Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 3:10 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 3:10 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
dan kedua buah punggungnya, dan lemak yang ada padanya, yang ada pada lambung itu, dan jala-jala yang menudung hampedas akan diambil olehnya serta dengan buah punggung itu.
Imamat 3:10 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 3:10 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 3:4 (IDN) »
Dan lagi kedua buah punggung dan segala lemak yang ada padanya dan yang pada lambungnya dan jala-jala yang menudung hampedas serta dengan buah punggung itu akan diambil olehnya.
Imamat 3:10 (IDN) — Setting dan Lauk Pauk Persembahan KeCoroutinean Voli Domba
Ayat ini berada dalam bagian Persembahan Damai yang diperintahkan Allah kepada bangsa Israel. Setelah menetapkan persembahan korban bakaran, persembahan jajanan, dan persembahan kesejahteraan, Imamat 3 memerinci bagian-bagian yang dipersembahkan kepada-Nya. Ayat 10 menegaskan bagian khusus dari lemak dan punggung domba yang menjadi bagian pendamping dalam persembahan damai tersebut, yaitu bagian yang layak dikenangkan sebagai tanda perjamuan dan pemeliharaan hubungan antara umat dengan Allah.
Apa yang dimaksud teks ini tentang Tuhan dan iman
Perintah ini menunjukkan bahwa Allah menilai persembahan tidak hanya pada eksistensi bahan bakar, tetapi pada kualitas dan bagian yang dihadirkan. Lemak dan bagian lambung dianggap bernilai dalam makna simbolis sebagai bagian terbaik yang dipersembahkan kepada-Nya. Persembahan damai menandai ikatan Tuhan dengan umat-Nya, sebuah hubungan yang dipelihara melalui pemberian yang terbaik dan penuh syukur.
Istilah kunci dan gambaran penting
Hubungan dengan bagian lain dalam kitab dan bacaan terkait
- Imamat 3 menegaskan pola: bagian terbaik untuk Tuhan diolah dari hewan yang dipersembahkan, menekankan kemurnian motivasi dan kehormatan dalam ibadah (bandingkan dengan tema persembahan yang berkenaan dengan hati).
- Anggaran persembahan damai berlanjut dalam hukum korban, menegaskan bahwa Tuhan menerima ujung dari kedamaian umat-Nya, dan umat menerima bagian berkat dari-Nya.
- Ayat terkait bagian badan korban seperti lemak sering ditinjau dalam komentar klasik untuk menekankan bahwa keseluruhan korban dipersembahkan dengan kehormatan kepada Tuhan (misalnya dalam pandangan klasik para komentator seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, untuk bagian ini menegaskan kualitas).
Penjelasan singkat dari pandangan para komentator klasik
Beberapa pakar tafsir klasik menekankan bahwa pernyataan mengenai bagian-bagian korban yang diambil untuk ditawarkan kepada Allah mencerminkan standar kemurnian dan kesetiaan umat. Mereka menekankan bahwa bagian yang lebih “berharga” tidak dipakai untuk keperluan biasa, melainkan khusus untuk Tuhan, meneguhkan hubungan perjanjian yang intim melalui hadiah yang sempurna dan terbaik.
Rujukan silang yang relevan
Penjelasan singkat: ayat-ayat ini membangun gambaran bahwa ibadah yang benar melibatkan pemberian terbaik dari kita kepada Tuhan, menyatakan kemitraan dan kedamaian dalam ketaatan.
Aplikasi masa kini
- Pelihara integritas ibadah: kita dipanggil memberikan yang terbaik dari hidup kita kepada Tuhan, tidak sekadar formalitas ritual, melainkan sikap hati yang bersyukur dan taat.
- Hargai kualitas tawaran rohani: bukan sekadar bagian fisik, melainkan niat hati dalam doa, pelayanan, dan kasih sesama yang mencerminkan hubungan dengan Tuhan.
- Bangun damai dengan sesama: seperti persembahan damai, hubungan yang damai dengan Tuhan seiring dengan hubungan damai di antara sesama anggota komunitas iman.
Quotations from classic commentators (note: tidak seluruh teks dihadirkan, hanya kutipan singkat bila ada):
“Yang terbaik diberikan kepada Tuhan, karena Ia layak menerima majesty-Nya.”
“Persembahan damai mengikat umat hingga pada damai yang melahirkan syukur.”
Penutup: ayat ini mengarahkan kita pada sikap ibadah yang Total—menerima kasih, menyerahkan segenap diri, dan hidup dalam damai dengan Tuhan serta sesama.