Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmos 5:13 Tafsiran ayat Alkitab
Amos 5:13 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka sebab itu pada masa ini orang yang berakal itu berdiam dirinya, karena masa ini jahat adanya.
Amos 5:13 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amos 5:13 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Pengkhotbah 3:7 (IDN) »
adalah masa akan mencarik-carik dan masa akan menampal; adalah masa akan berdiam diri dan masa akan berkata-kata;

Mikha 2:3 (IDN) »
Maka sebab itu demikianlah firman Tuhan: Bahwasanya Aku mendatangkan kelak suatu celaka atas bangsa ini, dari padanya tiada dapat kamu menarik ke luar lehermu atau berjalan dengan tegak dalamnya, karena ia itu akan suatu masa yang jahat adanya.

Hosea 4:4 (IDN) »
Tetapi seorangpun jangan berani berbantah-bantah, jangan menegur seorang juapun, karena bangsamu bagaikan orang yang telah berbantah-bantah dengan imam.
Mengapa Amos 5:13 penting?
Ayat ini memikat kita dengan gambaran singkat tentang hikmat sungguh-sungguh: pada masa yang jahat, orang yang berakal memilih menjaga penglihatannya, menahan diri dari tindakan yang merugikan diri sendiri maupun sesama. Dalam konteks kitab Amos, pesan ini menekankan kebutuhan kebijaksanaan moral ketika Allah menilai kesejahteraan umat-Nya. Ayat ini mengajar kita bahwa menunda reaksi dan memilih jalan benar tidak berarti ketiadaan tindakan, melainkan tindakan yang dipimpin hikmat.
Latar belakang asli
Amos hidup di periode penilaian terhadap kedurhakaan Israel di tengah abad ke-8 SM. Ketidakadilan sosial, penyalahgunaan kekuasaan, dan upah yang tidak adil melanda umat Allah. Di tengah celaan terhadap kejahatan sistemik itu, Amos menasihati agar orang berakal berhati-hati dalam menilai keadaan, tidak tergesa-gesa menuduh, melainkan memilih tindakan yang tepat sesuai kehendak TUHAN. Ayat 13 menekankan kesadaran diri tentang masa yang jahat dan perlunya kebijaksanaan untuk bertindak dengan benar.
Maksud utama ayat
Kata “berakal” mengacu pada kemampuan membedakan antara yang benar dan salah serta memilih langkah-langkah yang membawa kebaikan. “Berdiam diri” di sini tidak berarti pasif, melainkan menahan diri dari tindakan bodoh atau merugikan; seringkali tindakan bijak adalah menahan diri hingga waktu yang tepat untuk menghadapinya dengan adil.
Pemikiran Alkitabiah yang relevan
Beberapa tema pendukung dalam Alkitab menguatkan pesan ini:
Beberapa rujukan lintas yang relevan untuk memperluas pemahaman:
Renungan penutup
Amos 5:13 mengajak kita melihat bahwa kebijaksanaan bukan sekadar pengetahuan, melainkan pola hidup dalam menghadapi masa yang menantang. Ketika ketidakadilan tampak menonjol, seorang yang berakal memilih menahan diri, berpikir dulu, dan bertindak sesuai kebenaran Allah. Renungkan bagaimana kita bisa memilih langkah bijak dalam pertemuan dengan konflik, tekanan sosial, atau godaan untuk ikut-ikutan. Doa singkat: minta hikmat dalam bertindak, agar kita tidak menjadi bagian dari kejahatan masa kini, melainkan saksi kasih Allah di tengah dunia yang membutuhkan terang.
Inspirasi singkat dari tokoh commentsion publik domain:
“Orang beriman yang bijak tidak tergesa-gesa; dia menilai dulu dan bertindak sesuai kehendak Tuhan.”
“Hikmat tidak menekan; ia menguasai diri untuk membawa damai dan keadilan.”