Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmos 5:12 Tafsiran ayat Alkitab
Amos 5:12 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Karena Kuketahui bagaimana besar segala kejahatanmu dan bagaimana amat banyak segala dosamu; kamu yang memijak-mijak orang yang benar dan menerima suap dan kamu enggan membenarkan hal orang miskin di dalam pintu gerbang.
Amos 5:12 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amos 5:12 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amos 5:10 (IDN) »
Bahwa mereka itu benci akan orang yang memutuskan hukum dengan adil di dalam pintu gerbang dan dihinakannya orang yang berkata dengan sebenarnya.

Amos 2:6 (IDN) »
Dan lagi demikianlah firman Tuhan: Oleh karena tiga salahnya Israel, bahkan, oleh karena empat tiada Kujauhkan itu; sebab dijualnya orang yang tiada bersalah karena uang dan orang yang miskin karena kasut sepasang.

Yesaya 1:23 (IDN) »
Segala penghulu kamu sudah jadi orang durhaka dan kawan orang pencuri; masing-masing mereka itu suka beroleh hadiah dan menuntut suap; mereka itu tiada membenarkan hal pekara anak piatu dan acara janda perempuan tiada sampai ke hadapannya.
Amos 5:12 – Pengungkapan Ketidakadilan yang Mendesak
Inti interpretatif ayat ini menegaskan bahwa Tuhan mengetahui secara tepat kejahatan umat-Nya, terutama ketika kekuasaan dan kemakmuran dipakai untuk menindas yang lemah. Panggilan Amos adalah agar bangsa Israel bertobat dengan membangun keadilan sosial di tengah ketidakpastian moral mereka. Ayat ini bukan sekadar peringatan etika, melainkan seruan untuk membenahi struktur sosial yang menindas orang benar, menerima suap, dan menutup pintu gerbang keadilan kepada kaum miskin.
Konteks sastra
Dalam kitab Amos, fokus utama adalah ketidaksetiaan umat Allah dan kecaman terhadap praktik-praktik korupsi di kalangan bangsawan Israel. Ayat 12 berfungsi sebagai ringkasan teologis atas kritik itu: Tuhan melihat ke dalam hati dan tindakan manusia, termasuk bagaimana mereka memperlakukan sesama. Struktur pasal ini menyeimbangkan nubuat tentang hukuman dengan panggilan untuk kembali kepada keadilan hidup bersama.
Makna teologis
Tuhan tidak hanya menilai dosa publik sebagai pelanggaran ritus, melainkan sebagai ketidaksetiaan terhadap hukum kasih-Nya yang menuntut keadilan bagi orang miskin dan tertindas. Ayat ini menegaskan bahwa kepatuhan ritual tanpa keadilan sosial adalah kemunafikan. Ketulusan beragama tampak ketika taraf sosial tidak membuat orang menindas sesama, melainkan melindungi yang lemah.
Rangkaian rujukan lintas Alkitab
Hubungan-hubungan ini menekankan bahwa adil secara sosial adalah bagian dari respons iman yang benar kepada Allah yang berbicara lewat nabi-nabi dan Yesus Kristus.
Pertanyaan reflektif
Komentar singkat dari tokoh terdahulu
Beberapa penafsir publik domain menekankan bahwa ayat ini menggabungkan pengetahuan ilahi dengan tuntutan praktis: Allah melihat semua kejahatan, terutama ketidakadilan sistemik terhadap orang miskin. Jika ada kutipan ringkas yang relevan dari tokoh terdahulu, kita menanggapinya sebagai penguatan nada teguran etis, bukan sebagai arah doktrin baru. (Tidak ada kutipan verbatim penuh yang disertakan di bagian ini.)
Penutup singkat
Amos 5:12 mengajak komunitas beriman untuk menilai kembali pola hubungan sosial dan hukum. Di balik peringatan tentang kejahatan publik, terselip panggilan untuk membangun pintu gerbang yang adil—di mana kebenaran bersinar melalui perlindungan bagi orang benar dan bagi mereka yang tidak berdaya.