Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmos 5:15 Tafsiran ayat Alkitab
Amos 5:15 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bencilah akan yang jahat, kasihlah akan yang baik, biarlah keadilan ditetapkan dalam pintu gerbang, supaya dikasihani Tuhan, Allah serwa sekalian alam, akan sisa Yusuf itu.
Amos 5:15 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amos 5:15 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Roma 12:9 (IDN) »
Hendaklah kasih itu dengan tulus ikhlas. Bencilah akan yang jahat; berpautlah kepada yang baik,

Yoel 2:14 (IDN) »
Siapa tahu? mudah-mudahan Ia kembali dan bersesal, dan ditinggalkan-Nya suatu berkat di belakang-Nya akan persembahan makanan dan persembahan minuman bagi Tuhan, Allahmu.

Mazmur 97:10 (IDN) »
Hai kamu sekalian yang mengasihi akan Tuhan! bencilah akan yang jahat. Maka Iapun memeliharakan jiwa segala kekasih-Nya dan dilepaskan-Nya mereka itu dari pada tangan orang fasik.
Inti utama: Membangun keadilan dan kasih dalam hidup sehari-hari
Penyataan Amos 5:15 menekankan dua sikap praktis: membenci kejahatan, mencintai kebaikan, dan menegakkan keadilan di pintu gerbang komunitas. Ayat ini mengundang umat Allah untuk hidup secara konsisten dengan iman mereka, sehingga belas kasih Tuhan tetap nyata terhadap sisa Yusuf—yang maksudnya adalah bagian yang setia dari umat perjanjian-Nya.
Konteks sastra dan alur naskah
Amos menulis sebagai nabi yang peduli pada keadilan sosial dan ketaatan ritual yang kosong. Pasal-pasal awal berfokus pada penghakiman atas bangsa Israel karena pelanggaran moral, sementara bagian tengah menuntut perubahan nyata: keadilan yang berjalan di pintu gerbang kota. Ayat 15 muncul sebagai panggilan tindakan: ajaklah diri sendiri dan komunitas untuk membatasi kejahatan, mengupayakan kebaikan, dan menegakkan keadilan secara nyata, sehingga umat beroleh belas kasihan dari Tuhan.
Signifikansi teologis
Konsep “bencilah akan yang jahat, kasihlah akan yang baik” menandai peralihan dari sekadar penekanan ritual ke hidup moral yang konsisten. Keberlanjutan keadilan di “pintu gerbang” mengekspresikan keterlihatan sosial— bagaimana pemerintah, pedesaan, dan warga biasa saling bertanggung jawab. Doktrin belas kasihan Tuhan bagi “sisa Yusuf” menegaskan pemeliharaan ilahi terhadap yang setia meski dalam masa kesulitan atau penindasan. Hal ini menumbuhkan harapan bahwa integritas pribadi beriringan dengan keadilan komunitas.
Catatan dari para komentator masa lalu memberikan pelajaran ringkas:
Referensi silang yang relevan
Beberapa ayat terkait yang bisa dipertimbangkan:
Penekanan-penting di sini adalah bahwa iman sejati melahirkan praktik keadilan dan kasih di lingkungan publik serta pribadi.
Pertanyaan reflektif
Kesimpulan singkat
Amos 5:15 menantang kita untuk hidup secara konsisten di jalan kebaikan—membenci kejahatan, mencintai kebaikan, dan menegakkan keadilan di setiap pintu gerbang kehidupan sosial. Ketika kita melakukannya dengan tulus, kita menjadi saksi nyata dari kasih dan belas kasihan Tuhan bagi sisa umat-Nya—sebuah umat yang setia menjalani perjanjian meski di tengah tantangan.