Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmos 5:22 Tafsiran ayat Alkitab
Amos 5:22 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahkan jikalau kamu mempersembahkan kepada-Ku korban bakaran atau persembahan makanan sekalipun, tiada juga berkenan Aku akan dia dan tiada Aku mau melihat korban syukurmu dari pada domba jantan yang tambun.
Amos 5:22 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amos 5:22 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mikha 6:6 (IDN) »
Dengan apa boleh aku menghadap Tuhan dan menyembah sujud kepada Allah taala? Bolehkah aku menghadap Dia dengan korban bakaran, dengan lembu muda yang umur setahun?

Yesaya 66:3 (IDN) »
Barangsiapa yang menyembelih seekor lembu, yaitu seolah-olah ia membunuh orang; barangsiapa yang mengorbankan seekor anak domba, yaitu seolah-olah ia mematahkan tengkuk anjing; barangsiapa yang mempersembahkan persembahan makanan, yaitu seolah-olah ia mempersembahkan darah babi; barangsiapa yang membakar dupa akan persembahan bau-bauan, yaitu seolah-olah ia memuji berhala. Maka orang ini juga suka akan jalannya sendiri dan bergemar akan perbuatannya yang keji itu.

Amos 4:4 (IDN) »
Pergilah kamu ke Bait-el dan raunglah di Gilgal; tambahkanlah jahat dengan jahat dan bawalah akan persembahanmu pada sebilang pagi dan perpuluhanmu pada tiap-tiap tiga hari.
Inti Interpretasi: Allah menilai makna ibadah lebih daripada ritus lahiriah
Amos 5:22 menegaskan bahwa persembahan yang dipersembahkan secara seremonial tanpa perubahan hati tidak membuat Allah berkenan. Pengajarannya menekankan bahwa ibadah sejati lahir dari relasi dengan Tuhan dan hidup yang adil, bukan sekadar tindakan ritual.
Konteks Sastra
Amanat Amos ditujukan kepada bangsa Israel pada masa peringatan kemerosotan moral dan sosial. Hermeneutiknya menimbang antara ritus yang berlimpah dan ketidakadilan yang merajalela. Tuhan mengecam pengorbanan diinjak-injak jika tidak diiringi keadilan, belas kasihan, serta ketaatan kepada-Nya.
Signifikansi Teologis
Ayat ini menegaskan bahwa ibadah yang tidak melahirkan perubahan etis tidak memenuhi syarat. Persembahan dapat menjadi simbol pendamaian, namun inti hubungan dengan Tuhan adalah hidup yang mengikuti firman-Nya. Allah menuntut kejujuran hati, pembedaan diri dari kejahatan, dan kepedulian nyata terhadap sesama, terutama yang miskin dan tertindas.
Hubungan dengan Teks Lain
Refleksi Praktis
Renungkan pertanyaan berikut: Apakah ibadah kita lebih dari ritual? Apakah kita memperlakukan orang sekitar dengan keadilan dan kasih? Seberapa besar komitmen kita untuk hidup sesuai firman Allah setiap hari?
Catatan Konteks Lembut
Beberapa penafsir lama menyoroti bahwa tirai kemewahan ritual bisa menutupi kebusukan batin. Meski mempersembahkan korban bakaran atau persembahan makanan tampak religius, Allah menilai intensitas relasi-Nya melalui keadilan sosial dan integritas pribadi.
Referensi silang
1) Am 4:4–5 — Seruan untuk menghentikan ritual kosong yang tidak menghasilkan perubahan hidup. Penekanan: fokus pada hati yang bertobat daripada sekadar ritual.
2) Matius 6:1–2 — Perhatian Kristiani terhadap niat hati di balik ibadah; tindakan publik tidak cukup tanpa motivasi yang benar di hadapan Tuhan.
3) Yakobus 1:27 — Ibadah yang mulia tampak dalam menjauhkan diri dari duniawi serta membelai sesama yang lemah.
Kesimpulan singkat
Amos 5:22 mengingatkan bahwa Allah menilai ibadah menurut kesejajaran antara ucapan iman dan tindakan hidup. Persembahan yang dibawa ke altar tanpa keadilan sosial, pengakuan penuh terhadap Tuhan, dan kasih pada sesama tidak menghasilkan berkenan di mata-Nya. Ibadah sejati adalah hidup yang memuliakan Tuhan lewat kebenaran, kasih, dan ketaatan yang nyata.
Quotations from classical commentators (ringkas): Pada bagian ini, tidak ada kutipan langsung panjang yang disalin. Namun, tema yang sama ditemukan dalam karya-karya Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke yang menekankan bahwa ritus tanpa hati dan tanpa keadilan tidak berbuah.