Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmos 5:26 Tafsiran ayat Alkitab
Amos 5:26 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tatkala kamu mengusung kemah Molekh dan Kiun, patungmu, bintang dewatamu, yang telah kamu perbuat akan dirimu.
Amos 5:26 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amos 5:26 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Raja-raja 23:12 (IDN) »
Tambahan pula segala mezbah yang di atas sotoh alayat Akhaz, perbuatan raja-raja Yehuda, dan segala mezbah yang telah diperbuat oleh raja Manasye di sebelah dalam kedua pagar halaman rumah Tuhan itupun dirobohkan oleh baginda dan dihancurluluhkannya, lalu dari sana ditaburkan baginda abunya kedalam sungai Kideron.

Imamat 20:2 (IDN) »
Dan lagi katakanlah kepada segala bani Israel ini: Barangsiapa dari pada segala bani Israel atau dari pada segala orang dagang, yang duduk menumpang di antara orang Israel, jikalau dipersembahkannya anaknya kepada Molekh, orang itu akan mati dibunuh, dilempari dengan batu oleh orang isi negeri.

Imamat 18:21 (IDN) »
Maka jangan kamu menyerahkan seorang dari pada benihmu akan dipersembahkan kepada Molekh, dan jangan kamu menghinakan nama Allahmu: Bahwa Akulah Tuhan!
Amos 5:26 – Makna dan Konteks
Pernyataan inti ayat ini menegaskan bahwa umat Israel telah mengganti penyembahan yang benar dengan ritual-ritual berhala, membawa kemah Molekh dan Kiun serta patung-patung, suatu praktik yang menyalahi perjanjian dengan Allah. Ayat ini menekankan konsekuensi: tindakan menyembah berhala tidak hanya salah secara teologis, melainkan juga membentuk pola hidup yang menjauhkan umat dari Tuhan sehingga akhirnya “dirimu” sendiri yang membawa dampak kehancuran.
Rangka konteks Istana dan Khotbah Amos
Kitab Amos disampaikan sebagai protes nabi terhadap ketidakadilan sosial dan ibadah yang dangkal di utara Israel pada abad ke-8 SM. Amos menekankan bahwa ibadah tanpa kejujuran hidup akan kosong di hadapan Allah. Ayat ini menuduh Israel telah menukar fokus kepada Allah yang benar dengan benda-benda berhala yang telah dibuat oleh tangan manusia, menjadikan ritual eksternal sebagai identitas utama. Dalam konteks pasal ini, Allah menolak ritual yang tidak diiringi keadilan dan kebenaran.
Observasi interpretatif utama
Gagasan tematik inti
Rujukan silang yang relevan
1) Ulangan 32:16-18 — Allah mengingat bagaimana bangsa itu menyelewengkan hati pada hal-hal lain dan menjauhi Dia yang memperkaya mereka. Perhatikan bagaimana kontras antara pernyataan kasih Allah dan pemberontakan Israel di sini.
2) Hosea 4:6 — Ketidaktahuan umat karena kehilangan pengetahuan Tuhan menyebabkan keretakan hubungan dengan-Nya. Ketaatan yang sejati memerlukan hubungan yang hidup dengan Allah, bukan sekadar ritual kosong.
3) Yesaya 1:11-17 — Allah menolak persembahan yang tidak diimbangi dengan tindakan benar. Ibadah tidak bisa dipisahkan dari keadilan sosial dan integritas pribadi.
Penafsiran praktis yang singkat
Tak cukup menyembah secara tertib jika hidup tidak mencerminkan keadilan, kasih, dan kebenaran. Ibadah sejati melibatkan pembaruan hati yang membuahkan tindakan adil terhadap sesama dan penolakan terhadap segala bentuk penyembahan palsu yang menyesatkan.
Pemadangan dari tokoh-tokoh bersejarah (ringkas)
Para penafsir publik domain menekankan bahwa ayat ini menuntut koreksi hati: Allah tidak menghargai ritus kosong ketika kebenaran moral dan integritas tidak terwujud dalam keseharian umat. Ringkasan pandangan klasik menyiratkan bahwa dosa penyembahan berhala menggambarkan keretakan relasi dengan Allah dan dengan sesama.
Kesimpulan praktis
Ayat ini mengingatkan bahwa identitas umat Allah dinyatakan lewat hidup yang adil dan berkenan kepada Tuhan, bukan lewat benda-benda atau upacara yang dipaksakan tanpa perubahan hati. Selaras dengan panggilan Amos, kita diajak memurnikan ibadah dengan keadilan, kasih, dan kesetiaan kepada Allah yang hidup.