Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmos 5:11 Tafsiran ayat Alkitab
Amos 5:11 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka sebab kamu memijak-mijak orang miskin dan mengambil hadiah dari pada orang yang tiada bersalah, jikalau kamu membuat rumah dari pada batu pahat sekalipun, tiada juga kamu akan duduk di dalamnya; jikalau kamu sudah menanam pokok anggur yang amat indah-indah sekalipun, tiada juga kamu akan minum air anggurnya!
Amos 5:11 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amos 5:11 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mikha 6:15 (IDN) »
Bahwa engkau akan menabur, tetapi tiada menuai; engkau akan mengirik buah zait, tetapi tiada mengurapi dirimu dengan minyaknya; engkau akan mengapit air anggur, tetapi tiada minum dari padanya.

Ulangan 28:30 (IDN) »
Kamu akan mengambil bini, tetapi orang lain akan berseketiduran dengan dia; kamu akan membangunkan rumah, tetapi tiada kamu akan mengedudukinya; kamu akan menanam kebun anggur, tetapi tiada kamu akan makan hulu buahnya.

Zefanya 1:13 (IDN) »
Sebab itu maka harta benda mereka itu akan jadi rampasan dan segala rumah mereka itu akan kebinasaan; bahwa dibangunkannya rumah, tetapi tiada mereka itu akan duduk dalamnya; ditanamnya pokok anggur, tetapi tiada mereka itu akan minum air anggurnya.
Makna Ayat Amos 5:11 (IDN)
Inti ayat ini menegaskan bahwa perlakuan negara terhadap orang miskin dan tidak bersalah sama sekali tidak bisa diimbangi dengan kekayaan materi. Meski seseorang membangun rumah megah atau menanam kebun anggur indah, konsekuensinya tetap sama: Allah menolak kemegahan semu itu ketika keadilan sosial dilanggar dan keluhuran hidup diabaikan. Ayat ini menuntun pembaca memahami bahwa kepatuhan sejati kepada Allah berkaitan erat dengan keadilan bagi yang lemah dan benar dalam setiap tindakan ekonomi.
Latar Kontekstual singkat
Amsal Amos menegaskan seruan keadilan sosial pada periode damai Ussia dan Jerobeam II, ketika bangsa Israel mengalami kemakmuran materi tetapi ketidakadilan merajalela. Nabi Amos menantang budaya pasar yang menindas, praktik suap, dan sistem yang menilai nilai manusia dari kekayaan. Ayat ini menyalahkan sikap parasit material yang membenarkan kekerasan terhadap sesama, khususnya para miskin dan yang tidak bersalah.
Pengamatan interpretatif
Saran penafsiran lintas penolong terdahulu
Para penafsir klasik menekankan bahwa kemakmuran tidak memberi izin untuk menindas. Keterjangkauan keadilan sosial menjadi pertanyaan utama bagi Tuhan. Dalam konteks Amos 5, keseimbangan antara hukum sosial dan ibadah diingatkan: keadilan bagi orang kecil adalah bagian dari ibadah kepada Tuhan.
Cuplikan pendek dari pemikiran para komentator terdahulu yang relevan (tanpa menyalin teks utuh):
“Bahkan jika rumah yang diukir dengan pahat itu merupakan rumah besar, tanpa keadilan bagi yang miskin, ia tidak akan dipakai untuk tempat tinggal” (parafrase dari wawasan Henry/Barnes/Clarke tentang hubungan antara tindakan ekonomi dan keberlanjutan hukuman ilahi). Perhatikan bahwa pernyataan singkat ini menekankan bahwa kemewahan lahir dari ketidakadilan tidak akan mendapat perlindungan Allah.
Penghubung Alkitabiah
Beberapa rujukan silang yang relevan:
Penjelasan singkat: Ketiga referensi menegaskan bahwa ibadah yang benar melibatkan keadilan sosial nyata; kemurahan Allah dinyatakan melalui perlindungan bagi yang lemah dan pembenaran bagi mereka yang tidak mampu membela diri.
Pakej praktis yang relevan
Akhirnya
Inti pesan Amos 5:11: kemegahan lahir dari keadilan yang dilanggar tidak mendapat tempat di hadapan Tuhan. Hidup yang membaca tanda-tanda zaman dengan kasih, keadilan, dan kebenaran adalah ibadah yang benar di mata-Nya.