Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmos 5:14 Tafsiran ayat Alkitab
Amos 5:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tuntutilah barang yang baik, jangan barang yang jahat, supaya kamu boleh hidup, supaya dengan demikian Tuhan, Allah serwa sekalian alam, boleh serta dengan kamu, seperti katamu itu.
Amos 5:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amos 5:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yosua 1:9 (IDN) »
Bukankah firman-Ku kepadamu ini: Hendaklah engkau perwira dan perkasa, dan jangan engkau gentar dan ngeri, karena Tuhan, Allahmu, adalah sertamu di mana-mana tempat yang akan kautuju itu!

Mikha 6:8 (IDN) »
Bahwa sudah diberinya tahu kepadamu, hai manusia, mana yang baik; maka apa gerangan dituntut Tuhan dari padamu, melainkan berbuat insaf dan suka akan kemurahan dan berjalan serta Allahmu dengan hati yang rendah!

Mikha 3:11 (IDN) »
Bahwa segala penghulunya memutuskan hukum dengan makan suap dan segala imamnya mengajar dengan mengambil upah dan segala nabinya bernubuat karena uang; kendatilah, mereka itu bersandar juga pada Tuhan, katanya: Bukankah Tuhan ada di tengah-tengah kita? Bahwa barang celakapun tiada akan datang atas kita!
Amos 5:14 (IDN): Tuntutilah barang yang baik, jangan barang yang jahat
Ayat ini muncul dalam konteks seruan Allah melalui Amos kepada bangsa Israel yang hidup di tengah kemakmuran palsu namun hati mereka penuh ketidakadilan. Tuhan menantang umat-Nya untuk memilih jalan yang benar dan hidup dalam kebenaran, bukan mengikuti praktik-praktik jahat yang merusak hubungan dengan Tuhan dan sesama. Ayat ini menegaskan bahwa hidup yang benar adalah hasil dari pilihan sadar untuk mengejar hal-hal yang baik di hadapan Allah, sehingga umat dapat mengalami perlindungan dan keberkahan-Nya.
Kemaknaan inti
Pesan utama ayat ini adalah ajakan hacia tindakan praktis: menuntut hal yang baik secara konsisten, menolak yang jahat, agar hidup bercahaya di mata Allah. Pilihan ini bukan sekadar etika pribadi, tetapi jalan berelasi dengan Allah sebagai Tuhan semesta alam. Ketertundukan kepada Tuhan secara nyata terlihat dalam cara kita bertindak terhadap sesama, keadilan sosial, dan integritas hidup sehari-hari.
Beberapa tema kunci
Bab-bab rujukan yang relevan
Beberapa bagian lain merinci bagaimana Allah menilai keadilan dan kebenaran:
Intinya, memilih hal yang baik adalah tanda hidup yang terhubung dengan kehendak Allah, bukan sekadar ritual religius.
Refleksi praktis
Bagaimana kita menindaklanjuti panggilan ini hari ini? Mulailah dengan menilai tindakan kecil: kejujuran di tempat kerja, sikap adil terhadap rekan, dan kasih terhadap yang lemah. Doa singkat untuk memohon hikmat Allah dalam memilih hal yang benar setiap hari dapat menjadi pembuka jalan bagi hidup yang tunduk pada-Nya.
Renungan singkat
Ketika kita memilih hal yang baik, kita memasuki proses pembaruan hubungan dengan Tuhan dan sesama. Allah, Bapa segala alam, menjanjikan kehadiran-Nya ketika kita hidup sesuai kebenaran-Nya, sehingga hubungan kita dengan-Nya menjadi nyata dan berkelimpahan berkat.
Cuplikan pemikiran para komentator (ringkas)
Para komentator publik domain menggarisbawahi bahwa ayat ini menekankan integritas moral di atas keformalan ritus. Dalam pandangan Matthew Henry, fokusnya pada moralitas hidup sehari-hari menegaskan bahwa “orang benar… hidup dengan keadilan.” Albert Barnes menekankan kehadiran Allah bersama mereka yang hidup benar, bukan hanya kenyamanan ritual. Adam Clarke menambahkan bahwa pilihan yang baik adalah dasar hubungan yang benar dengan Allah yang Maha Kuasa.
Cross-references: Lihat juga Amos 5:24; Amos 4:12; Hosea 10:12 untuk memahami koherensi tema keadilan, kebenaran, dan hubungan dengan Allah.
Ringkasan: Ayat ini menyerukan pilihan aktif untuk mengejar hal-hal yang baik di hadapan Allah, seraya menolak yang jahat. Hidup yang benar tidak lahir dari ritual semata, melainkan dari komitmen nyata pada keadilan, kasih, dan integritas—sebuah hubungan yang hidup dengan Tuhan semesta alam.