Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 3:8 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 3:8 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Dan hendaklah ditumpangkannya tangannya kepada kepala korban itu dan disembelihkannya di hadapan pintu kemah perhimpunan dan darahnya akan dipercikkan oleh anak-anak Harun kepada mezbah itu keliling.
Imamat 3:8 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 3:8 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 1:5 (IDN) »
Kemudian hendaklah disembelihkannya lembu muda itu di hadapan hadirat Tuhan; hendaklah anak-anak Harun, yang imam itu, mempersembahkan darahnya serta memercikkan dia keliling kepada mezbah, yang di hadapan pintu kemah perhimpunan.

Imamat 4:15 (IDN) »
Maka oleh segala tua-tua sidang itu hendaklah ditumpangkan tangannya pada kepala lembu muda itu di hadapan hadirat Tuhan, dan disembelihkannya lembu muda itu di hadapan hadirat Tuhan.

Imamat 3:2 (IDN) »
Maka hendaklah ia menumpangkan tangannya kepada kepala persembahannya, lalu menyembelihkan dia di hadapan pintu kemah perhimpunan, maka darahnya hendaklah dipercikkan oleh anak-anak Harun, yang imam, kepada mezbah keliling.
Imamat 3:8 (IDN) – Ketika persembahan damai dipersembahkan
Ayat ini berada dalam bagian hukum persembahan damai, yang mengatur tata cara dan simbolisme korban-korban yang dinyatakan kepada umat Israel. Perhatikan bahwa korban damai bukan korban pendamaian penuh seperti korban untuk dosa, melainkan persembahan syukur, sukacita, dan persekutian dengan Allah. Perumpamaan praktiknya menekankan keterlibatan sepenuhnya umat percaya: tangan di atas kepala korban menyatakan penyerahan diri, pembawaan korban ke hadapan pintu kemah perhimpunan menegaskan akses kepada kehadiran Allah, dan penumpangan darah pada mezbah mengaitkan pemberian hidup dengan penerimaan ilahi melalui perantaraan imam keluarga Harun.
Makna sentral ayat
Ayat ini menegaskan relasi antara penyerahan diri manusia kepada Allah dan penerimaan persembahan oleh-Nya. Penumpangan tangan pada kepala korban adalah tindakan simbolik yang menyatakan bahwa kita menyerahkan identitas dan akibat kita kepada korban; dikatakan bahwa darahnya dicurahkan di sekitar mezbah, menandakan bahwa korban membawa kepatuhan dan syukur umat kepada hadirat Allah melalui pendamaian simbolik.
Tema utama
Rujukan silang yang relevan
Beberapa bagian lain menyiratkan pola serupa:
Intinya, ayat 8 menegaskan bahwa persembahan damai adalah ungkapan syukur dan persekutian yang dibereskan melalui tindakan simbolik yang menyatakan penyerahan—dan melalui perantara imam—kepada Allah yang berkenan menerima dengan syukur.
Perenungan praktis
Bagi pembaca masa kini, inti pelajaran adalah komitmen hidup yang nyata: ibadah bukan sekadar ritual, tetapi komitmen hati yang diungkap melalui tindakan nyata yang mengundang kedamaian dengan Allah. Menjalin persekutian dengan-Nya memerlukan penyerahan diri yang terus-menerus: mengecek apakah hidup sehari-hari mencermin kasih, ketaatan, dan syukur kepada Tuhan.
Gambaran penutup
Imamat 3:8 mengingatkan kita bahwa ibadah yang benar menggabungkan simbolisme penyerahan, akses kepada hadirat Allah melalui perantara yang suci, dan penyampaian hidup kita kepada Allah dalam bentuk persembahan yang menimbulkan damai. Dalam konteks Kitab Keluaran-Imamat, ini menjadi fondasi bagi hubungan kita dengan Tuhan: persekutian yang realitasnya masuk melalui iman dan ketaatan.
Catatan singkat para komentator terdahulu mencatat bahwa tindakan-tindakan ini adalah gambaran nyata dari ketaatan umat Tuhan dan konsep pendamaian melalui korban, dengan peran penting imam sebagai penjaga ketertiban ibadah (kutipan selektif: wawasan umum Henry, Barnes, Clarke terkait simbolisme penyembahan dan peranan imam).