Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 3:16 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 3:16 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka sekalian itu hendaklah dibakar oleh imam di atas mezbah akan makanan korban api, akan suatu bau yang harum; bahwa segala lemak akan menjadi Tuhan punya.
Imamat 3:16 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 3:16 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 7:23 (IDN) »
Katakanlah kepada bani Israel ini: Janganlah kamu makan lemak lembu atau domba atau kambing.

Yesaya 53:10 (IDN) »
Tetapi adalah kehendak Tuhan juga menghancurkan dia dan mempersakiti dia. Apabila sudah diserahkannya nyawanya akan korban karena salah, iapun akan melihat benih dan melanjutkan umur, maka keridlaan Tuhanpun akan beruntung oleh tangannya.

Matius 22:37 (IDN) »
Maka kata Yesus kepadanya, "Hendaklah engkau mengasihi Allah Tuhanmu dengan sebulat-bulat hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan sepenuh akal budimu.
Imamat 3:16 — Inti pokok: Bau korban seperti harum bagi Tuhan
Pokok interpretasi: Dalam korban makanan yang berkenan, bagian lemak dinyatakan dibakar sebagai persembahan yang harum di hadapan Tuhan. Pesan utama ialah bahwa pelaksanaan ibadah melibatkan penyerahan bagian terbaik bagi Allah, sehingga tindakan ritus menjadi penyataan relasi yang berkenan dan menjunjung kemuliaan-Nya.
Latar sastra dan konteks kitab Imamat
Imamat mengatur tata upacara kurban sebagai bagian dari kehidupan bangsa Israel. Pasal 3 membahas korban damai, yang bertujuan mempererat hubungan antara umat dan Tuhan setelah perjamuan syukur. Instruksi bahwa “semua lemak akan menjadi Tuhan punya” menegaskan bahwa unsur-unsur terbaik dari hewan yang dipersembahkan dipersembahkan kepada-Nya, bukan untuk kepentingan pribadi penerima persembahan. Ritus ini menampilkan hubungan yang saling bergantung antara iman, etika, dan kehadiran ilahi dalam kehidupan sehari-hari umat.
Penjagaan makna teologis
Dalam banyak tafsiran klasik, element lemak diartikan sebagai bagian yang kaya dan bernapas; pembakaran lemak melambangkan utuhnya dedikasi pemuja dalam persembahan. Perbandingan dengan bagian lain dari korban yang dimakan bersama umat menegaskan adanya dua unsur kedekatan: persembahan kepada Tuhan dan perayaan dengan komunitas. Secara teologis, tindakan ini menegaskan bahwa kebajikan dipraktikkan lewat ibadah yang sistematis dan dihargai oleh Tuhan sebagai tanda syukur dan ketaatan.
Refleksi sastra rujukan
Beberapa komentar purba menyoroti bagaimana unsur yang dibakar mewakili penyerahan total. Sedangkan unsur yang tetap dapat dimakan menghubungkan ketulusannya dengan kehidupan komunitas. Hal ini menegaskan pola ibadah yang berimbang antara relasi vertikal dengan Tuhan dan kedalaman relasi horizontal di antara sesama umat.
Kaitan silang dalam Alkitab
Penjelasan singkat hubungan: ketaatan umat dalam memberikan bagian terbaik kepada Tuhan mencerminkan pengabdian yang memancar sebagai “bau harum” di hadapan-Nya; pola ini membentuk fondasi bagi hubungan umat dengan Tuhan maupun sesama, dan kemudian relevan untuk pemahaman iman Kristen tentang persembahan hidup yang kudus.
Pertanyaan untuk refleksi
Ringkasan praktis
Ayat ini menegaskan bahwa persembahan yang benar melibatkan penitaraan yang prima terhadap bagian terbaik—lemak—yang dibakar sebagai tanda pengabdian penuh kepada Tuhan. Ibadah bukan sekadar ritual, melainkan penyataan hidup yang berkenan kepada-Nya dan mempererat kehidupan komunitas dalam syukur.
Quotations from classic commentators (tidak seluruh teks):
“Semua lemak akan menjadi Tuhan punya” — penekanan pada kekuasaan dan kemuliaan Tuhan atas bagian terbaik dari persembahan (disampaikan dalam terjemahan Imamat). Pengulangan konsep bau harum sebagai sambutan saat korban dibakar menegaskan relasi yang intim antara Tuhan dan umat.