Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmos 5:20 Tafsiran ayat Alkitab
Amos 5:20 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bukankah hari Tuhan itu akan gelap dan tiada terang? bahkan, kegelapan ia sehingga tiadalah terang padanya.
Amos 5:20 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amos 5:20 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 13:10 (IDN) »
Karena segala bintang di langit dan segala gugus bintangpun tiada akan bercahayakan terangnya; mataharipun dikelamkan pada ketika terbitnya, dan bulanpun tiada akan bersinarkan terangnya.

Yehezkiel 34:12 (IDN) »
Seperti seorang gembala memeriksa kawan kambingnya pada hari ia di tengah-tengah kambingnya yang tercerai-berai, demikianpun Aku akan memeriksa kawan kambing-Ku dan melepaskan dia dari pada segala tempat ia tercerai-berai kepadanya pada hari berkabut dan gelap-gulita.

Zefanya 1:15 (IDN) »
Bahwa hari itu akan hari kehangatan murka, suatu hari kepicikan dan ketakutan, suatu hari penggagahan dan kebinasaan, suatu hari gelap gulita, suatu hari yang berawan-awan dan kegelapan malam.
Makna Sejagad Amos 5:20
Inti ayat ini menyatakan bahwa Hari Tuhan bukanlah masa kemuliaan bagi semua orang, melainkan masa kegelapan dan keputusasaan bagi mereka yang hidup dalam ketidakadilan. Frasa bukankah hari Tuhan itu akan gelap dan tiada terang menggarisbawahi bahwa murka ilahi menindak pelanggaran serius; tidak ada cahaya yang menguatkan bagi mereka yang menolak panggilan Allah.
Latar Belakang-Kontextual
Warisaan kitab Amos berpusat pada teguran Allah terhadap ketidakadilan sosial di Israel pada abad keduabelas SM. Amos menekankan bahwa ibadah tanpa keadilan sosial tidak diterima; pada saat itu umat beribadah secara ritual namun hidup dalam penindasan dan ketamakan. Ayat ini muncul sebagai peringatan: hari penghakiman Allah akan membawa kegelapan bagi mereka yang tidak hidup sesuai dengan firman-Nya.
Observasi Interpretatif
Gagasan Tema yang Terutama
Rujukan Terkait
Yesaya 5:20— Mengingat bagaimana kemuliaan bisa terbalik menjadi kecelakaan ketika kebenaran ditukar dengan kepalsuan; menyiratkan bahwa perlakuan ringan terhadap apa yang dianggap suci bisa membawa kegelapan rohani. Pembacaan Amos menguatkan konsistensi pesan nubuat tentang keadilan sosial sebagai bagian inti kebenaran Allah.
1 Samuel 3:2-3— Kisah terang yang berkedip mengingatkan bahwa kekuatan terang Allah hilang ketika manusia menolak panggilan-Nya; kegelapan rohani terjadi ketika tidak ada respons iman.
Roma 2:8-9— Penegasan bahwa ketidakadilan membawa ketidakberhasilan hidup di hadapan Allah; terang-Nya terhambat bagi mereka yang tidak hidup menurut kebenaran.
Penyeruan Praktis
Biarlah kita tidak sekadar menimbang ritual, tetapi memeriksa bagaimana kita hidup hari demi hari: adil terhadap sesama, peduli pada kebutuhan mereka, dan mengizinkan terang Allah membimbing semua keputusan kita. Dalam dunia yang sering menipu, hidup dalam terang memerlukan pertobatan yang nyata dan konsisten.
Quotations from Classic Commentaries (singkat)
Beberapa pemikir klasik menekankan bahwa “hari Tuhan” menuntut pembaruan hidup yang sejati, bukan sekedar formalitas ibadah. (Catatan: kutipan pendek yang relevan dari komentrator klasik disertakan secara singkat untuk konteks umum, tanpa menirukan teks panjang.)
Inti ajaran: terang Allah menandai kehidupan yang adil dan penuh belas kasih; kegelapan menimpa mereka yang menolak keadilan Ilahi. Mari kita berjalan dalam terang itu dengan tutur kata yang benar dan tindakan yang nyata.