Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmos 5:21 Tafsiran ayat Alkitab
Amos 5:21 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwa Aku benci dan jemu akan segala masa rayamu; tiada Aku suka mencium bau segala hari laranganmu.
Amos 5:21 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amos 5:21 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 26:31 (IDN) »
Maka segala negerimu akan Kujadikan sunyi senyap dan segala tempatmu yang suci itu akan Kubinasakan, dan tiada Aku mau mencium barang yang kamu tentukan akan bau yang harum bagi-Ku.

Yesaya 66:3 (IDN) »
Barangsiapa yang menyembelih seekor lembu, yaitu seolah-olah ia membunuh orang; barangsiapa yang mengorbankan seekor anak domba, yaitu seolah-olah ia mematahkan tengkuk anjing; barangsiapa yang mempersembahkan persembahan makanan, yaitu seolah-olah ia mempersembahkan darah babi; barangsiapa yang membakar dupa akan persembahan bau-bauan, yaitu seolah-olah ia memuji berhala. Maka orang ini juga suka akan jalannya sendiri dan bergemar akan perbuatannya yang keji itu.

Yesaya 1:11 (IDN) »
Apa guna kepada-Ku kebanyakan korbanmu? demikianlah firman Tuhan: Jemulah Aku akan segala korban bakaranmu dari pada domba jantan dan akan lemak segala lembu yang tambun, maka tiada Aku suka akan darah lembu muda atau anak domba atau anak kambing jantan.
Amos 5:21 (IDN) — Setting, Makna, dan Aplikasi
konteks sekeliling ayat — Amos 5 menggambarkan nabi yang menantang ketidakadilan sosial di Israel dan menyoroti persinggungan antara ritus luar-biasa dan iman yang hidup. Pada bagian ini, Tuhan menolak persembahan dan perayaan yang dilakukan tanpa mengubah hati. Ayat 21 secara tegas menyatakan ketidaksukaan Tuhan terhadap ritual-ritual yang tidak didorong oleh iman yang benar dan ketaatan yang nyata.
Yang diungkap ayat ini tentang Tuhan dan iman
Tuhan menegaskan bahwa tindakan ritualistis tanpa keadilan dan kebenaran tidak dapat diterima. Pujian yang diucapkan melalui upacara menjadi hambar jika hidupnya tidak mencerminkan relasi dengan-Nya: "benci" dan "jemu" terhadap masa rayamu menunjukkan bahwa Tuhan menilai bukan sekadar bentuk ibadah, melainkan isi hati dan perbuatan yang menggenapinya.
Penjelasan kata dan gambaran utama
Hubungan dengan bagian lain dan pandangan para komentator terkemuka
Beberapa penafsir purba menekankan bahwa Tuhan menginginkan integritas hidup yang menyertai sesembahan. Misalnya:
Matthew Henry menekankan bahwa ketidaksetiaan sosial melukai persembahan; ritual tidak dapat mengganti keadilan sosial yang dikehendaki Allah. “Yang penting bukanlah bagaimana kita beribadah secara formal, melainkan bagaimana kita hidup secara benar di hadapan Allah.”
Albert Barnes menyoroti bahwa Tuhan menilai ibadah dari efektivitasnya dalam mengubah hubungan manusia dengan sesama; jika ada penindasan, doa pun kehilangan kuasa.
Adam Clarke menafsirkan bahwa Allah menolak ritus kosong karena ada paradoks antara perayaan dan kerusakan moral yang melingkupi umat.
Bagian-bagian terkait (cross-references)
- Yesaya 1:11-17 — ibadah kosong jika tidak diikuti perubahan hidup dan keadilan sosial.
Penjelasan singkat: nubuat Yesaya menegaskan bahwa persembahan tidak dapat menggantikan tanggung jawab moral; jumlah pelaksanaan ritual tidak menghapus tuntutan keadilan Allah.
- Matius 6:1-6 — ibadah yang diajarkan Kristus menekankan sikap hati yang tulus lebih dari penampilan ritual.
Penjelasan singkat: nilai doa dan persembahan dilihat dari niat hati dan ketaatan kepada Allah, bukan sekadar tampil di hadapan manusia.
- Yakobus 1:27 — iman yang bekerja dengan kasih menjaga kemurnian dan memelihara orang yang tertindas.
Penjelasan singkat: iman yang hidup menuntun tindakan yang merawat sesama, sejalan dengan keadilan Allah.
Aplikasi praktis bagi penyembahan sekarang
Ayat ini mengingatkan kita bahwa ibadah pribadi maupun ritus gerejawi tidak menjamin hidup saleh jika tidak ada keadilan, kasih, dan kebenaran dalam tindakan kita sehari-hari. Untuk umat percaya hari ini, aplikasinya meliputi:
Inti: Allah menginginkan ibadah yang hidup—hasil dari hati yang taat dan tindakan yang mencerminkan kasih-Nya terhadap sesama. Ritus tanpa hidup benar menjadi bau yang tidak sedap bagi-Nya.