Seruan untuk mempersembahkan korban syukur dan percaya pada penyertaan Allah pada saat kesesakan. 3) 2 Tawarikh 29:32–36—Pemulihan ibadah di Yerusalem menegaskan konsep korban syukur sebagai bagian integral dari perayaan kehadiran Allah.
Penjelasan singkat hubungan: Ketiga referensi menunjukkan bahwa syukur sebagai respons terhadap penyataan Allah dan kehadiran-Nya menjadi nada sentral dalam ibadah umat-Nya—dari perayaan kelahiran hukum hingga pembaharuan ibadah di ruang-ruang sakral.
Pertanyaan untuk direnungkan
Kesimpulan singkat
Imamat 9:4 menegaskan bahwa perjumpaan dengan Tuhan memanggil respons syukur yang nyata melalui persembahan yang dipersembahkan dengan penuh kesungguhan. Hari di mana Tuhan akan kelihatan kepada umat adalah momen pembaruan hubungan: Allah berkenan menerima ibadah mereka dan menegaskan kehadiran-Nya di tengah mereka melalui simbol-simbol persembahan yang diberi minyak.